Yuk, Nonton 6 Rekomendasi Film Islami Terbaik Indonesia

nurbaitihikaru.com

Di antara sekian banyak film di Indonesia, khususnya film islami, beberapa di antaranya berhasil meraup banyak penonton karena jalan ceritanya yang sangat baik dan pantas menjadi tuntunan.

Buat kamu yang hobi menonton film, jangan sampai terlewat menyaksikan film islami juga ya. Sebagai salah satu suplemen bagi ruhani, sebuah film dengan nuansa islam yang kental bisa membantumu mencerna hikmah dan pelajaran sebagai seorang muslim.

Memangnya film islami apa saja sih yang direkomendasikan untuk ditonton?

1Ketika Cinta Bertasbih 1 (2009)

suaradakwahindonesia.wordpress.com

Mengisahkan perjuangan hidup dan cinta Azzam, seorang pelajar Indonesia di Mesir. Jika premisnya sedikit familiar, itu karena film ini adalah adaptasi dari novel karya Habiburrahman El Shirazy, pengarang novel Ayat-Ayat Cinta.

Film arahan Chaerul Umam dan diproduksi SinemArt ini memang disiapkan sebagai jawaban Kang Abik terhadap film Ayat-Ayat Cinta yang dianggap melenceng jauh dari novel karyanya.

Konon film ini diawasi penuh oleh Kang Abik agar sesuai dengan novelnya, dan pada akhirnya kisah ini pun terbagi jadi dua jilid film.

SinemArt pun melabeli sendiri film ini sebagai “mega film” dan menekankan bahwa film ini syuting di “100 persen asli Mesir”, tak seperti Ayat-Ayat Cinta yang syuting di India sebagai pengganti Mesir.

2Ketika Cinta Bertasbih 2 (2009)

abahgahul.wordpress.com

Strategi memecah novel karya Habiburrahman El Shirazy ini menjadi dua jilid film ternyata berhasil.

Dirilis di tahun yang sama dengan jilid pertamanya, jilid kedua ini mampu meraih penjualan tiket yang besar, walaupun ada selisih sekitar satu juta tiket.

Masih diarahkan Chaerul Umam, pada jilid ini dikisahkan Azzam telah lulus dari Mesir yang berjuang lagi dari bawah demi menghidupi keluarganya, pun kelanjutan kisah cintanya yang ternyata belum berakhir.

3Ketika Mas Gagah Pergi

blog.act.id

Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) merupakan novellet legendaris karya Helvy Tiana Rosa, yang ditulis tahun 1992 dan diterbitkan pertama kali tahun 1997.

Kini buku KMGP sudah cetak ulang 39 kali oleh 3 penerbit dan diperkirakan telah dibaca jutaan orang. KMGP bercerita tentang hubungan keluarga, hijrah dan keindahan Islam.

Beragam tokoh muda yang muncul kerap menyerukan kebaikan dan kecerdasan pemuda-pemudi Islam. Kini, KMGP diminta untuk dialihkan ke film layar lebar.

Film ini pengalurannya digarap secara tak linear, lebih cerdas, asyik, bahkan tak terduga meski para pembaca bukunya sudah tahu kisah yang mereka bilang legendaris ini. Film ini mengajak anak muda dan keluarga Indonesia berubah ke arah yang lebih baik.

4Bulan Terbelah di Langit Amerika

nurbaitihikaru.com

Bulan Terbelah di Langit Amerika adalah sebuah film Indonesia yang disutradarai oleh Hanum Rais dan dibintangi oleh Abimana Aryasatya, Acha Septriasa, Nino Fernandez dan Rianti Cartwright.

Bulan Terbelah di Langit Amerika mengisahkan tentang kelanjutan petualangan Hanum dan Rangga dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa yang berlanjut hingga ke Amerika Serikat.

Penggarapan film ini banyak dilakukan di New York City, dengan menghadirkan situs Gedung World Trade Center (WTC) pada tahun 2001 silam yang telah menjadi museum.

5Tausiyah Cinta

id.wikipedia.org

Tausiyah Cinta adalah film Indonesia yang diadaptasi dari buku dengan judul yang sama dengan judul film ini. Film yang dirilis pada tahun 2015 yang disutradarai Humar Hadi.

Sebuah film yang diproduksi oleh Bedasinema Pictures dengan para pemeran seperti Hamas Syahid, Ressa Rere, dan Rendy Herpy. Film ini sudah rilis pada Desember 2015.

699 Cahaya di Langit Eropa

movietard.com

99 Cahaya di Langit Eropa adalah film drama religi tahun 2013 dari Indonesia. Film ini adalah film ke-40 yang dirilis oleh Maxima Pictures.

Film drama ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra dan merupakan film Maxima Pictures yang termahal kala dirilis, dengan anggaran melebihi Rp 15 Miliar.

Film ini mendapat pujian dari Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono saat pemutaran film perdana di Djakarta Theatre pada tanggal 29 November 2013.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here