Surga adalah satu-satunya tempat yang amat dirindukan semua amat manusia untuk kembali kelak. Setelah mati dan meninggalkan dunia ini.

Sungguh kenikmatan-kenikmatan dalam al jannah tidak akan dicapai oleh indera manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati siapa pun.

Demikianlah yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:

“Allah berfirman (artinya): ”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia. (HR. Muslim no. 2824)

Surga, dalam Al- Qur’an telah Allah jelaskan secara gamblang, bagaimana nikmat dan keindahannya yang luar biasa, bahkan kita pun sulit membayangkannya.

Terutama dalam QS Ar-Rahmaan, bagaimana Allah menjelaskan tentang apa saja yang akan kita dapatkan jika kita kelak menjadi ahli surga kelak, penghuni yang akan mengisi tempat terindah tersebut.

Untuk itu, sudah seharusnya kita saling berlomba-lomba dalam kebaikan, demi meraih ridho Allah SWT agar kelak di hari akhir, Allah berikan kita tiket untuk bisa masuk menghuni surgaNya.

Kenikmatan yang ada di di surga menggambarkan bahwa Allah memberikan rahmatnya begitu luas sampai tidak terhitung oleh makhluknya. Namun hal itu bukan hanya semata-mata dari perbuatan amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba.

Bahkan nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai Imamul Anbiya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu surga, hal disebabkan tidak hanya karena amal shalihnya, namun karena rahmat Allah SWT.

فَإِنَّهُ لَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ أَحَدًا عَمَلُهُ قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ

“Sungguh bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat bertanya: “Demikian juga engkau wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. (HR. Al Bukhari no. 6463 dan Muslim no. 2816).

Nah, berikut ini adalah 4 rangkuman tentang gambaran surga yang telah Allah sebutkan dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Yuk silahkan disimak!

5Para Penghuni Surga

muslimahcorner.com

Dalam surat Ar Rahmaan, telah banyak dijelaskan tentang siapa-siapa sajakah orang yang berhak menjadi penghuni surga Allah kelak.

Seperti dalam ayat 46, “Dan bagi yang takut saat menghadap Tuhannya ada dua surga.”, serta dalam ayat 62, “dan selain dari dua surga itu ada dua surga lain.”.

Menurut tafsir dari Ibnu Abbas dan Abu Musa Al-Asy’ari, bahwa dua surga yang pertama disediakan untuk para Muqaribbin sedangkan dua surga di bawahnya untuk orang golongan kanan.

Berperawakan seperti Adam. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدَهُ حَتَّى اْلآنَ

“Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Berusia masih muda. Dari shahabat Syahr bin Husyab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:

يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاَثِينَ أَوْ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ سَنَةً

“Penghuni al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan rambut pendek, jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga puluh tahun atau tiga pulu tiga tahun.” (HR. At Tirmidzi no. 2468, dihasankan Asy Syaikh Al Albani.

Keraguan ini berasal dari perawi, namun dalam riwayat Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al Baihaqi dengan riwayat tegas tanpa ada keraguan yaitu berusia 33 tahun. Lihat Tuhfatul Ahwadzi 7/215).

Orang pertama kali yang mengetuk pintu al jannah, lalu membukanya dan kemudian memasukinya adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَنَا أَكْثَرُ اْلأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ

“Saya adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat dan saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah.” (HR. Muslim no. 196)

Masih dari shahabat Anas bin Malik namun dalam riwayat At Tirmidzi, dengan lafadz:

“Saya adalah orang yang pertama kali keluar jika mereka dibangkitkan. Saya adalah orang pertama kali bicara, jika mereka diam. Saya adalah pemimpin mereka, jika mereka dikirim. Saya adalah pemberi syafaat kepada mereka, jika mereka tertahan. Saya adalah pemberi berita gembira, jika mereka putus asa. Panji pujian ada digenggaman tanganku. Kunci-kunci al jannah ada ditanganku. Saya adalah keturunan Adam yang paling mulia di sisi Rabb-ku dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini. Saya dikelilingi seribu pelayan setia laksana mutiara yang tersimpan.”

Sekalipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata’ala (dengan rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali masuk al jannah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

نَحْنُ اْلآخِرُونَ اْلأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ

“Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita, dan kita diberi kitab sesudah mereka.” (HR. Muslim no. 855)

Selain itu, Allah subhanahu wata’ala pun menampilkan umat Islam dengan penampilan yang amat indah. Masih dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً

“Rombongan pertama yang masuk Al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit.”
(HR. Al Bukhari no. 3327, Muslim no. 2824).

