Jumat (20/5) kemarin dikabarkan dua orang pendaki Gunung Semeru hilang. Hingga hari ini kedua pendaki asal Cirebon tersebut belum kembali. Dua pendaki tersebut adalah Supriyadi (26) dan juga Zirli Gita Ayu Safitri (16). Petugas dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah mengerahkan tim untuk mencari kedua pendaki tersebut.

Pada Minggu siang salah satu pendaki sempat mengabarkan keadaannya pada temannya lewat SMS dengan bahasa Cirebon. Berikut SMS yang di dapat dari seorang teman korban.

“SMS pertama yang diterima pukul 13.28 WIB, dengan bahasa Cirebon berbunyi ‘Aing kita bli bisa balik. Warean bae ema karo bapa. Kita kesasar ng gunung semeru. Dongakaken bae, bkat slamet ya. Alhamdulillah bokat beli jaluk pangapurae ng kabeane yah. (Kak, saya tidak bisa pulang. Bilangin saja ke ibu dan bapak saya tersesat di gunung semeru. Doain saja jika selamat ya alhamdulillah. Jika tidak minta maaf buat semuanya ya,” begitu isi SMS tersebut.

SMS kedua diterima 18 menit setelah pesan pertama berbunyi ‘Kita terus mudun meluan jurang mata aliran mata air’ (Saya terus turun mengikuti jurang mata aliran mata air).

John Kennedie, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengatakan bahwa pencarian kedua pendaki difokuskan di jalur pendakian Gunung Semeru di kawasan jurang sedalam 75 meter.

 John mengatakan, hingga hari ini pukul 08.00 WIB, petugas telah menemukan empat jejak kaki di Watugedhe yang berjarak 100 meter ke arah Sumber Mani.

“Kami mohon doanya dan mudah-mudahan survivor segera ditemukan,” ujar John.

Menurut John, petugas dan tim yang sudah jalan mencapai 50 orang, didahului oleh 15 orang dari TNBTS, komunitas sahabat Volunteer Semeru, dan juga porter.

John mengatakan, jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut telah ditutup total sejak Sabtu (21/5) kemarin, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan proses pencarian dua pendaki itu.

“Kami sudah sering kali menegaskan bahwa batas pendakian jalur pendakian Gunung Semeru hanya dibatasi hingga Kalimati, sesuai dengan rekomendasi PVMBG yang menyatakan status Gunung Semeru masih waspada. Bahkan para pendaki sudah menandatangani surat pernyataan di atas meterai untuk melakukan pendakian hingga Kalimati,” kata John.

SHARE