Gerhana matahari adalah salah satu fenomena alam yang memang wajar terjadi. Peristiwa ini terjadi secara berkala dan telah diprediksi berdasarkan perhitungan astronomi.

Meski telah dapat dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, sejumlah mitos masih saja beredar di masyarakat terkait fenomena alam gerhana matahari ini.

Beberapa orang percaya dengan mitos perempuan hamil, dewa marah dan sebagainya.

Menurut E.C. Krupp, direktur Griffith Observatory di AS, “Jika Anda melakukan survey terhadap legenda gerhana, tema yang kerap muncul adalah gangguan terhadap aturan yang ada.”

Ini terjadi pada gerhana matahari maupun gerhana bulan.

Jarita Holbrook, seorang ahli astronomi budaya dari Afrika Selatan mengungkapkan jika gangguan-gangguan yang dimaksud tidak selalu diartikan negatif.

Pada sebagian orang, gerhana matahari dianggap sebagai terror. Sementara sebagian yang lain menganggap gerhana matahari sebagai bagian dari aturan alami yang harus dihormati, atau juga sebagai masa refleksi dan rekonsiliasi.

Berikut ini beberapa mitos seputar gerhana matahari yang wajib kamu tahu.

1Dewa Marah

ciricara.com

Mitos ini berhubungan dengan legenda pada zaman Yunani kuno. Menurut kepercayaan mereka, gerhana matahari dianggap sebagai pertanda bahwa dewa-dewi marah.

Pada saat dewa marah, maka merupakan awal terjadinya bencana. Kata eclipse (gerhana) sendiri berasal dari kata Yunani kuno “ekleipsis” yang berarti diabaikan.

2Perempuan Hamil Tidak Boleh Keluar Rumah

anothersideoflives.blogspot.com

Mitos satu ini populer di sejumlah negara. Tidak pada masyarakat yang masih tradisional saja, sejumlah masyarakat modern juga masih mempercayai hal ini.

Menurut mereka, perempuan hamil yang berada di tempat terbuka saat gerhana, bayinya akan buta atau terlahir dengan bibir sumbing. Sebenarnya ini tidak ada hubungannya sama sekali.

3Gerhana Matahari Akan Berakhir

smkmgeo.blogspot.com

Mitos ini tidak sepenuhnya salah. Suatu saat nanti, bumi tidak akan mengalami lagi gerhana matahari.

Menurut perkiraan, sekitar 600 juta tahun lagi, bulan diprediksi akan berjarak terlalu jauh dari bumi untuk bisa menutupi matahari. Ini berarti fenomena gerhana matahari akan berakhir.

Pada awal masa pembentukkan sistem tata surya, Bumi dan Bulan masih berdekatan. Sehingga pada saat terjadi gerhana, bulan akan sepenuhnya menutupi matahari.

Tapi menurut penelitian, bulan bergerak menjauhi bumi sebanyak 2 cm setiap tahun. Jika dihitung, sekitar 600 juta tahun lagi, gerhana matahari tidak akan terjadi karena posisi Bulan yang terlalu jauh dari Bumi.

4Jangan Makan

tarbiahmoeslim.wordpress.com

Kepercayaan satu ini memang sedikit ekstrem. Mitos ini dipercaya oleh masyarakat di beberapa wilayah India.

Pada saat terjadi gerhana matahari, warga setempat tidak akan makan. Ada kepercayaan, bahwa makanan yang dimasak saat gerhana akan menjadi beracun dan najis.

5Matahari Dimakan Makhluk Asing

ahtechno.com

Mitos matahari yang tengah dimakan oleh sesuatu adalah mitos yang paling terkenal dari semuanya. Masyarakat dari banyak negara mempercayai mitos ini.

Salah satunya legenda bangsa Viking tentang Dewa Matahari “Sol” yang dikejar serigala Skoll. Saat hewan berhasil menangkapnya, gerhana matahari terjadi.

Pada saat ini, penduduk kemudian akan membuat kegaduhan. Mereka memukul sejumlah benda seperti panci dan wajan agar serigala ketakutan dan mengembalikan matahari.

6Cincin Berlian Matahari

albazilla.com

Pada saat bulan menutupi matahari, maka kamu akan bisa melihat lingkarang terang di sekelilinya atau dikenal dengan cincin berlian.

Beberapa detik sebelum terjadi gerhana total, korona matahari membentuk cincin mengelilingi bulan. Di bagian atas, sisa matahari yang bersinar sebagai lingkaran kecil, memberi kesan bentuk cincin berlian.

7Sumber Energi Eropa Hilang

jendeladenngabei.blogspot.com

Berita ini muncul di sejumlah wilayah Eropa saat gerhana matahari yang terjadi pada awal 2015 yang lalu.

Menurut prediksi para ilmuwan, begitu gerhana total menggelapkan langit, 35.000 megawatt energi matahari akan lenyap. Ini setara dengan 80 pembangkit listrik ukuran medium.

Faktanya, sumber energi matahari sempat terganggu selama 2,5 jam karena gerhana matahari total. Suplai listrik pun turun drastis, tapi kestabilan jaringan listrik di Eropa tidak terganggu.

Hal ini merupakan hal yang wajar terjadi. Karena sebagian besar pembangkit listrik di Eropa berasal dari matahari.

Jadi, apakah kamu masih percaya beberapa mitos mengenai gerhana matahari di atas?