Freddy Budiman seorang bandar narkoba kelas kakap sempat membuat heboh saat ditahan di Lapas Cipinang karena mendapatkan fasilitas mewah di sana. Bahkan terpidana mati ini sering ditemani oleh model majalah pria dewasa, yaitu Vanny Rosyane.

Ketika dikurung di LP Cipinang, Freddy masih dengan mudah bisa megontrol jaringan narkoba internasional. Sama halnya ketika dia dipindahkan ke Lapas Batu, Nusakambangan, Jawa Tengah. Ternyata Freddy masih memiliki kekuatan untuk mengatur jaringan tersebut.

Puluhan tahun sudah masuk dunia hitam membuat Freddy mulai berfikir dan berusaha berubah menjadi lebih baik. Saat ini dia lebih rajin mengaji, bahkan setelah dipindahkan ke LP Gunung Sindur.

Usut punya usut, selama dipindahkan ke LP Nusakambangan, Jawa Tengah, Freddy mendalami ilmu agama dari terpidana kasus terorisme, yaitu Abrori bin Al Ayubi. Kondisi itu berlanjut saat dirinya dipindahkan ke lapas lain.

“Waktu dia ditahan di Nusakambangan, Freddy belajar ngaji dari seorang napi teroris,” ungkap Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Saud Usman Nasution saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (23/1).

Saat sidang PK, Freddy pun membacakan surat taubat nasuha. Cara berpakaian dia juga sudah berubah. Ketika sidang Freddy memakai  gamis serta peci hitam.

Dalam pernyataannya, Freddy berharap dengan surat tersebut pengadilan dapat mengabulkan PK yang diajukannya. “Sebagai bahan pertimbangan majelis hakim, tanpa ada paksaan dari orang lain. (Surat ini) sebagai pernyataan taubat nasuha saya, kepada Allah dan sebagai dasar permohonan pengampunan saya melalui majelis hakim agung,” ucapnya.

Freddy mengatakan jika dirinya sudah berhenti menjadi pengedar dan produsen narkoba. Dia mennyampaikan  selama ini sudah bertaubat kepada Allah SWT dan menyerahkan sepenuhnya hidup serta matinya kepadaNya.

“Saya berjuang keras, serta berusaha betul-betul menjadi manusia baru. Berpasrah kepada Allah SWT dengan melaksanakan semua kewajiban sebagai muslim dan meninggalkan semua perlakuan dan perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT,” ucapnya.

Ia menjelaskan, taubat nasuha yang dijalankannya, selain memohon ampunan kepada sang pencipta juga berharap bisa melihat masa depan keluarganya secara utuh. Tak hanya itu, Freddy melontarkan penyesalannya karena telah telibat dalam jaringan narkoba internasional.

“Menyadari dan menyesal karena ambisi yang begitu besar dalam jaringan narkoba, juga pengaruh karena kondisi sebagai pemakai 20 tahun,” jelasnya.

Diakuinya, selama ini keterlibatannya dalam bisnis barang haram tersebut secara internasional dari negara di Eropa hingga Afrika. “Selama ini saya hanya dijadikan bemper jaringan internasional, Belanda, Iran, Cina, Taiwan, Malaysia, Pakistan dan Afrika. Ketika terlibat dalam jaringan internasional,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga yang karena sepak terjangnya jadi dikucilkan dari lingkungan masyarakat. Kemudian, ia juga mengaku menyesali perbuatannya yang telah melakukan perekrutan terhadap warga sipil untuk terlibat dalam bisnis narkobanya. “Ternyata banyak orang yang saya rekrut bujuk rayu masa depannya hancur,” ujarnya.

Freddy berujar hanya bisa pasrah dalam kondisi saat ini. “Saya serahkan kepada Allah semuanya, yang penting saya sudah berhenti dari narkoba,” tandasnya.

SHARE