Menopause atau berhenti haid bukan berarti ada jeda atau ada sesuatu yang berhenti dalam hidupmu. Menopause bisa kamu posisikan sebagai sebuah gerbang, awal dari tahapan baru dalam hidup.

Tahap menpause ini harus bisa kamu sikapi dengan baik, sebab tak sedikit juga wanita yang panik dan stres hanya karena dirinya sudah masuk masa menopause.

Bila kamu bisa selalu bersemangat, maka fase transisi dari reproduksi ke non-reproduksi di kehidupanmu akan berjalan mulus.

Berikut gejala-gejala menopause yang harus diketahui para wanita;

1Perubahan Siklus Menstruasi

makeyousmarter.blogspot.com

Anda mungkin melihat beberapa penyimpangan dalam periode menstruasi, seperti darah lebih banyak atau lebih sedikit dari bisasanya.

Lama menstruasi pun bisa berubah. Masa menopause ini bisa diketahui pasti setelah melakukan tes kehamilan, dan menyampingkan kehamilan.

2Hot Flashes

health.harvard.edu

Ini adalah perasaan tiba-tiba panas baik di bagian atas atau di seluruh tubuhmu. Intensitas bervariasi pada setiap orang. Kamu bisa merasakan berkeringat atau wajah bisa berubah menjadi merah.

3Perubahan Suasana Hati

jateng.tribunnews.com

Adalah wajar bagi perempuan mengalami perasaan mudah marah, depresi, perubahan suasana hati, dalam suasana pra-menopause.

Perasaan ini datang dan pergi, serta bisa ke posisi terendah maupun esktrem dalam waktu singkat. Hal ini disebabkan fluktuasi hormon, seperti estrogen.

Situasi semacam “gatal, judes, berkeringat, mengantuk, kembung, pelupa, psiko, dll” yang kerap dianggap mengganggu, pada akhirnya bisa diatasi dengan baik sebab kamu sudah tidak menstruasi lagi.

amazonhealthnews.com
amazonhealthnews.com

Selain itu, perubahan mood juga banyak dialami wanita yang dalam situasi pra-menopause. Layaknya pra-mensruasi sindrom (PMS). Hanya saja, perubahan mood ini tak muncul setiap bulan.

Berbagai perubahan itu disebabkan oleh perubahan hormon, termasuk perubahan dalam fungsi seksual sebelum dan sesudah menopause.

4Perubahan Kulit, Rambut, dan Jaringan

zona-sehat.com

Ketika usia bertambah, hilangnya jaringan lemak dan kolagen akan membuat kulitmu kering dan tipis.

Hal ini mempengaruhi elastisitas dan pelumasan kulit dekat saluran vagina dan kemih. Menurunnya tingkat hormon seperti estrogen dapat menyebabkan rambut rontok, rapuh, dan kering.