Kemiskinan dapat diartikan dengan kondisi seseorang yang sangat sulit memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari disebabkan oleh banyak faktor. Salah satu faktor terbesar adalah rendahnya tingkat pendapatan yang diperolehnya.

Kemiskinan di Indonesia merupakan salah satu permasalahan sosial yang kompleks dan harus segera mendapat penanganan yang tepat. Posisi Indonesia sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk yang besar, mau tidak mau, tidak dapat menghindarkan diri dari masalah ini.

Sebagaimana data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, bahwa jumlah penduduk miskin pada periode Maret 2015 berjumlah 28,59 juta jiwa. Baik di perkotaan maupun di pedesaan. Angka ini meningkat dari tahun sebelumnya. Yaitu pada September 2014 yang berjumlah 27, 73 juta jiwa.

Jika dibandingkan jumlah penduduk miskin di desa dan di kota, maka di Indonesia angka kemiskinan penduduk di desa lebih banyak daripada di kota. Walau tidak dapat dipungkiri, bahwa di kota-kota besar seperti Jakarta, tidak sulit untuk menemukan penduduk miskin di sana.

Terdapat beberapa faktor penyebab kemiskinan. Faktor pertama adalah pengangguran. Banyaknya pengangguran dalam suatu wilayah berbanding lurus dengan jumlah warga miskin. Karena warga yang menganggur, berarti mereka tidak dapat memperoleh penghasilan untuk memenuhi kebutuhannya.

Selain itu, pengangguran juga akan berdampak pada stabilitas sosial masyarakat. Dikhawatirkan banyaknya pengangguran dapat memicu berbagai masalah kenyamanan dan keamanan publik seperti pencurian, perampokan, pengemis, dan penyakit masyarakat lainnya.

Faktor berikutnya adalah tingkat pendidikan yang rendah. Masyarakat yang tidak memiliki atau kurang akan keterampilan, ilmu pengetahuan dan wawasan menjadikan mereka kesulitan untuk melakukan perbaikan taraf hidupnnya menjadi lebih baik.

Masyarakat yang memiliki pendidikan layak, lebih berpotensi untuk mengerti dan memahami bagaimana menghasilkan sesuatu dengan nilai yang lebih tinggi. Sehingga pada akhirnya taraf kehidupan mereka pun dapat ditingkatkan.

Dan faktor terakhir  adalah faktor bencana. Di mana Indonesia memiliki ancaman bencana yang begitu kompleks. Baik bencana alam, bencana non-alam maupun bencana sosial. Contohnya bencana alam antara lain seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan dan tanah longsor.

Sedangkan bencana non-alam contohnya seperti kegagalan teknologi, epdemi, dan wabah penyakit. Serta bencana sosial seperti konflik antar kelompok masyarakat dan terorisme.