news.okezone.com

Hobi Sedekah: Adhyaksa Dault Jadi Tokoh Pemuda Terpopuler 2007, Kok Bisa?

Posted on

Adhyaksa Dault

Pria yang dikenal selalu semangat ini adalah putra bangsa kelahiran Donggala, Sulawesi Tengah pada 7 Juni 1963.

Adhyaksa Dault aktif di gerakan pemuda. Ia menjadi menteri pada era kepemimpinan SBY, yaitu Menteri Negara Pemuda dan Olah raga RI tahun 2004-2009. Saat itu, usianya sebagai seorang menteri masih tergolong muda.

Di sepanjang hidupnya, Adhyaksa memang aktif dalam kegiatan kepemudaan. Sosoknya terkenal dinamis dan energik.

Siapa sangka, dibalik sosoknya yang sangar berkumis, ternyata ia punya amalan yang rutin dilakukan, bukan sebagai kewajiban, tapi kebutuhan. Apa itu? Klik Next

Tuntaskan Amanah dengan Ikhlas

hello-pet.com
hello-pet.com

Ayah dari Umar Adiputra Adhyaksa dan Fakhira Putri Maryam Adhyaksa ini dikenal aktif dalam berorganisasi.

Setiap peran yang dijalankan, Adhyaksa Dault beranggapan bahwa status yang dipercayakan kepadanya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Oleh karena itu, prinsip yang selalu dijaganya adalah bahwa menjalankan setiap amanah harus dengan ikhlas, tidak perlu mengharapkan pujian dan pengakuan dari orang lain. Selanjutnya, mungkin tidak pernah kamu sangka sebelumnya.

Beramal Rutin Bersama Istri

nasional.republika.co.id
nasional.republika.co.id

Bila bulan suci tiba, maka ada beberapa kegiatan yang rutin dilakukan yaitu acara berbuka puasa dengan anak-anak yatim di rumah.

Jumlah anak yatim yang diundang bisa mencapai 1000 anak. Rumah sampai menjadi penuh dijejali dengan anak-anak yang menunggu berbuka puasa.

Hal ini menjadi pemandangan yang membahagiakan bagi Adhyaksa dan istrinya karena mampu memberikan sesuatu yang dibutuhkan oleh warga kurang mampu. Soal biaya, tak ada jumlah nominal pasti yang selalu ia anggarkan.

Selain santunan, Adyhaka bersama istri sering mengadakan pengajian sebulan sekali di rumahnya. Pengajian itu diikuti oleh sebagian warga yang tinggal di sekitar dan juga warga kurang mampu.

Segala keperluan sudah disiapkan sang istri. Tak hanya itu saja, sumbangan berupa uang juga kerap diberikan kepada para anggota pengajian. Selain itu, ia juga punya sosok penyemangat dalam hidupnya. Siapakah sosok penyemangat itu?

Didikan Ayah

mirajnews.com
mirajnews.com

Pendidikan di keluarganya sangat mempengaruhi kepribadian Adhyaksa Dault. Ayahnya, HM Dault banyak menanamkan kepada Adhyaksa kecil agar senantiasa peka terhadap masalah kemanusiaan, kemasyarakatan, dan keumatan.

Kepribadian Adhyaksa Dault ini sangat memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan karirnya dalam menjalankan setiap amanah yang diberikan kepadanya.

Peran Ayah memang sangat besar bagi kepribadian anak. Kelak, ketika anak sudah dewasa, nilai-nilai yang ditanamkan seorang Ayah tidak akan hilang, dan karakter anak akan tumbuh sempurna.

Hal lain yang mungkin sebagian besar dari kamu pernah atau sering merasakannya. Atau mungkin juga merupakan kebiasaanmu?

Tidak Pernah Bisa Diam

islamedia.id
islamedia.id

Ia tak pernah bisa melihat pemuda Indonesia berprestasi yang terlantar begitu saja hanya karena kurang mendapat perhatian pemerintah.

Maka, pada masa kepemimpinannya, usaha memajukan olahraga nasional terus dilakukan, diantaranya dengan memberikan penghargaan yang layak kepada atlet yang berprestasi. Tidak hanya memberikan bonus uang, tapi juga menyediakan rumah dan pekerjaan.

Maka tak heran bila buku biografi politik menyebutkan bahwa Adhyaksa Dault termasuk tokoh muda terpopuler.

Setelah tidak menjadi menteri, ia sangat berkeinginan membuka usaha di bidang kelautan sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Dulu ketika ia masih aktif kuliah, ia juga sempat menjadi bagian dari pelopor perubahan. Apa itu?

Mantan Aktivis

news.okezone.com
news.okezone.com

Suami dari Drg. Mira Arismunandar, ini dikenal aktif berorganisasi.Namun tetap rendah hati juga cerdas, Tahun 1987 sampai 1988, ia dipercaya menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Hukum USAKTI.

Pada tahun yang sama, ia dipercaya menjadi Ketua Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) Korwil DKI Jakarta.

Jabatan Ketua Lembaga Pengkajian Keadilan dan Demokrasi Indonesia (LPKDI) diamanahkan kepadanya dari tahun 1999 hingga 2002. Begitupun sebagai Ketua Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) Jakarta diembannya dari tahun 1999 sampai 2004.

Setelah lulus dari USAKTI, Adhyaksa melanjutkan pendidikan ke Program Magister Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI).

Dan selanjutnya berhasil meraih gelar Doktor (S3) Jurusan Teknik Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) tahun 2007.

Segudang aktivitas keorganisasian dan kepemudaan yang dilakoninya sejak mahasiswa menjadikan Adhyaksa pantas menyandang gelar tokoh muda terpopuler tahun 2007. Jika kamu ingin seperti ia, hanya satu pesannya yaitu…

Jangan Mudah Menyerah

nasional.kompas.com
nasional.kompas.com

“Perjalanan hidup saya juga tidak mudah. Sejak kecil, saya sudah membantu kedua orang tua saya berdagang, bahkan menjadi kuli batu.” Ungkap Adhyaksa

“sampai kuliah di IAIN Sunan Ampel Surabaya pun masih berjualan kaligrafi di kampus. Untuk itu saya minta kepada para pemuda Indonesia untuk tidak mudah menyerah dalam menggapai mimpi,” lanjutnya.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *