acaranews.com

Hati-hati, Bentak Anak Bisa Bikin Otaknya Rusak

Posted on

Pernahkah kamu membentak anak kecil dengan suara keras? Adik, keponakan, atau anak sendiri, misalnya? Ketahuilah bahwa membentak anak tidak akan menyelesaikan masalah. Justru akan membahayakan si anak.

Segeralah hentikan kebiasaan tersebut jika tidak ingin perkembangan otak sang anak terhambat. Tidak mau kan otak anak kita menjadi mampet hanya karena bentakan yang waktunya sesaat, tapi efeknya seumur hidup?

Pada masa pertumbuhan, otak anak akan menghasilkan banyak sel otak yang disebut neuron. Sel otak tersebut berfungsi sebagai kecerdasan intelektualnya.

Nah perkembangan neuron yang baik tersebut akan terhambat jika produksi kortisol meningkat. Lantas apa penyebab peningkatan hormon kortisol?

Jawabannya adalah ketika seseorang merasa ketakutan yang salah satunya dialami ketika dibentak atau mendengar suara keras.

Produksi Hormon Kortisol Meningkat

i7-core.blogspot.com
i7-core.blogspot.com

Semakin sering anak kecil dibentak atau dimarahi dengan suara keras, maka akan makin tinggi pula produksi kortisol. Jika terus-menerus terjadi demikian, maka pada tahap selanjutnya akan merusak neuron (sel otak) tadi.

Hormon kortisol yang diproduksi dalam jumlah banyak akan merusak neuron. Padahal dalam masa tumbuh kembangnya, sel-sel ini sangat diperlukan dalam kondisi sehat.

Efek dari rusaknya neuron adalah lambatnya proses berpikir yang dialami oleh seorang anak. Tidak hanya itu saja lho kerusakan yang diakibatkan bentakan.

Di masa depan, anak juga menjadi lebih sulit mengambil keputusan, dan menyerap informasi.

Struktur Otak Rusak

ummi-online.com
ummi-online.com

Seorang Psikiatri dari Harvard Medical School bernama Martin Teicher juga menyebutkan bahwa membentak anak bisa menyebabkan kerusakan struktur otak.

Menurut Martin, anak yang sering dibentak akan mengalami penyempitan saluran otak kanan dan kiri sehingga menyebabkan anak mudah merasa cemas, depresi, dan mengalami gangguan kepribadian pada masa dewasa nanti.

Rusaknya Rasa Percaya Diri

flickr.com
flickr.com

Nah, gangguan kepribadian akibat rusaknya struktur otak ini bisa menimbulkan risiko lainnya, yaitu hancurnya rasa percaya diri pada anak.

Seorang anak dapat menciptakan sifat tertutup dalam dirinya. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka di masa mendatang hal tersebut dapat merusak hubungan harmonis yang harusnya terjadi antara anak dengan orangtua.

Padahal rasa percaya diri diperlukan ketika si anak nantinya berada pada tahap pengembangan kemampuan diri, dan potensi survive di kehidupan nyata ketika dewasa. Kalau kepercayaan diri saja sudah hilang, kira-kira apa yang akan terjadi?

Jika seseorang tidak memiliki rasa percaya diri, maka ia akan sulit mengembangkan dan memaksimalkan kemampuan dan potensinya. Ia juga akan sulit membangun relasi dengan masyarakat sekitarnya.

Lebih Baik Menegur

academia.edu
academia.edu

Oleh karena dampak yang ditimbulkan dari bentakan kepada anak ini sangat berbahaya dan bisa membuat anak menjadi “cacat” seumur hidup, maka alangkah baiknya bila orang tua bisa mengambil sikap lebih bijak dalam menasihati anak.

Tidak perlu membentak, kan, jika hanya ingin menasihati anak? Cukup tegur saja dengan pelan, namun tetap tegas. Dari mana ketegasan bisa terlihat oleh anak?

Jawabannya, dari raut wajah. Perubahan raut wajah orang tua akan ditangkap jelas oleh anak apabila orang tua memperlihatkan ekspresi marah, bahagia, maupun sedih.

Anak adalah kertas putih. Ia mampu menyerap semua informasi yang ada di sekitarnya. So, jangan pernah anggap anak itu makhluk bodoh yang tidak mengerti apapun ya.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *