Fomo merupakan singkatan fear of missing out. Fomo artinya takut ketinggalan (berita terbaru di media sosial). Penyakit Fomo ini rawan sekali menyerang para pengguna jejaring sosial.

Jika kamu termasuk orang yang risau jika belum membuka media sosial setiap sekian menit sekali, mungkin saja kamu bisa dimasukkan ke dalam golongan penderita Fomo.

Apalagi jika dilakukan survei kecil untuk mengetahui kadar ke-fomo-an seseorang dan jawabanmu banyak yang YA, maka akan semakin kelihatan sekali level Fomo yang kamu derita.

Memang seperti apa sih gejala fomo yang muncul dalam diri seseorang?

1Bangun Tidur Langsung Cek Notifikasi

jadiberita.com

Siapa yang hobi mengecek notifikasi setiap bangun tidur? Kalau kamu merasa begitu, awas, jangan-jangan ada penyakit FOMO dalam dirimu.

Muncul perasaan penting untuk selalu mengecek notifikasi di media sosial setiap hendak tidur dan bangun di pagi harinya, adalah salah satu ciri kuat dari seseorang yang mulai kecanduan jejaring sosial.

2Membuka Media Sosial Setiap 30 Menit

krona.cc

Setiap 30 menit sekali pasti mengecek ada berita apa di media sosial, ada pemberitahuan apa yang berkaitan dengan dirinya, apa yang sedang dilakukan teman-temannya.

Rasanya tidak ingin tertinggal kabar sedikit pun. Kalau tidak update, rasanya kuno dan jadi barisan orang-orang yang tertinggal dan tidak gaul

3Di mana pun Selalu Online

anitaramadhani11.wordpress.com

Tidak di rumah, di tempat kerja, di sekolah, saat makan, bahkan ketika di kamar mandi pun, ponsel selalu digenggam, selalu dalam keadaan online. Jika baterai habis, tak lupa menyediakan power bank agar bisa terus memantau akun media sosial.

4Resah Jika Bepergian Tanpa Sinyal untuk Mendapat Notifikasi Terbaru

hitper.com

Kalau tidak ada sinyal, rasanya dunia akan kiamat. Sinyal sudah seperti nyawa bagi para penderita FOMO. Sinyal adalah tanda kehidupan, karena dengan adanya sinyal, kamu bisa terus memantau berita, pemberitahuan yang penting di akun media sosial.

5Terus Mengecek Jejaring Sosial di mana pun

kabyos.com

Jejaring sosial adalah lingkungan hidup seorang penderita FOMO. Seolah dia tak lagi memiliki teman di dunia nyata. Dia hidup dalam dunia maya, bergaul dengan orang-orang melalui benda kecil bernama gadget.

Hati-hati ya. Boleh jadi orang-orang tipe ini akan menjadi orang-orang yang anti sosial di kemudian hari karena terlalu sering menjalin hubungan dengan tidak bertemu secara langsung.

6Asyik dengan Gadget Sendiri Saat Berkumpul dengan Orang Lain

portalberita25.blogspot.com

Nah, seperti yang disebutkan sebelumnya, para penderita FOMO ini jadi makin senang berteman dengan orang-orang melalui jejaring sosial daripada bertemu secara langsung.

Mengapa bisa begitu? Entahlah. Alasan ini hanya bisa dijawab oleh orang-orang tersebut, yang sudah kecanduan berat terhadap gadget dan jejaring sosial.

7Merasa Wajib Membagi Peristiwa yang Terjadi Saat Ini

owtop.blogspot.com

Update status adalah kewajiban nomor satu melebihi apapun. Sedang makan, update status. Sedang minum, mandi, pakai baju, semua kegiatan sehari-hari yang sudah standar pasti tak ketinggalan untuk di unggah ke media sosial.

Apalagi kegiatan berwisata yang sudah pasti lain dari biasanya. Mengunggah foto menjadi yang pertama, tentu diikuti status yang menjelaskan tempat tersebut, perasaan, dan apa yang terjadi pada saat itu.

Orang-orang seperti ini biasanya cukup menjengkelkan bagi sebagian orang yang lain. Seolah apa yang ia kerjakan dalam hidupnya sangat penting untuk diketahui oleh orang lain.

8Pamer Pencapaian agar Dikagumi

jalantikus.com

Wah, sudah masuk tahap kritis jika semua yang ia lakukan diunggah ke media sosial. Bisa-bisa, bukan mendapat like dari orang lain, tapi justru mengundang haters karena dianggap pamer.

9Gadget Diletakkan di sebelah Tempat Tidur

lifestyle.okezone.com

Sebab para penderita penyakit ini sangat butuh untuk mengetahui perkembangan yang terjadi di media sosial, maka setiap hendak tidur, ponsel harus ada di sebelahnya persis agar setiap saat jika ada notifikasi masuk, bisa dicek segera.

Apakah kamu termasuk ke dalam orang-orang dengan gejala penyakit FOMO seperti yang disebutkan di atas?