“Orang melihat kesuksesan saya hanya 1%, tapi mereka tidak melihat 99% kegagalan saya. Ketika anda mengalami kegagalan, maka segeralah mulai kembali bermimpi dan mimpikanlah mimpi baru.” (Soichiro Honda).

Siapa yang tak mengenal Honda? Bahkan sepeda motor dengan merk lain pun disebut Honda oleh sebagian masyarakat Pulau Jawa. Motor Honda adalah motor yang melegenda di jalanan hampir seluruh dunia.

www.hargaharian.com
www.hargaharian.com

Tak hanya itu, motor honda menguasai olahraga balap motor yang memacu adrenalin.

Siapa sangka penemu motor Honda adalah seorang anak dari keluarga miskin dengan nilai jelek di sekolah dan di drop out saat kuliah.

Namun, kegigihan dan kerja keras membuat namanya melegenda sampai saat ini. berikut sejarah penemu Honda motor dengan 1% keberhasilan 99% kegagalan.

1Dilahirkan dari Keluarga Miskin

www.cygnuscool.blogspot.com

Soichiro Honda lahir di Yamahogashi pada 17 November 1906. Ayahnya bernama Gihei Honda bekerja sebagai pandai besi lokal bertangan dingin. Ayahnya dapat membuat alat kedokteran gigi. Ibunya bernama Mika yang berprofesi sebagai penenun.

Impian Soichiro Honda dimulai saat ia melihat mobil pertama kali. Sebuah suara bising terdengar di sebuah desa kecil bernama Yamahigashi di Shizuoka (sekarang Tenryu-shi).

Soichiro heran dengan benda bising yang semakin mendekat disertai debu tebal. Soichiro tergerak untuk mengejar mobil tersebut. Meskipun mengejar dengan sekuat tenaga, ia tidak dapat mengejarnya.

Ia menggosok tetesan bensin dan oli di tanah berdebu dengan tangannya. Ia amat takjub layaknya seseoang yang menemukan air di padang gersang.

2Drop Out Kuliah

www.konsultanpendidikan.com

Gihei Honda menanamkan kepada anak-anaknya etika kerja keras dan perhatian terhadap hal-hal mekanis. Soichiro belajar mengasah pisau mesin pertanian dan membuat mainan dengan tangannya sendiri.

Di sekolah ia dijuluki si hidung hitam musang karena wajahnya selalu kotor lantaran membantu ayahnya di bengkel. Di kelas ia selalu menghindar dari pandangan guru dan menghindari duduk di depan. Ia tidak menonjol di kelas.

Namun, ia tekun belajar hal-hal teknis dari ayahnya. Ayahnya memberikan catut untuk mencabuti paku. Ia juga sering berdiam diri berjam-jam mengamati mesin diesel menggerakan penggiling padi.

Ia tak berminat bermain bersama teman-teman sebayanya. Saat usia 8 tahun ia mencuri uang orang tuanya dan meminjam sepeda ayahnya diam-diam menempuh jarak 20 Km menuju lapangan udara militer Wichiyama demi melihat pertunjukan aerobatik.

Sayangnya ia tak memiliki cukup uang untuk membeli tiket masuk. Alhasil ia memanjat pohon untuk melihat pesawat bergerak.

Pada usia 12 tahun Soichiro Honda berhasil menciptakan sepeda pancal dengan model rem kaki. Saat sudah besar ia gagal menyandang gelar insinyur lantaran drop out dari kuliahnya.

3Kegagalan Membangun Menara Bisnis

www.sacunslc.wordpress.com.jpg

Di usia 15 tahun Honda pindah ke kota untuk bekerja di Hart Shokai Company. Insting mekanisnya sangat kuat. Honda dapat mengetahui suara mesin mencurigakan dan oli bocor. Di sini Honda belajar banyak tentang mekanis.

Pada usia 21 tahun, Saka Kibara membuka cabang di Hamamatsu. Honda pindah ke sini. Prestasi kerjanya sangat membanggakan. Ia menerima reparasi yang di tolak bengkel lain.

Kerjanya yang cepat saat mereparasi mobil membuat pelanggan membludak. Ia bekerja lembur bahkan sampai subuh. Namun kreativitasnya tidak mati ditengah kesibukan kerja.

Ia menciptakan jari-jari ban dari logam untuk mengganti jari-jari ban yang sebelumnya dari kayu. Penemuannya ini laku keras dan di ekspor ke seluruh dunia.

Pada usia 30 tahun ia menandatangani hak patennya yang pertama. Ia keluar dari perusahaan dan membangun bengkel sendiri.

Kegagalan demi kegagalan membangun bisnis terus ia derita. Ia menciptakan ring piston, namun ditolak Toyota karena dianggap tidak memenuhi standar.

Demi menjawab kekurangan pistonnya, Honda kuliah kembali. Sepulang kuliah ia langsung mempraktekan ilmunya dari kampus. Namun lagi-lagi ia harus dikeluarkan dari kampus karena jarang masuk kuliah.

Kabar baiknya ring pistonnya kemudian diterima Toyota. Impiannya untuk memiliki pabrik tak berjalan mulus. Lantaran dalam kondisi siap perang, pemerintah Jepang tak memberikan dana.

Ia mengumpulkan dana dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik. Namun karena kondisi perang, pabriknya mengalami kebakaran hingga 2 kali.

Ia memerintahkan karyawannya untuk mengumpulkan kaleng bekas bensol yang dibuang kapal Amerika Serikat untuk membangun pabrik. Lagi-lagi musibah menimpanya. Gempa bumi menghancurkan pabrik pistonnya. Ia menjual pabrik pistonnya ke Toyota.

4Kesuksesan dengan Motor Honda

www.kaskus.co.id

Kegagalan demi kegagalan ia lewati. Akhirnya ia dapat menciptakan sepeda pancal bermesin dengan tanaga terpentin sehingga harus digenjot terlebih dahulu agar bisa jalan.

www.maniacotomotif.blogspot.com
www.maniacotomotif.blogspot.com

Sepeda motor inilah yang menjadi cikal bakal sepeda motor honda.

SHARE