Dalam menjalankan ibadah puasa, baik puasa wajib di bulan Ramadhan maupun puasa sunnah di luar bulan Ramadhan, umat Muslim tak hanya sekedar menahan lapar atau haus saja, namun juga menahan nafsu yang bisa membatalkan atau membuat puasa menjadi tidak sah.

Dan jika ibadah puasa sudah batal, berlaku untuk puasa wajib di bulan Ramadhan, maka konsekuensinya si pelaku wajib menggantinya di hari lain, setelah bulan Ramadhan selesai.

Sedangkan jika puasa tersebut tidak tidak sah, aik puasa wajib di bulan Ramadhan mupun puasa sunnah di luar bulan Ramadhan, maka si pelaku hanya akan dapat rasa lapar dan haus saja, namun tidak mendapatkan pahala atau keberkahan dari Allah.

Hmm, tentu siapapun tidak akan mau kan jika sudah susah payah puasa, menahan haus dan lapar, eh ternyata tidak mendapat pahala atau berkah dari Allah? Ya itu karena memang Allah tidak ridho dengan amalan ibadah yang kita lakukan secara salah tersebut.

Untuk itu umat Muslim perlu mewaspadai hal-hal yang kiranya bisa membatalkan dan membuat puasa menjadi tidak sah, dan berikut adalah 3 hal tersebut. Simak ya!

1Muntah yang Dilakukan Secara Disengaja

sains.me

Salah satu penyebab muntah tentunya adalah karena sakit. Entah saat seseorang masuk angin atau saat ada yang hamil di trimester awal, atau penyakit lain dengan gejala yang demikian.

Itulah mengapa jika seseorang dalam keadaan tak mampu secara fisik, tentunya jika memang benar-benar yak mampu lho, maka seseorang boleh tidak berpuasa namun wajib menggantinya di hari lain setelah Ramadhan dan saat sudah sehat.

Itu untuk puasa wajib di bulan Ramadhan. Sedangkan untuk puasa sunnah, karena hukumnya sunnah maka ditinggalkan jika sedang tak mampu menjalankan tidak ada kewajiban menggantinya di hari lain.

Lalu bagaimana jika muntahnya disengaja? Bukan karena sakit atau keadaan lemah lainnya? Nah itu berarti secara otomatis si pelaku sudah membatalkan sendiri puasanya.

Maka hati-hati ya, jangan main mual-mualan atau memasukkan tangan dan benda lain ke rongga mulut saat puasa, karena bisa membatalkan puasa. Apalagi memasukkan makanan atau minuman kan? Hehehe.

2Mengeluarkan Darah dalam Jumlah Banyak

www.nutrifood.co.id

Mengeluarkan darah di sini bisa dalam kondisi donor darah, pendarahan dari tubuh, atau bisa juga masa haid atau menstruasi.

Logikanya, seseorang yang kehilangan banyak cairan terutama darah dari tubuh, pasti akan mengalami yang namanya kekurangan nutrisi juga, sehingga tubuhnya akan lemah.

Sedangkan darah, ada darah yang juga merupakan darah kotor sehingga menjadi najis bagi tubuh dan tidak diperkenankan Allah menjalankan ibadah wajib seperti puasa, sholat, dan ibadah haji.

Sehingga jika seseorang mengeluarkan darah dalam jumlah banyak, ataupun haid atau nifas, haram hukumnya dia menjalankan puasa, baik wajib maupun puasa sunnah.

3Emosi atau Marah Sampai Lepas Kendali

ibay29.blogspot.com

Walaupun secara fisik tidak membatalkan ibadah puasa, namun dengan kondisi marah atau emosi yang berlebihan bisa membuat puasa seseorang menjadi tidak sah. Allah bisa tidak ridho dengan ibadahnya tersebut.

Sehingga si pelaku hanya akan mendapatkan haus dan lapars aja, tanpa mendapat pahala sedikit pun. Karena memang hakikat puasa tak hanya sekedar menahan haus dan lapar, namun lebih penting adalah menahan hawa nafsu.

Tak hanya marah atau emosi, namun banyak hal lain seperti bergunjing, berbohong, melakukan maksiat atau zina, dan sebagainya.

Semoga uraian di atas bermanfaat. Dan jangan lupa dibagikan kepada teman-teman lainnya ya!