Lalu siapakah diantara umat Islam yang pertama kali masuk al jannah? Hal yang sama pernah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tanyakan kepada para shahabatnya. Seraya mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Barulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Mereka adalah kaum faqir Muhajirin yang terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Salah seorang dari mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya namun ia tidak mampu menunaikannya. Para Malaikat berkata: ” Ya Rabb-kami, kami adalah para malaikat-Mu, penjaga-Mu, dan penghuni langit-Mu, janganlah Engkau dahulukan mereka daripada kami memasuki jannah-Mu! Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Mereka terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Ada salah seorang diantara mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya yang tidak mampu ia tunaikan. Mendengar jawaban Allah seperti itu, para malaikat segera masuk ketempat mereka dari semua pintu seraya berkata,” Salam sejahtera untuk kalian atas kesabaran kalian. Ini adalah sebaik-baik tempat tinggal.” (HR. Ahmad dan At Thabarabi, dari shahabat Abdullah bin Umar)

Sementara dalam riwayat Al Imam Muslim dan At Tirmidzi menjelaskan selisih waktu antara rombongan orang-orang fakir dengan orang-orang kaya masuk ke dalam al jannah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ اْلأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا

“Orang-orang fakir kaum Muhajirin masuk Al Jannah mendahului orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 40 tahun.” (HR. Muslim no. 2979).

4Makanan dan Minuman di Surga

putri-agung.blogspot.com

Jika di dunia kita sudah terbiasa dengan makanan yang mungkin kurang higienis dan banyak yang justru bisa mendatangkan penyakit, maka hal tersebut tak akan pernah ada di surga kelak.

Surga merupakan sebaik-baik tempat kembali. Dengan segala bentuk keindahan dan kemewahan yang akan Allah berikan bagi hamba-hambaNya yang bertakwa kepadaNya.

Dalam Al-Qur’an Allah telah dengan sangat jelas menceritakan kepada para hambaNya tentang makanan dan minuman apa saja yang akan mereka, para ahli surga, dapatkan saat berada di surga.

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur.” (QS Al Insaan ayat 5).

“(yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya.” (QS Al Insaan ayat 6).

3Para Bidadari Surga yang Cantik Jelita

ibu-zahraa.blogspot.com

Salah satu kenikmatan yang akan Allah berikan kepada hamba-hambaNya yang bertakwa di surgaNya kelak adalah para bidadari yang cantik jelita untuk menjadi teman dan isteri di surga kelak.

Mereka amatlah cantik, dengan kesempurnaan yang tak aka nada yang menandingi, selalu perawan dan memiliki senyum serta paras yang indah.

Mereka amat setia dalam mendampingi para ahli surga.

Dalam QS Ad Dhukan ayat 54 disebutkan, “demikianlah dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari.”.

Dan tentang sosok dari bidadari tersebut, Allah ejlaskan dalam QS Waqi’ah ayat 22-23, “Dan ada bidadari-bidadari bermata jeli laksana mutiara yang tersimpan baik.”.

Pada dua surga tersebut masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri-sendiri. Seperti dalam QS Ar Rahmaan ayat 50, “Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.”.

Dan satu lagi dijelaskan di QS Ar Rahmaan ayat 66, “Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.”. Satunya memiliki mata air yang mengalir, satu lagi mata airnya memancar.

Dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim telah digambarkan bahwa bidadari penghuni surga memiliki keharuman yang sangat semerbak dan jika seorang bidadari diturunkan ke bumi maka keharumannya akan memenuhi antara langit dan bumi serta dia akan menyinari langit dan juga bumi.

Dalam QS. Al-Waqiah ayat 35-37 Allah SWT gambarkan bahwa para bidadari penghuni surga diciptakan dengan umur sebaya yaitu usia puncak kematangan sekitar 33 tahun.

Mereka diciptakan tidak pernah tua dan selalu perawan, setiap pasangannya akan selalu merindukan sopan santun tutur katanya, kecantikan wajahnya, keindahan penampilannya, dan rasa kasih sayangnya.

Sungguh beruntung bagi setiap penghuni surga nantinya. Bidadari penghuni surga ini bertutur kata, maka tidak jenuh orang yang mendengarnya, bahkan ingin terus menerus mendengar suaranya yang sangat merdu ditelinga.

Mereka memiliki akhlak yang bagus nan indah sebagaimana kecantikan pesona wajah-wajah mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang (berakhlak) baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar Rahman: 70)

2Pakaian dan Perabotan di Surga

modelrumahminimalis.com

Selain berbagai kenikmatan makanan, minuman, pasangan, dan keindahan alam di surga, Allah juga telah menyediakan segala fasilitas terbaik bagi hamba-hambaNya yang ahli surga.

