Baru-baru ini fotografer cuaca ekstrim, Marko Korosec, mengabadikan foto-foto menakjubkan di Jembatan Crni Kal, Slovenia. Jembatan Crni Kal merupakan jembatan yang menghubungkan pesisir dan laut Adriatik dengan pedalaman Slovenia.

Jembatan setinggi 300 meter di atas lembah itu terselimuti kabut putih. Belakangan ini cuaca ekstrim sedang melanda Slovenia.

Tapi, siapa sangka, jembatan tersebut justru terlihat seperti jalan menuju awan.

Terlebih ketika malam hari tiba, pemandangan di area jembatan semakin cantik dengan polesan warna merah, hijau dan biru yang berasal dari lampu jalan dan kendaraan.

Selimut kabut yang menyatu dengan cahaya membuat panorama semakin eksotis. Kamu dapat menyaksikannya setiap musim dingin di Slovenia.

Marko melakukan fotografi ekstrim dengan memantau cuaca selama 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu.

Ia mencari fenomena berbahaya di seluruh dunia, termasuk di Slovenia. Jadi, menurutnya, fotografi Slovenia bukan yang pertama.

Fotografer profesional itu menjelaskan bahwa di musim dingin, Slovenia berada pada kondisi dengan inversi termal. Inversi termal adalah kondisi dimana udara hangat berada di atas udara dingin.

Itulah sebabnya, kabut tebal menyelimuti seluruh jembatan yang terletak di atas 300 meter dari permukaan laut.

Sebenarnya, sangat berbahaya jika mengemudi lewat kabut tebal ini. Namun, tidak ada satu pun peristiwa kecelakaan.

1Jalan Menuju Awan

dailymail.co.uk

Inilah gambar jembatan yang diabadikan Marko Korosec. Jembatan tersebut dibangun di atas lembah. Ketika musim dingin, jembatan seperti jalan menuju awan.

2Bak Negeri Dongeng

dailymail.co.uk

Jembatan Crni Kal memang terletak 328 kaki di atas lembah, tetapi sebenarnya terukur 984 kaki di atas permukaan laut.

dailymail.co.uk
dailymail.co.uk

Saat kabut terpapar cahaya jalan dan kendaraan, jembatan terlihat seperti negeri dongeng. Goresan warna merah, hijau, dan biru seakan menyatu dengan jembatan.

3Keberanian Para Pengemudi

dailymail.co.uk

Marko menangkap gambar para pengemudi yang seharusnya beristirahat justru menantang tebalnya kabut putih.

Selama 34 tahun, Marko menyaksikan pemandangan yang sama setiap kali musim dingin. Para pengemudi seperti tidak takut pada ancaman cuaca ekstrim beberapa hari terakhir.

Ketika jalan terlihat jelas di tengah kabut yang padat, Marko melihat ada mobil saling menyalip dengan kecepatan penuh.

Mereka benar-benar tidak takut mati dan termakan bahaya di Jembatan Crni Kal.

4Karya Seni Fotografi Terindah

dailymail.co.uk

Marko memantau kondisi di Jembatan Crni Kal dengan melihat data meteorologi dan model cuaca sehingga ia tahu kapan waktu yang tepat untuk memotret dan mendapatkan gambar terbaik.

Ia sangat paham bahwa cuaca semacam itu berlangsung dalam beberapa hari. Lapisan atas biasa berfluktuasi tergantung pada kondisinya, dingin atau panas.

Kabut akan terlihat lebih tinggi di siang hari dan rendah di malam hari. Hal tersebut disebabkan oleh kepadatan dan situasi cuaca menyeluruh seperti, kerapatan udara dan angin.

5Pengambilan Foto di Pagi dan Malam Hari

dailymail.co.uk

Marko mengambil gambar setiap pagi dan malam hari. Kabut tebal akan menciptakan suasana mencekam tatkala matahari terbenam. Saat itulah warna merah, hijau, dan biru tersorot indah dan meresap ke awan.

dailymail.co.uk
dailymail.co.uk

Marko menggunakan tripod ketika mengambil foto dalam waktu yang lama. Ia memotret sekitar 15-20 detik. Penerangan ia dapatkan dari lampu depan dan belakang mobil yang berlalu lalang.

6Monitoring Cuaca

dailymail.co.uk

Marko sungguh-sungguh memantau cuaca selama 24 jam penuh dalam 7 hari berturut-turut. Ia sukses mengambil fenomena paling berbahaya untuk dijadikan bagian dari portofolionya.

Itulah tadi kumpulan foto-foto hasil jepretan Marko Korosec yang begitu menakjubkan.

Tidak ada ketakutan untuk menghadapi kabut tebal dibandingkan dengan mengabadikan keindahan luar biasa di Jembatan Crni Kal.