Seperti yang kamu ketahui, bahwasanya bulan merupakan satelit satu-satunya yang menjadi milik bumi. Bulan bukanlah satelit buatan melainkan satelit alami. Bulan merupakan satelit terbesar ke-5 di barisan tata surya.

Namun, bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Ia mendapatkan cahaya dari pantulan sinar matahari.

Jarak bumi ke bulan yakni 384.403 km, diperkirakan 30 kali diameter bumi. Bulan berotasi terhadap bumi setiap 27,3 hari. Fase-fase bulan yang terjadi setiap 29,5 hari dipengaruhi variasi periodik sistem matahari, bulan dan bumi.

Ketika terjadi proses fase-fase bulan tersebut, pemandangan di langit menjadi sangat indah. Pasalnya, bulan menjadi objek paling terang di hamparan langit gelap.

Wajah bulan yang nampak ke bumi selalu sama. Bulan mulai berubah-ubah dari gelap ke terang pada fase berikutnya. Begitu juga dengan ukurannya yang secara perlahan berubah. Posisi bulan mulai bergeser pada saat itu.

Untuk mengerti bagaimana fase bulan secara keseluruhan, kamu hanya perlu mengenal empat fase utama, yaitu bulan baru, sabit, kuartal, dan purnama. Semua proses itu merupakan gambaran proses transisi seluruh fase.

Supaya kamu selalu ingat keempat fase berikutnya, istilah yang harus kamu hafal yakni sabit (crescent), gibbous, waxing (membesar), dan waning (mengecil).

Bagaimana bentuk dan cahaya bulan ketika mengalami perubahan fase? Yuk, simak ulasan dan gambar berikut ini.

1Fase Bulan Baru (New Moon)

astrologyking.com

Pernah lihat film fenomenal New Moon? Jika pernah, kamu pasti tahu bagaimana bentuk bulan baru ketika muncul di langit pertama kali.

Pada saat itu, bulan hampir tak terlihat karena sisi bulan yang menghadap bumi tidak menerima cahaya dari matahari. Bulan berada di satu garis lurus antara matahari dan bumi.

Bagian yang mendapat sinar matahari berada di belakang bulan, bukan di bagian wajah bulan yang menghadap bumi. Itulah sebabnya bulan nyaris tidak terlihat dari bumi.

2Fase Sabit Muda (Waxing Crescent)

korannonstop.com

Kamu pasti paling tahu bentuk bulan yang satu ini. Bulan sabit bercahaya membentuk kurang dari setengah bulan. Secara bertahap, bulan akan nampak lebih besar di fase selanjutnya.

3Fase Kuartal III (Third Quarter)

benkolstad.net

Tahap kuartal III terjadi ketika bulan terlihat setengah dari bentuk keseluruhannya. Baik kuartal III maupun kuartal I merupakan penampakan bulan setengah atau half moon.

Fase ini terjadi saat posisi bulan, bumi dan matahari membentuk sudut 90o. Itulah sebabnya kamu dapat melihat separuh bulan yang memperoleh cahaya matahari. Sementara separuh bagian bulan terlihat gelap.

4Fase Membesar (Waxing Gibbous)

mindbodyspiritualawareness.com

Pada fase ini, bulan disinari lebih dari separuhnya. Ukuran bulan akan nampak setengah lebih dari keseluruhannya. Prinsipnya, fase waxing merupakan fase perluasan penyinaran atau pembesaran.

5Fase Bulan Purnama (Full Moon)

youtube.com

Momen munculnya bulan purnama kerap dinantikan banyak orang. Pasalnya, bulan purnama merupakan penampakan bulan terindah dari keseluruhan.

Bulan purnama terjadi saat posisi bulan berlawanan dengan bumi. Tapi, bulan, bumi dan matahari masih berada dalam satu garis.

Posisi tersebut membuat seluruh permukaan bulan yang mendapatkan sinar matahari bisa kamu lihat dari bumi. Sementara bagian belakang bulan menjadi sisi gelapnya.

6Fase Mengecil (Waning Gibbous)

astronomiinfo.blogspot.com

Bulan akan mengalami proses ini setelah fase puncak yakni bulan purnama. Secara bertahap, bulan akan berproses menjadi kecil. Pada intinya, fase waning merupakan fase pengurangan atau pengecilan sinar matahari.

7Fase Kuartal I (First Quarter)

moonshottimsworlds.com

Sama seperti fase kuartal III, fase ini pun bulan terlihat setengahnya. Kamu hanya akan melihat bulan separuhnya saja dari bumi.

8Fase Sabit Tua (Waning Crescent)

tes.com

Bulan kembali menjadi bentuk sabit setelah mengalami fase kuartal. Dari bumi, kamu akan melihat kurang dari setengah bulan saja yang terlihat terang.

SHARE