Pakaian dan rumah serta perabotannya adalah sebaik-baiknya bentuk, bahkan kita tak akan pernah sanggup membayangkan keindahannya saat ini.

Allah telah menjanjikannya dalam QS Ar Rahmaan ayat 54, “Mereka bertelekan di atas permadani yang di sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.”.

Para penghuni surga memakai pakaian khusus. Pakaian khusus yang dirancang Allah bagi mereka. Yaitu pakaian hijau yang terbuat dari sutra halus dan sutra tebal.
Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia nyiakan pahala orang orang yang mengerjakan amalannya dengan baik. Mereka itulah orang orang yang bagi mereka surga ‘Adn, mengalir sungai sungai di bawahnya. Dalam surga itu mereka dihiasi gelang emas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutra halus dan sutra tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan dipan indah. Itulah pahala yang sebaik baiknya dan tempat istirahat yang indah. (QS. Al Kahfi : 30-31).
Imam Ahmad meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra, seorang sahabat pernah bertanya “Wahai Rasulullah, beritahu kami tentang pakaian para penghuni surga. Apakah pakaian ciptaaan ataukah tenunan buatan ?” Abdullah berkata “Sebagian orang lalu tertawa” Rasulullah saw bersabda “Apa yang kalian tertawakan ? Menertawakan orang bodoh yang bertanya ?” Rasulullah saw kemudian berpaling seraya bertanya, “Mana orang yang bertanya itu ?” Abdullah berkata “Dia, wahai Rasulullah !” Rasulullah saw bersabda “Tidak, bahkan dari pakaian itu mengeluarkan buah buah surga.”
(HR. Ahmad).
Dalam Shahih Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda “Barangsiapa masuk surga akan bahagia dan tidak akan sengsara, tidak akan hancur pakaiannya dan tidak akan sirna kemudaannya. Di surga iu adalah apa apa kenikmatan yang tidak pernah terlihat mata, tidak pernah terdengar telinga dan tidak terbetik dalam hati siapapun.” (HR. Muslim dan Ahmad).
Dalam hadits terdahulu pernah ditegaskan dari Abu Sa’id Al Khudri ra, bahwasanya seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, beruntunglah (Thuba) orang orang yang menyaksikan anda dan beriman kepada anda.’ Rasulullah saw menjawab “Beruntunglah orang orang yang melihatku dan beriman kepadaku. Namun beruntunglah, beruntunglah dan beruntunglah, bagi orang orang yang beriman kepadaku sekalipun belum pernah melihatku.’ Sahabat tersebut bertanya lagi, ‘Wahai Rasulullah apa Thuba itu ?” Rasulullah saw menjawab “Sebatang pohon di surga yang besarnya selebar perjalanan seratus tahun, mengeluarkan pakaian penghuni surga dari kelopak kelopaknya.” (HR. Ahmad).
Adapun mengenai keelokan pakaian penghuni surga dijelaskan dalam riwayat Ahmad dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda “Sungguh, tali cambuk salah seorang kalian di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya. Sungguh busur panah salah seorang kalian di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya. Sungguh, kerudung perempuan di surga lebih baik dari dunia dan dua kali lipatnya.” (HR. Ahmad).
Dalam Shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan, Rasulullah saw bersabda “Perhiasan yang dipakai seorang mukmin sampai batas yang dicapai air wudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Rasulullah saw bersabda “Rombongan pertama yang masuk surga, wajah mereka bagaikan cahaya bulan di malam purnama. Rombongan kedua bagaikan bintang yang bercahaya yang paling terang di langit. Setiap lelaki dari mereka diberi dua orang istri dan bidadari, yang masing masing memakai tujuh puluh macam perhiasan. Sumsum pada betis keduanya kelihatan dari balik daging dan perhiasan mereka, sebagaimana minuman berwarna merah bisa dilihat dalam gelas kaca yang putih.”
(HR. Thabrani).

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku tahu penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka dan penghuni al jannah yang paling akhir masuk al jannah. Dia keluar dari neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah (surga) dan masuklah ke dalamnya!’ Orang tersebut bergegas pergi ke jannah dan tergambar dalam pikirannya bahwa al jannah itu telah penuh sesak. Maka ia pun kembali dan berkata kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, aku dapati al jannah telah penuh!’ Allah pun berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah dan masuklah ke dalamnya! Sesungguhnya engkau berhak atas nikmat sebesar dunia dan sepuluh kali lipatnya.’ Orang tersebut berkata, ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau mengejekku dan menertawakanku, karena Engkau Sang Raja Penguasa?”

Abdullah bin Mas’ud berkata: “Kulihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” Beliau bersabda: “Itulah derajat penghuni al jannah yang paling rendah.” (HR. Al Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)

Nah, dari kempat gambaran surga dalam Al-Qur’an di atas, sudahkah kita merasa pantas menjadi ahli surgaNya kelak?

