Ibarat sebuah roda yang berputar, hidup ini kadang berada di atas dan kadang berada di bawah. Tidak selamanya kita berada dalam kesusahan pun tidak selamanya kita berada dalam kebahagiaan.

Itulah ujian hidup. Allah memberikan ujian dalam kehidupan ini dapat berupa kesusahan ataupun kebahagiaan.

Ketika kita ditimpa ujian berupa kesusahan atau kesempitan, kita diminta untuk senantiasa bersabar dan berdoa. Mungkin saja Allah merindukan rintihan doa kita, Dia merindukan kita mendekat padanya.

Kita pun juga harus senantiasa bersyukur dan mengingat Allah, ketika Allah memberikan kita kelapangan dan kebahagiaan.

Bisa jadi itu juga merupakan ujian. Justru yang lebih berbahaya ketika kita diberi Allah kelapangan, Allah ingin melihat apakah kita akan lalai padaNya, bersyukur atau tidak?

Kisah ini juga akan mengingatkan kita bahwasanya dalam hidup seharusnya kita tetap bersyukur dan bersabar. Selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dari setiap hal yang kita lalui dalam hidup ini.

Adalah kisah dari seorang bocah yang menderita cerebal palsy spastik yang memiliki kemampuan menghafal kalam Allah.

Tidak pernah terbayangkan dalam benak Heny Sulistiowati bahwa buah hatinya mengalami cerebal palsy (CP), yakni terganggunya fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, penengaran, penglihatan dan kemampuan berpikir.

Akan tetapi ujian kehidupan itu tak membuatnya untuk mengeluh dan menyalahkan Sang Maha Pencipta justru ia bersabar dan tidak menyangka buah hatinya tercinta itu kini menajdi seorang hafidz.

1Lahir Prematur

wallpapers.dgreetings.com

Fajar Abdurokhim, bayi yang lahir pada tanggal 2 Otober 2003 itu lahir dengan berat badan hanya 1,6 kilogram. Maka ia harus berada di ruang khusus Neonatal Intensif Care Unit (NICU) selama kurang lebih 20 hari.

Setiap kali sang ayah, Joko Wahyudiono, mengantarkan ASI, beliau rutin untuk membacakan Al-Qur’an satu juz perhari.

Ibu Heny dan Pak Joko melakukan itu karena mereka percaya bahwa Al-Qur’an adalah As-Syifa atau obat penyembuh segala penyakit, maka tiada henti setiap harinya lantunan ayat-ayat Allah itu mereka perdengarkan pada Fajar.

2Selalu Memperdengarkan Murottal Al-Qur’an

www.insanmadinah.com

Sepulang dari rumah sakit, orang tua Fajar dengan penuh kasih sayang berkomitmen untuk terus memperdengarkan murottal Al-Qur’an.

Tidak menyalakan musik apapun, bahkan televisi di rumah. Hanya lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang terdengar.

Ibunda Fajar menyampaikan bahwa anak harus diperdengarkan yang baik-baik, apa yang keluar dari Al-Qur’an merupakan yang terbaik. Dan itulah yang terbaik.

Ketika usia 3 tahun, Fajar kecil mulai tertarik dengan gambar. Sang ibu membelikan compact disk interaktif Al-Qur’an yang bisa disetel di laptop.

3Keajaiban dan Berkah Al-Qur’an

itqonmanager.files.wordpress.com

Saat dilakukan tes Magnetic Resonance Imaging (MRI) di otak Fajar terdapat gelombang kejang juga ada rongga.

Biasanya orang yang mengalami CP akan terkena Hydrocephalus, namun itu semua hilang dan tidak dialamioleh fajar. Itulah keajaiban dan berkah Al-Qur’an.

Tidak hanya itu saja, orang tua Fajar sangat terkesima ketika Fajar bisa menirukan akhir ayat dari murottal Al-Qur’an yang didengarkan.

pbs.twimg.com

Saat Fajar menginjak usia 5 tahun, ibunda Fajar memanggil guru ngaji untuk membantu Fajar mengurutkan hafalannya.

Setelah 6 bulan dibimbing, Fajar sudah hafal 80-90 persen isi Al-Qur’an tapi belum bisa runtut. Dan saat Fajar berusia 9 tahun, ia benar-benar hafal Al-Qur’an dengan sistematis dan terstruktur.

Kisah itu mengajarkan pada kita bahwa setiap hal yang terjadi dalam hidup ada hikmahnya. Segala ujian yang Allah berikan tinggal bagaimana kita menghadapinya. Dengan iman dan rasa sabar dapat menghadapi ujian hidup secara bijak.

Ujian yang ada menjadikan kita lebih kuat dan tegar, justru ‘kesedihan’ itu bisa menjadi kebahagiaan dan berkah.