Di penghujung bulan September 2015 kemarin, masyarakat dihebohkan dengan fenomena alam gerhana bulan. Kenapa bikin heboh? Karena gerhana bulan ini adalah gerhana bulan terakhir yang terjadi di tahun 2015.

nidafadlan.wordpress.com
nidafadlan.wordpress.com

Bukan hanya karena terakhirnya saja yang membuatnya berbeda. Gerhana bulan ini memiliki keistimewaan, karena pada saat gerhana terjadi, bulan berada pada titik yang dekat sekali dengan bumi.

Banyak penamaan yang diberikan untuk gerhana bulan ini, tapi sayangnya masyarakat Indonesia tidak bisa menyaksikannya, karena gerhana bulan ini hanya terlihat di beberapa negara saja.

beritabali.com
beritabali.com

Eh, tadi penamaannya apa saja ya? Oiya, karena posisi bulan paling dekat dengan bumi, maka ada yang bilang bahwa gerhana ini bernama gerhana bulan Tetrad Perigee, ada juga yang menamakan gerhana bulan darah, Super moon, Harvest Moon, dan lain sebagainya.

Sekarang, kita lihat yuk, mengapa penamaanya berbeda-beda, berikut penjelasannya secara ilmiah. Check this out!

1Gerhana Bulan Tetrad Perigee

pics-about-space.com

Dinamakan gerhana bulan Tetrad Perigee, karena gerhana bulan yang terjadi bulan September 2015 ini merupakan rangkaian dari empat gerhana bulan total yang berurutan. Tanpa sekalipun diselingi dengan gerhana bulan sebagian dan penumbra.

Gerhana bulan seperti ini merupakan gerhana bulan yang sangat langka. Kenapa demikian? Karena seri gerhana bulan seperti ini baru akan kita temui lagi 20 tahun yang akan datang. Wow, masih lama sekali ya!

am4xnc.blogspot.com
am4xnc.blogspot.com

Kabar mengenai gerhana bulan total ini sangat santer diberitakan kala itu. Hal ini menandakan bahwa ada fenomena alam yang luar biasa akan terjadi dan bagi orang dengan kepercayaan tertentu, saat gerhana bulan seperti ini sesuatu yang besar akan terjadi pula.

2Gerhana Bulan Super

youtube.com

Pada bulan september yang lalu, jarak antara bulan dan bumi adalah 356.900 km. Nah, dari catatan bulan di titik perigee-nya sepanjang tahun 2015, maka ini adalah jarak paling dekat antara bulan dan bumi.

Nama gerhana bulan super sendiri, adalah nama bulan purnama yang diberikan ketika bulan berada pada titik terdekatnya dengan bumi. Karena jaraknya yang dekat inilah, bulan jadi terlihat sangat besar.

Namun sebaliknya, jika bulan berada pada jarak terjauh di titik apogee-nya, maka gerhana bulan ini disebut gerhana bulan mini. Gerhana bulan super seperti ini baru akan kita saksikan lagi tahun 2033 lho!

3Gerhana Bulan Darah

acehonline.info

Dari namanya saja, sepertinya gerhana bulan yang ini kok jadi menyeramkan ya! Kenapa disebut gerhana bulan darah ya? Soalnya saat terjadi gerhana, warna bulannya berwarna merah bata. Itulah mengapa disebut gerhana bulan darah.

Lalu, kenapa warnanya merah ya? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu mengingat lagi bagaimana posisi bumi, bulan dan matahari saat terjadi gerhana. Dengan demikian kita akan lebih mudah memahami.

Saat terjadi gerhana bulan, posisi matahari, bumi, dan bulan sejajar. Di mana bumi berada di tengah-tengah, sehingga menghalangi cahaya matahari untuk sampai ke bulan.

Karena bumi memiliki atmosfer, walaupun bumi menghalangi cahaya matahari ke bulan, namun ternyata masih ada cahaya matahari yang bisa lolos dan mencapai bulan.

Saat cahaya matahari melewati atmosfer, maka hanya cahaya merah yang bisa lolos dan sampai ke bulan. Cahaya merah itu sebagian ada yang dibelokkan dan ada yang dipantulkan.

Gerhana bulan yang terjadi pada tanggal 28 September yang lalu hanya dapat dinikmati oleh masyarakat di Amerika, Pasifik Utara, Eropa, Afrika, dan Asia Barat. Kita tidak dapat menikmatinya, karena gerhana ini terjadi di pagi hari.