Barangkali menjadi dokter adalah impian lebih dari 50% anak-anak Indonesia. Secara sederhana, mudah ditebak mengapa cita-cita ini sangat diinginkan. Tentu saja karena jawabannya adalah cita-cita ini adalah impian yang mulia.

Namun, perjalanan menjadi dokter bukanlah hal yang gampang. Mulai dari biaya kuliah yang mahal. Alur yang rumit dan jenjang yang panjang. Banyak kemudian dokter yang lupa tentang kemuliaan pekerjaan mereka.

Ada yang berubah haluan menjadi pengumpul uang dari pasien untuk ‘melunasi’ seluruh biaya yang dihabiskan selama pendidikan. Namun, tetap juga banyak dokter yang setia mengambil di tempat terpencil dengan bayaran yang kurang.

Bahkan, di Indonesia ada dokter yang berkeliling ke berbagai kepulauan dengan ‘rumah sakit’ terapung miliknya. Dan satu lagi kisah inspiratif dari dokter Steven Fabes, ia berkeliling ke 73 negara di dunia, menggunakan sepeda.

1Dokter Steven Fabes

dailymail.co.uk

Kalau kamu kelak menjadi dokter, salah satu kisah dokter inspiratif yang harus kamu ingat adalah kisah dokter Steven Fabes. Fabes memulai perjalanannya yang penuh liku dan rintangan pada tahun 2010.

Fabes bahkan tidak ‘menengok ke belakang’ dan berhenti hingga saat ini. Ia terus mengayuh sepeda yang ia percayai sejak 6 tahun lalu. Foto pertama di atas diambil sendiri oleh Fabes di Northern Cape, Afrika Selatan.

2Jarak Setara Dua Keliling Bumi

dailymail.co.uk

Jarak yang ditempuh Fabes bukanlah jarak yang main-main. Fabes memang serius dengan tekadnya ini. Jarak sejauh 85.754 kilometer bisa dikatakan setara dengan dua kali jarak keliling bumi.

Dan ia melakukannya berkendara dengan sepeda kayuh, tanpa kendaraan bermotor. Gambar kedua di atas dijepret Fabes di padang garam terbesar di dunia, Salar de Uyuni, Bolivia.

3London, Tempat Segalanya Bermula

dailymail.co.uk

Dari ibu kota negara Inggris inilah semuanya bermula. Fabes awalnya bekerja di sebuah rumah sakit di London. Rumah sakit St Thomas’s Hospital, tempat ia bertemu dengan pekerjaan dan kawan-kawan yang ia senangi.

Hingga saat ini, Fabes telah bersepeda menyusuri 6 kontinen besar bumi. Mulai dari tanah Eropa, kemudian daratan Afrika (melewati Middle East), lalu Amerika Selatan, Amerika Tengah, dan Amerika Utara. Terakhir tentu saja Australia dan Asia.

4Petualang Sejati

dailymail.co.uk

Sangatlah aneh menyaksikan bagaimana seorang dokter memiliki jiwa dan tekad petualang. Tentu saja karena yang terlihat pada umumnya dokter adalah orang yang bekerja di belakang meja dengan diagnosa singkat.

Atau paling banter bekerja cepat dan presisi lewat meja operasi, para dokter bedah biasanya. Sangat jarang dan terkesan aneh jika dokter justru memiliki jiwa petualang ‘kelas berat’ seperti yang dilakukan Fabes.

dailymail.co.uk
dailymail.co.uk

Fabes mengatakan bahwa ia haus akan petualangan, tantangan baru. Ia ingin menyederhanakan hidupnya menjadi sedikit keinginan dan tujuan, sedikit uang, tanpa deadline, atau jadwal.

Fabes juga mengatakan bahwa ia ingin melihat, merasakan dan belajar tentang dunia ini dalam titik yang sangat dekat. Dan menurutnya bersepeda keliling dunia adalah cara yang memungkinkan untuk hal tersebut.

5Belum Pernah Ia Lihat

dailymail.co.uk

Dokter fabes juga mengatakan bahwa ia menyaksikan betapa kemiskinan dan malnutrisi menjadi penyebab banyak penyakit yang tidak pernah ia saksikan secara langsung sebelumnya di London.

Penyakit seperti HIV, leprosy, penghuni kawasan kumuh, suku nomaden hingga korban-korban daerah konflik dan terorisme.

6Cobra, Black Widow Hingga Penusukan

dailymail.co.uk

Dokter berusia 35 tahun ini bahkan pernah ‘dikunjungi’ kalajengking dan laba-laba black widow yang beracun dalam tendanya. Termasuk juga singa yang ganas dan cobra sepanjang 3 meter.

dailymail.co.uk
dailymail.co.uk

Bahkan di Ecuador ia ditusuk jarinya oleh pemuda mabuk. Di Mongolia saat musim dingin, ia tidur dengan suhu udara minus 35 ⁰C saat malam. Bahkan di Mesir ia pernah diserang dan akan dicuri barang-barangnya.

dailymail.co.uk
dailymail.co.uk

Dengan biaya hidup 10 dolar Amerika perhari, dokter lulusan Oxford ini hidup dalam petualangan yang menegangkan, mencengangkan, bahkan mengancam nyawanya sendiri. dalam 3 tahun, ia kehabisan uangnya.

7Sumbangan Medis

dailymail.co.uk

Namun, apa yang ia perjuangkan diapresiasi oleh banyak orang. Ia berhasil mengumpulkan sekitar 20.000 poundsterling atau sekitar 391 juta rupiah untuk menjadi sumbangan dana medis organisasi non-profit bernama Merlin.

Saat ini, dokter Fabes berada di Amsterdam dan akan segera mengakhiri perjalanan sepedanya selama 6 tahun lamanya. Ia berencana untuk kembali ke Inggris dan bekerja menjadi dokter seperti yang dulu ia lakukan.

dailymail.co.uk
dailymail.co.uk

Dokter Steven Fabes, dalam milestone yang ia buat jelas terlihat bahwa ia juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang ia lewati. Beberapa daerah di Jawa dan Sumatera pernah ia lewati.

Kamu mungkin belum pernah bertemu dengan dokter Fabes, namun inspirasi yang ia berikan lewat perjalanan dan ceritanya akan tetap hidup dan tumbuh. Menjadi inspirasi untuk dokter-dokter di Indonesia, untuk tetap menjadi dokter yang mulia.