Mendengar kata Milky Way pasti yang ada dalam bayanganmu adalah susu. Namun mliky way dalam hal ini sama sekali tak ada kaitannya dengan foto susu.

Milky way berasal dari Bahasa Latin yaitu Via Lactea yang artinya susu. Istilah ini kemudian di dalam Bahasa Indonesia disebut sebagai Bima Sakti.

Seperti yang kita ketahui bahwa Bima Sakti adalah galaksi dimana bumi sebagai tempat tinggal kita termasuk di dalamnya. Memotret milky way adalah sebuah kehebatan yang tidak sembarangan.

Pasalnya memotret dengan kondisi minim cahaya di malam hari bukanlah sesuatu yang mudah. Selain membutuhkan alat-alat yang mendukung, keahlian dalam memfoto juga mutlak diperlukan.

www.buzzfed.com
www.buzzfed.com

Tempat dan waktu pengambilan sangat diperhitungkan agar hasil foto milky way tersebut bagus. Langit yang difoto harus jauh dari pencahayaan lampu-lampu kota seperti pegunungan, tepi pantai, pedesaan, dan tempat menakjubkan lainnya.

Waktu pengambilan biasanya pada dini hari. Belum lagi penantian agar tak ada angin yang membawa awan-awan sehingga dapat mengganggu pengambilan gambar.

Ilmu untuk memotret milky way disebut juga dengan Astrografi. Astografi merupakan cabang seni fotografi yang mengambil obyek foto seputar langit seperti bulan, binyang, planet, galaksi, nebula, dan cluster.

Seorang fotografer dari British bernama Rob Dickinson memotret milky way di langit New Zealand. Ia menggunakan kamera Cannon 6D dan Gigapan Pro.

Setidaknya kamera ini membantunya mengambil 80 jepretan foto untuk mendapatkan 1 gambar. Keseluruhan pemotretan memakan waktu kurang lebih 30 menit. Sungguh sebuah karya yang didapatkan dengan kerja keras dan totalitas.

6 foto karya Rob Dickinson di bawah ini akan membuatmu merasa betapa kerdilnya dirimu dibandingkan alam semesta raya.

1Semburat Hijau dan Jingga di Kaki Langit.

www.buzzfed.com

Gambar pertama diambil di sebuah perairan yang tenang. Bukit di ujung perairan tersebut tak terlalu besar. Begitu juga dengan pohon-pohon yang tidak terlalu banyak.

Di kaki langit yang berada di balik bukit terdapat semburat jingga yang menandakan bahwa matahari tak lama lagi akan keluar dari peraduannya.

Semburat jingga ini terlihat sangat indah berpadu dengan semburat hijau di sisi kiri langit. Subhanallah, betapa indahnya fragmen ciptaan Allah.

2Langit di Balik Bukit Terjal

www.buzzfed.com

Gambar kedua juga mengambil perairan tenang. Namun perairan kali ini memiliki banyak bukit-bukit terjal yang berjajar seperti orang yang sedang bergandengan.

Bentuk gumpalan awan yang membentuk setengah lingkaran di balik bukit berwarna abu-abu kebiruan seperti saat kamu menumpahkan cat air dengan tidak sengaja di lantai. Gradasi warna yang sulit dideskripsikan dengan kata-kata.

3Secercah Cahaya di Kaki Langit

www.buzzfed.com

Obyek foto yang ketiga juga sebuah perairan. Namun, yang lebih ditonjolkan adalah wilayah daratannya yang menyatu dengan wilayah perairan.

Namu,n keunikan yang paling menonjol dari gambar diatas adalah secercah cahaya yang seolah-olah muncul di kaki langit dan dibawah air sebelah kanan gambar. Cahaya ini merambat ke depan membuat seperti jembatan harapan.

4Langit di Padang Batu yang Damai

www.buzzfed.com

Tidak seperti gambar-gambar sebelumnya, gambar ke empat mengambil obyek di sebuah padang batu yang damai. Batu-batu tinggi berdiri tegak di padang ini. langit yang cukup cerah dan bersih dengan bertabur bintang tampak menakjubkan.

5Langit Hijau yang Menawan

www.buzzfed.com

Selama ini warna langit yang kita kenal adalah biru dan abu-abu. Namun, gambar di atas menggambarkan langit hijau yang sangat menawan.

Langit berwarna hijau ini ternyata tak kalah memberikan kesan damai jika dibandingkan dengan langit biru.

SHARE