Jalur penerbangan di Indonesia lintasan timur sempat kacau oleh ulah gunung satu ini. Meski kini statusnya sudah lebih tenang, tapi sejumlah aktivitas vulkanik masih saja terjadi.

Gunung Raung terletak di provinsi Jawa Timur dan merupakan bagian dari kelompok pegunungan Ijen yang terdiri dari beberapa gunung.

Berikut ini akan disajikan beberapa fakta menarik tentang Gunung Raung yang wajib kamu tahu.

1Terletak di Tiga Kabupaten Sekaligus

rahmatwibowo4.blogspot.com

Secara administratif, Gunung Raung berada di dalam tiga wilayah kabupaten sekaligus, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember.

Jika dilihat dari tingginya, gunung ini memiliki tinggi 3.344 meter di atas permukaan laut dan menjadi puncak tertingi dari gugusan gunung di sekitarnya.

Gunung Raung merupakan bagian dari kelompok pegunungan Ijen bersama sejumlah gunung lain, yakni Gunung Suket (2.950 mdpl), Gunung Pendil (2.338 mdpl), Gunung Rante (2.664 mdpl), Gunung Merapi (2.800 mdpl), Gunung Remuk (2.092 mdpl), dan Kawah Ijen.

2Memiliki Empat Puncak Sekaligus

catatanhariankeong.com

Berbeda dengan gunung pada umumnya, Gunung Raung memiliki empat puncak sekaligus, yakni Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan yang tertinggi adalah Puncak Sejati.

Puncak ketinggian Gunung Raung dihitung dari puncak sejati ini. Jika dilihat dari puncak ini, maka Gunung Raung adalah gunung tertinggi kedua di Jawa Timur setelah Gunung Semeru.

Selain itu, Gunung Raung juga berada di posisi keempat puncak tertinggi di Pulau Jawa.

3Memiliki Kaldera Terbesar Kedua di Indonesia

jelajahgunung.com

Ciri lain dari Gunung Raung adalah memiliki kaldera kering yang terbesar di Pulau Jawa dan terbesar kedua di Indonesia setelah Gunung Tambora.

Kaldera Gunung Raung tampak megah dan luas. Bentuk kaldera ini menyebabkan letusan Gunung Raung yang terlontar sempurna tidak dengan menyebabkan daya simpan energi yang berarti.

Artinya, letusannya tidak mempunyai dampak dentuman yang dahsyat.

4Kategori Letusannya adalah Strombolin

merahputih.com

Karena bentuk kalderanya yang unik tadi, Gunung Raung juga memiliki jenis letusan unik yakni Strombolin.

Jenis ini berbeda dengan jenis letusan Gunung Merapi di Yogyakarta, atau letusan Gunung Krakatau, ataupun letusan Gunung Gamalama yang memiliki kawah kecil tapi efek letusan besar.

Kawahnya yang terbuka luas membuat letusan Gunung Raung mungil tetapi terus menerus mengeluarkan pijar. Lava yang terlontar dari dapur vulkanik Gunung Raung akan kembali ke dalam kawah.

Sehingga kemungkinan lava meluber ke luar adalah kecil. Letusan kategori Strombolian berupa lava cair, material padat, juga gas bersama tekanan sedang.

Sebagian besar letusan ini tidak terlampau kuat, tetapi terus-menerus dan berjalan lama.

5Letusannya Terdengar Meraung

antara.com

Pola letusan Gunung Raung termasuk unik. Karena ukuran kawah yang besar dan luas serta dalam, gerakan vulkanik di dalam gunung dapat terdengar menggema di wilayah sekitarnya.

Mungkin ini juga yang kemudian jadi alasan pemberian nama Gunung Raung.

6Catatan Sejarah Letusan

tropenmuseum.nl

Gunung Raung memiliki catatan sejarah letusan yang sangat panjang. Pertama meletus pada 1586 dan merupakan letusan hebat yang merusak wilayah sekitarnya serta memakan korban.

Pada tahun 1597, gunung ini kembali memuntahkan laharnya. Letusan ini juga sama hebatnya dengan letusan pertamanya.

Letusan dahsyat lain terjadi pada 1638, bahkan menyebabkan banjir besar dan lahar di daerah antara Kali Setail Kecamatan Sempu dan Kali Klatak Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Menurut catatan, letusan terbesar Gunung Raung terjadi pada 1730. Tercatat erupsi eksplosif disertai dengan hujan abu serta lahar. Area yang terkena dampak lebih luas dibanding letusan sebelumnya.

Gunung Raung masih setia dengan letusannya hingga tahun 1800an. Pada rentang 1812 hingga 1814, terjadi letusan disertai hujan abu lebat dan suara gemuruh. Begitu pula dengan setahun setelahnya pada 1815.

Sempat tenang selama 44 tahun, aktivitas Gunung Raung kembali tinggi pada 1859 dan 1864. Saat itu terdengar suara gemuruh dan di siang hari menjadi gelap.

Berselang beberapa tahun kemudian, aktivitasnya nyaris teratur yakni pada 1881, 1885, 1890, 1896 hingga 1902 yang menyebabkan muncul kerucut pusat.

Pada awal 1900an, Gunung Raung kembali menarik perhatian. Aktivitasnya meningkat pada 1913, 1915, 1916, dan 1917. Bahkan muncul aliran lava di dalam kaldera pada tahun 1921 dan 1924.

tropenmuseum.nl
tropenmuseum.nl

Tiga tahun kemudian, pada tahun 1927, Gunung Raung kembali mengeluarkan asap dan hujan abu. Di tahun yang sama, bahkan terdengar letusan seperti dentuman bom dan terlontar sejauh 500 meter.

Fenomena ini masih terus berlanjut hingga 1928 dan 1929. Pada tahun 1933 hingga 1945, hanya aktivitas vulkaniknya saja yang meningkat.

tropenmuseum.nl
tropenmuseum.nl

Pada tahun 1965 aktivitas Gunung Raung kembali meningkat. Tercatat adanya tiang asap tiap 12 kilometer. Aktivitas ini sempat menurun hingga naik lagi pada 1986.

Menurut data terbaru, status Gunung Raung kembali aktif pada Oktober 2012. Peningkatan aktivitas ini semakin naik hingga sampai pertengahan 2015 lalu.

Demikian tadi informasi mengenai Gunung Raung yang wajib kamu simak. Semoga bermanfaat.