abudzakira.wordpress.com

FAKTA! Inilah 6 Fenomena Alam yang Ada di dalam Al Qur’an

Posted on

Sesungguhnya, segala apa yang terjadi di muka bumi ini sudah tercatat jelas di dalam Al-Qur’an.

Hingga banyak peneliti atau ilmuwan barat yang kemudian masuk Islam karena telah meneliti fenomena alam yang hasilnya sama sekali tidak bertentangan dengan isi Al-Qur’an.

Bukankah fakta ini seharusnya bisa semakin menguatkan keimanan umat muslim? Maka, jangan pernah berhenti mengkaji, belajar, dan bertafakur agar semakin luas cara pandang kita, dan semakin kokoh bangunan iman.

Fenomena alam apa sajakah yang persis terdapat dalam Al-Qur’an?

Sungai di bawah Laut

andimanwno.wordpress.com
andimanwno.wordpress.com

Sungai di bawah laut ini terletak di Cenote Angelita, Mexico. Sungai ini pertama kali ditemukan oleh Mr.Jacques Yves Costeau.

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Al-Furqaan: 53)

Air Laut  yang Tidak Bercampur

mustanir.com
mustanir.com

Dua lautan yang tidak bercampur ini terletak di Selat Gibraltar, selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.

Sebagaimana yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an surat Ar-Rahman ayat 19 dan 20, yang artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.”

Gunung

siethie.blogspot.com
siethie.blogspot.com

Gunung tidak hanya memperindah pemandangan. Seperti yang sudah dikaji dari ilmu geologi, gunung berfungsi sebagai penyeimbang bumi dari goncangan.

Al-Qur’an telah menjelaskan fungsi gunung dalam beberapa ayat di antaranya dalam surat Al Anbiyaa ayat 21 dan surat An Naba’ ayat 6-7. Gunung diibaratkan sebuah paku yang menjadikan lembaran kayu tetap saling menyatu.

“Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” (QS Al Anbiya: 31)

“Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?” (QS An Naba’: 6-7)

Dasar Lautan yang Gelap

abudzakira.wordpress.com
abudzakira.wordpress.com

Kondisi dasar laut yang gelap baru bisa diketahui setelah adanya penemuan berupa teknologi canggih yang mampu melihat ke kedalaman.

Namun Al-Qur’an telah menjelaskan keadaan dasar lautan semenjak ribuan tahun lalu sebelum teknologi itu ditemukan. Al-Qur’an surat An Nur ayat 40 menjelaskan mengenai fakta ilmiah ini.

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya,

(dan) barang siapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikit pun.” (QS An Nuur: 40)

Garis Edar Tata Surya

softilmu.blogspot.com
softilmu.blogspot.com

Matahari, planet, satelit dan benda langit lainnya bergerak dalam garis edarnya masing-masing. Al-Qur’an surat Al Anbiya ayat 33 dan surat Yaasin ayat 38 menjelaskan mengenai fakta ilmiah tersebut dan terbuktilah kebenaranya.

Banyak ayat dalam Alquran yang menjelaskan tentang alam semesta dan tata surya. Beberapa di antaranya yaitu,

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (QS Al Anbiya:33)

“Dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS Yaa Siin: 38)

“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS Yaa Siin: 40)

Siklus Air

ermaynee.wordpress.com
ermaynee.wordpress.com

Penelitian modern menjelaskan bahwa sebelum hujan terbentuk, terdapat beberapa tahap sampai terciptanya air, yaitu:

Uap naik ke udara, kemudian terbentuklah awan. Jika awan sudah semakin menebal yang artinya kapasitas air sudah semakin banyak, maka turunlah hujan yang sekarang bisa kita lihat dan rasakan.

Hal ini sangat bersesuaian dengan firman Allah Swt: “Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal;

lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira.” (QS. Ar-Rum ayat 48)

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *