Bagi kamu yang masih muda dan belum menikah, siapkan diri baik-baik. Karena cepat atau lambat kamu akan memasuki fase pernikahan. Agama, akhlak, dan materi harus benar-benar kamu pikirkan dengan matang dan penuh perhitungan.

nstylephotographix.com
nstylephotographix.com

Namun, berbagai ulasan dan cerita tentang pernikahan jangan sampai membuat kamu phobia terhadap pernikahan lantas menunda lama pernikahan kamu. Kamu harus segera menikah agar kamu dan pasangan punya waktu yang cukup banyak.

Cukup banyak untuk apa? Untuk menghadapi masalah bersama, meneguhkan cinta dalam learning by doing setelah menikah. Beberapa fase pernikahan di bawah ini barang kali bisa menjadi gambaran awal buat kamu.

1Fase Bulan Madu

jeremychou.com

Tentu saja semua pengantin baru bahagia bukan? Kehidupan baru, keluarga baru, banyak hal baru yang datang dan pergi begitu cepat. Dan tentu saja kamu dan pasangan juga mencoba hal-hal ‘baru’ bukan?

Fase pernikahan yang satu ini adalah masa yang paling bahagia. Kamu dan pasangan tidak akan banyak menemui kesulitan. Justru kebahagiaan akan semakin sempurna saat kamu dan pasangan memiliki momongan.

Dan kemudian masuklah ke fase kedua.

2Fase Ribet dan Repot

blog.dnevnik.hr

Mungkin bagi banyak pasangan, fase pernikahan pada tahap ini adalah masa yang shocking. Bikin kaget, banyak ribet dan repot, bahkan sesekali membuat stres. Tentu saja karena berbagai hal berkaitan si buah hati yang harus dipenuhi.

Jika tidak dilakukan komunikasi yang kontinyu, bisa-bisa cinta mulai merenggang. Istri yang repot sendiri di rumah menganggap suami kurang care, sedangkan suami berpikir kalau istri terlalu sering mengganggu fokusnya saat bekerja.

3Fase Sibuk Sendiri

1080.plus

Ketika anak mulai tidak terlalu merepotkan, pada usia SD atau SMP misalnya, kamu dan pasangan mulai sibuk dengan agenda masing-masing. Suami fokus pada karir, istri mungkin berbisnis atau membangun kegiatan sosial di masyarakat.

Nah, bukan kamu dan pasangan yang menjadi korban dalam kondisi semacam ini, toh hal yang kalian lakukan sama-sama positif. Namun, barang kali anak akan kurang perhatian. Dan hal ini tidak boleh terjadi. Anak sedang dalam masa perkembangan.

Perkembangan yang sangat krusial, masa penanaman karakter yang akan menentukan tabiat dan kebiasaan mereka saat dewasa nanti. Kamu harus pulang dan pasanganmu harus di rumah. Mulainya banyak komunikasi dan diskusi dengan anak.

4Fase Tujuan Kedua

soumennath.com

Pasa fase pernikahan inilah titik penting kedua dalam kehidupan kamu. Ini adalah masa saat anak kamu mulai memasuki dunia kuliah. 80-90% waktunya akan dihabiskan untuk kepentingan kuliah, di luar kota misalnya.

Tidak banyak yang bisa kamu lakukan untuk anak dalam usia ini. Yang harus kamu dan pasangan lakukan adalah mulai mengurangi kesibukan. Mulailah kembali banyak waktu berdua bersama, mulailah mendiskusikan tentang pernikahan anak.

Orang tua yang berpikir bahwa pernikahan anak adalah kewajiban dan beban yang harus ditanggung sang anak sendirian adalah orang tua yang tidak bertanggung jawab. Meskipun mereka telah dewasa, mereka tetap anak kamu dan tetap membutuhkanmu.

Mereka butuh nasehat, support, dan opsi. Tentu saja mereka membutuhkan materi untuk memulai kehidupan awal pernikahan mereka. Jadi, selain nasehat tentang calon pasangan hidup, kamu juga harus men-support sebagian pendanaan pernikahan.

Kamu tentu akan bahagia jika melihat anak kamu bahagia bukan? Itulah tujuan kedua kemu bukan?

5Fase Senja, Cerita, dan Warisan

athensoconeeaudiology.com

Lalu pada waktunya, kamu harus benar-benar berhenti bekerja dan menikmati masa tua bersama pasangan. Pada waktu inilah kamu harus siap sedia turut mendidik cucu-cucu kamu.

Jadilah ‘buku cerita’ yang mengisahkan ratusan perjuangan hidup kamu dan pasangan, anakmu dan pasangannya. Cucu kamu akan belajar banyak dari situ dan ia akan tumbuh menjadi pribadi yang teguh dan berkarakter.

Itulah warisan yang paling berharga, cerita dan pengalaman. Bukan harta atau kekuasaan. Dari cerita dan pengalaman itu, dalam alam bawah sadar cucu kamu akan mulai tertanam kearifan dalam agama dan akhlak yang penuh kebaikan.