www.kanyetothe.com

Waspada! Macam-macam Fobia Ini Bisa Saja Mengelilingi Orang Tersayang di Sekitarmu

Posted on

Fobia yang berasal dari kata Phobic atau ketakutan berlebih terhadap sesuatu adalah sebuah gangguan psikis pada diri seseorang yang biasanya terjadi karena trauma masa lalu atau pada sesuatu.

Ketakutan ini biasanya akan kambuh dan menjadi kesakitan bagi si penderita saat si penderita berhadapan pada hal yang membuatnya trauma atau ketakutan tersebut.

Reaksi setiap orang yang mengalami fobia pada sesuatu benda atau kejadian biasanya bermacam-macam. Ada yang hanya berteriak ketakutan, bersembunyi, menangis, histeris menjadi-jadi, bahkan ada yang sampai pingsan atau mencoba bunuh diri.

Salah satu hal yang biasa dilakukan para psikiater atau terapis lainnya untuk menyembuhkan seorang penderita fobia adalah dengan terapi kejiwaan. Dengan cara menjadikannya pelan-pelan berani menghadapi rasa takut dan traumanya tersebut.

Nah, sebagai kewaspadaan baik pada diri sendiri maupun pada orang-orang tercinta di sekitar kita, mari berkenalan dengan berbagai macam fobia yang sering menghantui psikis orang ini.

Fobia Pada Hewan Tertentu

fobia serangga kiki widyasari
harrypotter.wikia.com

Pada kasus ini, beberapa orang akan takut kepada jenis hewan tertentu akibat pernah mengalami trauma dengan hewan tersebut.

Entah dia pernah digigit, atau melihat orang tersayangnya digigit, dilukai, dan masih banyak alasan lain, yang entah masuk akal atau bahkan tak masuk akal yang memaksa seseorang mengalami fobia ini.

Bagi orang yang fobia laba-laba biasa disebut dengan Arachnophobia, yang fobia pada kucing disebut Felinophobia, dan masih banyak lagi.

Biasanya orang yang fobia terhadap hewan akan melakukan reaksi sesuai dengan ketahanannya masing-masing. Ada yang berusaha mengusir hewan tersebut walau harus dengan membunuhnya, ada yang justru memilih menghindar atau malah pingsan.

Claustrophobia

www.verywell.com

Fobia yang satu ini menyerang seseorang dengan rasa takut teramat sangat kepada ruangan sempit, seperti kamar sempit, atau ruangan semacam lift.

Biasanya seseorang yang mengalami trauma ini menghindari masuk ke ruangan-ruangan sempit tersebut, imajinasi ketakutannya akibat trauma dengan ruangan sempit akan menyebabkannya bereaksi ketakutan bahkan sampai pingsan.

Mungkin di masa lalu mereka yang mengalami Claustrophobia pernah mengalami trauma dengan ruangan sempit. Entah pernah mengalami kecelakaan di lift atau disekap di kamar sempit, dan sebagainya.

Cenophobia

himonotales.wordpress.com

Hampir sama dengan Claustrophobia, namun bagi para penderita Cenophobia, ketakutan mereka adalah saat berada di dalam ruangan atau kamar kosong yang sepi dan lengang tanpa isi satupun.

Mungkin di masa lalu para penderita fobia ini pernah mengalami penyekapan atau kejadian tak menyenangkan yang membekas di ingatan sadar dan tak sadarnya sehingga membuatnya trauma.

Trauma yang dialami bisa berujung pada ekspresi penolakan berupa fobia yang berbeda-beda pada tiap penderitanya.

Lygophobia

harukadarkios.wordpress.com

Fobia yang satu ini mungkin sering terjadi, bahkan kadang bukan karena sebab trauma masa lalu, namun karena sebab tidak jelas, yaitu rasa tidak suka yang tak bisa dijelaskan yang menumbuhkan sebuah ekspresi penolakan.

Penderita Lygophobia sangat ketakutan pada gelap, ruangan gelap, atau saat mati lampu bahkan pun saat suasana malam hari.

Reaksi yang akan dilakukan tiap penderita juga berbeda-beda, ada yang memilih menyalakan lampu saat tidur, berteriak histeris sampai pingsan saat mati lampu, atau yang memilih tidur sebelum hari mulai gelap, dan sebagainya.

Necrophobia

metro.co.uk

Fobia yang satu ini bisa saja berujung pada suatu gangguan yang lebih serius lagi jika tak segera dilakukan terapi, karena sejatinya setiap manusia akan mengalami kematian.

Necrophobia adalah fobia dimana seseorang merasa takut untuk menghadapi kematian, entah kematiannya sendiri atau kematian orang-orang di sekitarnya.

Nah, pernahkah kamu temui seseorang terdekatmu mengalami gangguan psikis tersebut? Atau jangan-jangan dirimu sendiri?

Yuk, kenali lebih dalam gejalanya dan segera konsultasikan kepada ahlinya untuk menjalani terapi pemulihan agar tak berlarut-larut lebih parah.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *