Sains itu mempelajari alam ciptaan Allah, menyingkap hikmah. Wajar filsuf belajar sains. Filsafat tanpa sains malah keliatan absurd.F ilsuf seperti Thales juga ahli sains (astronomi), karena di masa lalu mereka tidak membedakan sains dengan filosofi. Skrg, filsuf jauh dari sains, makanya ngaco. Jadi harus istiqomah emang kadang.

Sains itu mempelajari alam ciptaan Allah, menyingkap hikmah. Wajar filsuf belajar sains. Filsafat tanpa sains malah keliatan absurd. Alam dapat mengajari kita hikmah, karena yang menciptakan akal kita sama dengan yang menciptakan alam. Tanpa belajar dari alam, akal kehilangan arah.

Alam itu mengikuti sunnatullaah. Maka kalau mau mengenali sunnatullaah, pelajarilah alam. Maka filsuf yang benar pasti juga saintis. Masalahnya, manusia diberi kebebasan untuk ingkar. Akalnya tidak selalu ‘lurus’. Maka kita belajar dari alam untuk pahami kebesaran Allah.

Jangan heran kalau ada dosen filsafat yang logikanya ngawur, sebab akalnya tak pernah berguru kepada alam. Alam tidak punya kebebasan untuk ingkar. Maka yang ingin akalnya lurus, bergurulah pada alam. Filsuf yang benar pasti ahli sains.

Di alam ada tanda-tanda kebesaran Allah. Ilmu dan adab, semua ada di sana. Rugilah mereka yang abaikan alam.

Kalau mau jadi Muslim, syahadatain cukup. tapi derajat ‘Ulil Albaab’ hanya bagi mereka yang mencari hikmah dari alam.

Jadi doktor filsafat, lalu injak Kitab Suci agamanya sendiri, di mana logikanya?  Baca di sini

Apa masih bisa mengaku cinta Islam tapi Qur’an diinjak? Itulah akibatnya belajar filsafat dengan logika lemah.  Baca di sini

Di mana akal diletakkan ketika seorang Muslim mengaku memuliakan Allah tapi lafazh nama-Nya diinjak? Baca di sini

Begitulah orang-orang absurd dengan akalnya yang tidak lurus. mereka tidak belajar dari alam. Padahal, alam ini penuh dengan hikmah.

Manusia sombong merasa lebih hebat daripada Allah, padahal akalnya tak mampu menangkap hikmah yang tersembunyi di alam. Yang ada di alam hanya secuil dari kebesaran Allah. Hanya tanda-tandanya saja. Jika itu pun tak mampu kau ungkap, mengapa angkuh kepada Allah?

Akal yang tak mampu menyingkap rahasia alam takkan angkuh di hadapan Allah. Justru untuk itulah kita belajar sains!

Ada adab dan ilmu yang sangat mendalam yang dapat dipelajari oleh mereka yang memperhatikan alam.

Ya Allah, tambahkanlah untuk kami ilmu yang bermanfaat, yang membantu kami untuk lebih beradab kepada-Mu. Aamiin…

kultwit Akmal Sjafril @malakmalakmal, 22/02/2016 10:51:10 WIB

SHARE