Emansipasi merupakan suatu terobosan yang bagus untuk para kaum wanita, mereka tentu harus sangat berterima kasih pada sesosok kartini yang mencetuskan emansipasi di Indonesia.

Tentu Kartini menjadi pahlawan bagi para wanita, tidak hanya sekedar beri inspirasi tapi juga “membebaskan” wanita dari keterkungkungan budaya jaman dahulu yang turun temurun

Tapi melihat perkembangan di jaman sekarang emansipasi sudah berubah total, sudah bergeser jauh dengan apa makna sesungguhnya. Kadang para wanita memanfaatkan emansipasi ini untuk kepentingan pribadi yang kurang baik bagi pria.

Untuk itu mari kita belajar emansipasi yang sesungguhnya, jangan cuma mengejar gengsi apalagi sensasi. Perempuan memang berhak berada sejajar dengan lelaki, tapi jangan sekali-kali asal menggunakan istilah ini untuk kepentingan pribadi.

1Apa Itu Emansipasi?

munaribali.com

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, emansipasi adalah sejumlah usaha untuk mendapat atau meraih persamaan hak, derajat serta pembebasan dari perbudakan dalam segala aspek kehidupan di masyarakat.

Sama halnya dengan emansipasi wanita, saat wanita berhak meraih hak-haknya dalam masyarakat, termasuk pendidikan dan pekerjaan. Ini disimpulkan dari era Kartini di mana wanita benar-benar tidak boleh menjalankan kehidupan normal serta meraih cita-cita.

Emansipasi bukan berarti upaya meningkatkan derajat wanita lalu menjatuhkan kaum pria, bukan itu, kalau itu namanya balas dendam kepada pria, jadi jangan salah arti, emansipasi tidak semudah dan serendah itu.

2Kenapa Ada Kata Ladiest First?

female.kompas.com

Benarkah kata ladiest first ini merupakan salah satu bentuk dari kata emansipasi? Rasanya bukan, ladiest first ini hanya sebuah sopan santun yang harus dijaga, hukumnya tidak wajib dan tidak dilakukan tidak akan mendapat hukuman.

Cuma memang para pria yang kuat harus mengalah pada para wanita, tapi bukan berarti mengalah trus, bukan berarti kata ladiest first ini terpakai dalam semua hal.

Apalagi para wanita menjadikan kata ini jadi jurus andalan untuk antri atau beli sesuatu, sungguh ini tidak benar.

Jadi kata ladiest first ini hanya bisa digunakan untuk kondisi tertentu, kondisi santai atau digunakan untuk teman akrab sendiri.

3Memperbudak Pasangan dengan Alasan Emansipasi

vemale.com

Emansipasi bukan berarti memperbudak pasangan pacar atau suami, dengan alasan emansipasi wanita didukung dengan penghasilan dia yang lebih tinggi akhirnya menyuruh ini itu, minta ini itu, minta dilayani, harus nurut istri dan sebagainya.

Emansipasi tidak seperti itu, itu namanya memperbudak pasangan dan itu lebih bersifat kejam kalau memang itu ada hubungan cinta atau dalam hubungan pernikahan.

4Seakan Wanita Gak Boleh Disakiti

liputan6.com

Emansipasi bukan juga berarti wanita gak boleh disakiti, dengan alasan wanita kaum yang lemah, kaum yang dilindungi dan harus dijaga baik-baik . trus ketika wanita ingin menyakiti para pria itu biasa saja dan semau mereka, toh pria kan kuat.

Sungguh gak bisa kayak gitu, dalam hal hati semuanya sama, wanita dan pria sejajar, emansipasi tidak termasuk dalam hal ini.

5Emansipasi Bukan Berarti Sejajar dengan Pria

fatihsyuhud.net

Ingat para wanita, emansipasi bukan berarti kamu sejajar dengan pria, kamu hanya diberi kebebasan dalam mengembangkan diri jangan merasa kamu sejajar dengan pria lalu sok ngatus, sok mimpin dan sok paling bener.

Wanita diciptakan untuk melengkapi pria yang memang sudah ditakdirkan jadi pemimpin,dijadikan imam dan pengatur rumah tangga ataupun lingkungan.

Sehebat apapun wanita tetap wanita tetaplah wanita tidak bisa dapat fitrah menjadi pemimpin layaknya pria. Kalaupun ada wanita hebat hendaknya jadi pendukung dan pemotivasi para pria.

6Jabatan dan Pendidikan Tinggi Bukan Berarti Menang

jeniefengshuionline.com

Jasa-jasa Kartini memang tak ada duanya bagi kaum perempuan. Berkat keberaniannya, hak-hak kaum hawa untuk bersekolah, bekerja dan meraih cita-cita terbuka lebar demi sejajar dengan laki-kali dan tidak direndahkan lagi.

Meski begitu, tidak ada dalam pesan Kartini yang menyebutkan bahwa perempuan berhak meremehkan kemampuan laki-laki, jika tingkat pendidikan dan jabatannya lebih rendah. Tentu dengan jabatan dan pendidikan tinggi bukan berarti sudah menang dengan pria.

“Mulianya Ibu Kartini. Cita-cita dan keinginanya yang tinggi, telah membuat hak-hak perempuan bisa terealisasi. Bukan untuk menandingi lelaki, tapi bagaimana ia memanfaatkan kepintaran dan kecerdasannya demi menata masa depan yang hakiki.”