Jika belum pantas sama sekali, semoga kesempatan yang Allah berikan sebelum ajal menjemput, dapat menjadi waktu-waktu terbaik kita untuk memantaskan diri.

1Amalan-amalan Ahli Surga

Beberapa amalan penduduk surga di dunia secara terperinci :

Bertobat dan memohon ampunan kepada Allah kdari seluruh dosa dan kesalahan. Senang bersedekah, mampu menahan amarah serta memiliki sifat pemaaf.

Allah berfirman :

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah – Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Rabb mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.” (QS. 3:133-136).

Berhijrah dari keburukan (jahiliyah) kepada kebaikan (islam), serta berjihad dengan harta dan jiwa demi meninggikan kalimatullah juga termasuk amalan para calon penghuni surga.

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Rabb mereka mengembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. 9:20-22)

Yang selanjutnya adalah istiqomah dalam ketaatan dan bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. Firman Allah :
“Sesunguhnya orang-orang yang mengatakan : “Rabb kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. 46:13-14)

Jika kamu merindukan surga, maka berusahalah untuk khusyu` dalam shalat, serta meninggalkan perbuatan yang tidak berguna dan membayar zakat, dan menjaga kemaluan serta memelihara amanah.

Firman Allah :
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (QS. (ya’ni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. 23:1-11)

Diriwayatkan dari Imam Ahmad dan yang lainnya bahwa Nabi n bersabda : (Sungguh telah diturunkan kepadaku 10 (sepuluh) ayat, maka barangsiapa yang melaksanakannya niscaya ia masuk surga kemudian Beliau n membaca “Qod aflahal mu`minun….” Al Ayat).

Menuntut ilmu syar`i yang sesuai dengan Al-Qur`an dan As-Sunnah disertai implementasinya dalam kehidupan.

Dari Abu Umamah berkata : saya telah mendengar Rasulullah n berkhutbah pada haji wada` maka beliau n bersabda :
“Barangsiapa meniti suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah memudahkan jalan baginya ke surga.” H.R. Muslim.

Berwudhu` secara sempurna dan dilanjuti dengan membaca syahadatain setelah selesai berwudhu`juga mengantarkan kamu ke surga.

Dari Umar bin Khaththab z bahwa Nabi bersabda :
“Tidaklah salah satu diantara kalian yang berwudhu`, lalu disempurnakan wudhu`nya itu, sesudah itu dia berucap : “Asyhadu an la ilaha illallah, wa anna Muhammadan `abdullah wa rasuluhu (Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang haq untuk disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah seorang hamba dan rasul-Nya) melainkan dibukakan baginya 8 pintu surga yang dapat dimasukinya dari mana saja menurut kehendaknya.” H.R. Muslim.

Di antara amalan ahli surga juga termasuk didalamnya suka membaca Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah, berdoa kepada-Nya, meminta dan berharap kepada-Nya.

Di antara ahli surga yakni beramar ma’aruf (menyuruh orang berbuat kebaikan), bernahi munkar (melarang orang dari berbuat buruk), berjihad di jalan Allah dalam memerangi orang kafir munafikin.

Di antara amalan ahli surga selanjutnya adalah adil dalam semua urusannya, adil terhadap semua makhluk sampai terhadap orang kafir, dan amalan-amalan yan serupa.

Di antara amalan ahli surga yaitu menyambung tali persaudaraan terhadap orang yang memutuskannya, memberi kepada orang yang pelit kepadamu, memaafkan orang yang menzalimimu, karena Allah menyediakan surga bagi orang-orang bertakwa, yaitu orang-orang yang tetap berinfak dalam kondisi lapang maupun sempit, menahan amarah, memaafkan manusia, dan Allah menyukai orang-orang yang senantiasa berbuat baik.

Di antara amalan ahli surga lainnya adalah ikhlas beribadah kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, cinta kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, takut kepada Allah dan berharap rahmat-Nya, kembali kepada-Nya, bersabar menetapi hukum-Nya, dan menyukuri nikmat-nikmat-Nya.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman :
Sesungguhnya Allah memasukkan orang orang beriman dan beramal saleh ke dalam surga surga yang dibawahnya mengalir sungai sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang gelang dari emas dan mutiara dan pakaian mereka adalah sutra. (QS. Al Hajj : 23).
Sesungguhnya orang orang bertakwa berada di tempat yang aman, yaitu di dalam taman taman dan mata mata air, mereka memakai sutra halus dan sutra tebal, duduk berhadap hadapan.
(QS. Ad Dukhan : 53).
SHARE