Apakah kamu pernah merasakan jatuh cinta? Atau malah saat ini kamu sedang jatuh cinta? Jatuh cinta memang berjuta rasanya.

Entah tidak dapat diungkapkan kata-kata tentang persaan yang ada di dalam hati. Tapi tahukah kamu bahwa jatuh cinta tidak melulu tentang perasaan.

Terdapat fakta ilmiah tentang hal tersebut. Ketika jatuh cinta beberapa hormon bekerja di dalam tubuh baik pada pria maupun wanita.

Jatuh cinta terbagi menjadi 3 tahap, yakni tahap gairah, tahap ketertarikan, dan tahap cinta sejati.

Nah, berikut beberapa hormon yang bekerja saat seseorang sedang jatuh cinta dan fakta yang menyertainya.

1Gairah: Hormon Feromon, Estrogen, dan Tertosteron

princesskerong.blogspot.com

Tahap gairah adalah tahap yang paling sederhana dari proses jatuh cinta. Misalnya saat jatuh cinta tentu kamu mengalami kecenderungan sederhana seperti mulai tertarik dan memahami karakater tubuh pasangan.

Hormon yang berkerja pada tahap garirah ini antara lain hormon feromon, pada wanita hormon estrogen, dan pada pria hormon testosteron.

Hormon feromon adalah hormon yang dapat menimbulkan rasa ketertarikan pada pasangan. Rasa tertarik tersebut biasanya dimulai dari mata kemudian dilanjutkan ke bagian tubuh lain yang dianggap spesial.

Efek dari hormon ini ditandai dengan detak jantung makin cepat, napas tak beraturan, dan lain-lain.

Hormon estrogen (pada wanita)dan hormon testosteron (pada pria) merupakan hormon pemicu gairah seksual level sederhana.

Hormon jenis ini banyak diproduksi oleh para pria. Jika hormon ini bekerja akan ditandai dengan hasrat yang berpotensi seperti ingin selalu berada didekatnya, bisa bergandengan, dan lain-lain.

2Ketertarikan: Hormon Dopamin, Adrenalin, Serotonin, dan Oksitoksin

www.mahdiyyah.com

Tahap ini melibatkan kecenderungan emosional dimana kedaan psikologi seseorang yang jatuh cinta bisa berubah-ubah.

Hormon yang bekerja pada tahap ketertarikan antara lain hormon dopamin, adrenalin, serotonin, dan oksitoksin.

Hormon dopamin memberikan rasa senang dan efek rasa candu. Rasa senang terjadi melalui pemikiran dan khayalan mereka yang sedang jatuh cinta dengan pasangannya.

Sama halnya dengan hormon dopamin, hormon adrenalin merupakan pemicu rasa bahagia. Jika hormon ini bekerja maka akan menyebabkan munculnya keringat dan meningkatnya denyut jantung.

Sedangkan hormon serotonin merupakan hormon pemicu rasa kantuk. Ketika jatuh cinta, kadar hormon ini menurun.

Nah, hal itu membuat orang yang sedang jatuh cinta sulit tidur sebab selalu melamun dan mengingat dia.

Hormon oksitosin dapat memicu rasa ingin selalu dekat, adanya perasaan aman dan nyaman. Hormon ini dapat meningkat saat seseorang yang jatuh cinta bertemu dengan pasangannya.

3Cinta Sejati: Hormon Oksitosin dan Hormon Vasoprein

alienco.net

Tahap cinta sejati dilalui oleh pasangan yang sudah dalam ikatan pernikahan. Pada tahap ini terdapat dua hormon yang bekerja yakni hormon oksitosin dan hormon vasopresin.

Hormon oksitosin yang diproduksi pada tahap cinta sejati semakin meningkat. Bekerjanya hormon ini dapat memicu gairah bercinta sampai mencapai orgasme.

Sedangkan hormon vasopresin berperan dalam memicu gairah seks. Jika hormon ini bekerja maka pasangan dapat menikmati hubungan seks sebagaimana mestinya.

Itulah hormon yang bekerja saat seseorang sedang jatuh cinta. Semoga kita dapat mengendalikan  diri agar cinta yang kita rasa tidak tersalurkan pada hal yang keliru.