Manusia lahir di dunia ini untuk beribadah dan mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk di akhirat kelak. Bukan untuk berfoya-foya menikmati kehidupan yang fana.

Sebagai manusia yang beragama, kamu pasti meyakini akan datangnya hari di mana kita dibangkitkan dan dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatan kita.

Kehidupan tersebut ada setelah kematian, di akhirat. Mungkin saja kamu bertanya-tanya, bagaimana kita menuju ke akhirat?

Kita tidak mengetahui jawabannya, akan tetapi beberapa orang ada yang mempercayai bahwa jalan menuju akhirat itu ada di bumi. Dimana sajakah jalan itu? Coba kamu lihat.

1Gunung Hekla, Islandia

en.wikipedia.org

Semenjak meletusnya gunung Hekla pada tahun 1104 gunung ini dijuluki sebagai gerbang neraka karena statusnya yang terus aktif.

Beberapa penduduk yang tinggal disekitar gunung Hekla pasti khawatir jika kejadian yang sama akan terulang kembali, karena dampak yang diakibatkan sangatlah besar.

Tetapi warga sudah terbiasa dengan ancaman gunung Hekla sehingga lebih memilih untuk menetap di sekitar gunung itu.

mycardscollection.blogspot.com

Ada mitos yang berkembang tentang gunung Hekla di masyarakat. Mereka mempercayai bahwa Hekla merupakan tempat di mana para penyihir bertemu dengan iblis. Bahkan ada yang mengatakan bahwa Judas dikurung di gunung Hekla.

Kejadian terulang pada tahun 1341, Hekla kembali meletus. Masyarakat sekitar mengatakan bahwa ada orang yang melihat burung-burung terbang di atas gunung setelah kejadian gunung meletus.

Mereka mempercayai bahwa burung itu perwujudan dari roh dunia lain.

2The Sacred Cenotes

theedgeofforever2012.com

The Sacred Cenotes atau Mayan Cenotes merupakan gua yang terbentuk secara alami karena adanya erosi, kemudian gua tersebut digunakan sebagai saluran bawah tanah.

Bangsa Maya menggunakan tempat ini sebagai tempat pengorbanan kepada dewa Ah Puch dan Cum Hau yang dikenal sebagai dewa kematian dan dewa akhirat.

Gua ini dipercaya sebagai kediaman Chaak, Raja Hujan dan kaum Maya. Maka tak heran jika di dalam gua ini ditemukan kuil kaum maya beserta sisa-sisa tulang manusia.

Konon katanya, gua ini digunakan untuk meninggalkan persembahan supaya memperoleh panen yang melimpah.

3Cape Matapan/ Tanjung Matapan, Yunani

flickr.com

Menurut mitologi Yunani, apabila seseorang telah meninggal, maka dia akan menuju akhirat dengan melalui sungai Stynx dibantu oleh Charon si tukang perahu.

Tanjung Matapan atau Tanjung Malea. Nama dari sebuah gua yang menurut mitologi Yunani dapat dijadikan penghubung menuju ke neraka.

Kisah ini menceritakan tentang perjalanan Orpheus, ia sangat ingin menyelamatkan istrinya yang bernama Eurydice di neraka.

Orpheus melewati sebuah gua di Tanjung Matapan. Dia melewati gua itu untuk menjemput istrinya dari neraka.

Kepercayaan orang Yunani mengatakan bahwa Hercules juga pernah melalui gua yang sama untuk menuju neraka tanpa harus meninggal terlebih dahulu.

4Danau Avernus, Italia

en.wikipedia.org

Danau Avenus yang terletak di Italia merupakan danau bentukan gunung berapi. Danau ini sering disebut-sebut pintu masuk menuju neraka.

Jika dilihat dari atas, maka akan nampak danau ini terlihat gelap dan meluap-luapkan gas seperti sedang mendidih. Hal itu terjadi karena di bawah gunung merupakan kawah pasif.

Menurut kepercayaan mitologi Yunani, penduduk meyakini bahwa luapan gas itu adalah sang penguasa neraka yang bernama Hades, saudara dari Zeus.

Kepercayaan warga tentang Avernus merupakan gerbang neraka semakin meningkat, karena jika ada burung yang terbang di atasnya, seketika burung itu akan jatuh dan mati.

Namun menurut peneliti, yang menyebabkan burung mati ketika lewat di atas gunung adalah luapan sulfur yang sangat pekat kemudian burung itu menghirupnya.

Akan tetapi kepercayaan tetaplah kepercyaan. Sehingga masyarakat setempat masih meyakini bahwa Avernus adalah gerbang neraka.

5Gunung Berapi Masaya

welcometonicaragua.net

Orang-orang Aborigin dari suku Maya telah memasuki zaman yang modern. Mereka tidak mempercayai lagi bahwa Kaldera di wilayah mereka adalah gerbang menuju akhirat.

Akan tetapi tradisi lokal yang menyebutkan bahwa gunung berapi adalah Tuhan, lalu di dalamnya tinggal penyihir dalam lubang yang berapi-api.

Tahun 1529, seseorang bernama Mercedarian Fray Francisco de Bobadilla mendaki Kaldera untuk membuktikan apakah Kaldera memang benar pintu menuju neraka.

Dari mendaki tersebut, Fray hanya berharap bahwa penduduk sekitar gunung Masaya tidak lagi meyakini bahwa Kaldera itu pintu neraka.

Di tahun 1541, Friar Toribio Benavente menuliskan bahwa gunung berapi Masaya ini disebabkan oleh kekuatan supranatural, dan hal itu berasal dari tempat yang terkutuk.

Hal inilah yang membuat masyarakat semakin yakin bahwa Kaldera merupakan pintu menuju neraka.

SHARE