Satu hal yang perlu selalu kita ingat, bahwa alam terbentang luas dan menyimpan banyak pelajaran untuk kita. Baik itu berupa keberadaan zatnya maupun fenomena atau perubahan yang terjadi pada apa-apa yang ada di alam.

Salah satu bentuk benda di alam ini yang patut untuk kita ambil pelajarannya adalah bulan. Bulan yang selalu identik dengan keindahan pantulan cahaya matahari pada malam hari ini, ternyata punya banyak kisah yang tersimpan untuk kita pelajari.

Pernah nggak sih sekali waktu memperhatikan bagaimana bentuk bulan dari waktu ke waktu. Tentu kamu akan melihat penampakan bentuk bulan yang berbeda-beda. Kadang purnama, kada sabit, kadang juga berbentuk bulan setengah.

Nah, satu fakta yang perlu kamu tahu juga, bahwa bulan itu melewati beberapa fase dalam peredarannya mengelilingi bumi. Dan tiap fase itu memiliki ciri-ciri yang berbeda-beda. Untuk tahu bagaimana-bagaimananya, langsung kita lihat saja yuk ulasannya!

1Fase Kesatu

kafeastronomi.com

Kalau kamu keluar di kala malam dan tidak menemukan keberadaan bulan, maka kamu jangan buru-buru kaget apalagi lapor polisi. Karena memang ada masanya bulan itu tidak nampak dari bumi, yaitu pada fase bulan pertama.

Kenapa bulan tidak terlihat pada fase ini? Ini dikarenakan bagian bulan yang menghadap ke bumi tidak mendapatkan cahaya dari matahari, sehingga bulan tidak terlihat oleh kita, bukan hilang ya!

2Fase Kedua

cintaitumisteri.blogspot.com

Fase bulan yang kedua disebut juga dengan fase sabit muda. Saat fase ini terjadi, bulan terlihat sabit, walaupun semakin hari akan semakin membesar.

Hanya sebagian sisi bulan yang nampak terang dari bumi. Sehingga memberi kesan bahwa itu ukuran bulan sebenarnya.

3Fase Ketiga

ardhimages.wordpress.com

Jika kamu melihat bulan yang bentuknya setengah, maka kamu telah melihat fase bulan yang ketiga atau sering disebut kuartal tiga. Kalau kita lihat dari bumi maka kamu akan melihat bulan yang terang hanya setengahnya saja.

4Fase Keempat

pixabay.com

Fase ini dimulai saat bulan berukuran setengah dan saat fase berlangsung pelan-pelan bagian bulan yang terkena cahaya akan semakin meluas. Oleh karena itu kita akan menemukan bentuk permukaan bulan yang lebih dari setengah, namun belum bulat penuh.

5Fase Kelima

catatan-kencor.blogspot.com

Nah, kalau kamu pernah lihat bulan purnama, maka ini adalah fase bulan kelima. Cahaya matahari mengenai seluruh permukaan bulan. Sehingga bentuk bulan bulat penuh. Jika bulan dilihat pada kondisi seperti ini, maka penampakannya indah sekali.

6Fase Keenam

indonesian-astronomy.blogspot.com

Fase bulan yang keenam ini berkebalikan dengan fase bulan yang keempat, ketiga dan kedua. Kenapa begitu? Ini dikarenakan di fase ini ukuran bulan yang terkena cahaya matahari semakin mengecil.

7Fase Ketujuh

id.up-wallpaper.com

Sama dengan fase yang keenam, fase ini pun ukuran bulan yang terkena cahaya matahari semakin mengecil. Bulan pada fase ini terlihat menjadi setengah bagian lagi. Jadi fasenya berkebalikan namun berulang.

8Fase Kedelapan

madinalmanshur.wordpress.com

Nah, fase yang kedelapan ini biasa disebut sabit tua, di mana bulan memiliki penampakan berbentuk sabit lagi. Namun karena urutannya berkebalikan dan berada di fase yang terakhir, maka sabitnya disebut sabit tua.

Demikianlah penjelasan singkat mengenai fase-fase bulan. Fase bulan ini mengingatkan kita pada kehidupan ini, di mana kita yang awalnya tidak berdaya sebagai seorang bayi, kemudian dewasa dan kembali melemah setelah tua.

Bagaimana, kita bisa kan mengambil pelajaran dari pelajaran fase bulan ini. Jadi, yuk banyak-banyak mengamati alam dan mengambil pelajaran dari apa yang terjadi!