Ucapan selamat biasanya berdatangan setelah kamu dinyatakan positif hamil. Selain ucapan selamat, ibu hamil juga biasanya akan dihujani dengan berbagai informasi mengenai kehamilannya.

Tidak hanya pada kehamilan pertama saja, pada kehamilan kedua pun masih beredar banyak mitos di masyarakat. Bagi sebagian wanita, trauma dahsyatnya sakit saat melahirkan anak pertama masih berbekas.

Mitos yang beredar pada kehamilan kedua bisa menjadi faktor yang menyesatkan kamu. Jika kamu masih bingung, mana yang fakta dan mana yang mitos pada kehamilan kedua, berikut artikel singkat tentang kehamilan kedua yang wajib kamu tahu .

1Pertama Lahir Caesar, Kedua Caesar Juga

ortubaik.click

Mitos ini berkembang sangat pesat di masyarakat. Sudah tidak asing lagi jika pada kelahiran si sulung, kamu melahirkan dengan Caesar, bisa dipastikan generasi berikutnya juga demikian.

Tapi, tahukah kamu kalau informasi ini tidak sepenuhnya benar? Faktanya, terdapat VBAC atau Vaginal Birth After Caesaria, yakni sebuah program persalinan yang sudah cukup populer sejak 1980.

Pada program ini, kamu memungkinkan untuk bisa melahirkan secara normal pada kehamilan kedua, meski pada kehamilan pertama menggunakan jalan Caesar.

Yang perlu diperhatikan untuk bisa menggunakan program ini adalah jarak kelahiran anak pertama dengan anak kedua dan berikutnya minimal 18 bulan.

Meski demikian, resiko persalinan normal setelah Caesar ternyata lebih tinggi. Itulah sebabnya, umumnya ahli kesehatan akan menyarankan kamu, ibu hamil, yang pernah Caesar untuk kembali mengambil jalan Caesar.

Tapi yang paling penting, adalah selama kehamilan kamu tetap sehat dan tidak memiliki masalah, peluang untuk lahir normal cukup besar.

2Kelahiran Anak Kedua Lebih Mudah dan Cepat

11caracepathamil.blogspot.com

Sebagian wanita merasa jika kehamilan keduanya terasa lebih cepat dan mudah. Logikanya, setelah melahirkan, panggul dan vagina menjadi lebih lentur. Selain itu, leher rahim juga cenderung lebih lebar.

Jika dibandingkan dengan kelahiran pertama, pada kelahiran kedua biasanya tidak perlu banyak dibantu obat induksi. Faktor-faktor tadi inilah yang membuat kelahiran kedua lebih cepat.

Pada sejumlah kasus, di kehamilan pertama waktu yang dibutuhkan untuk pembukaan hingga lahir berkisar 12 hingga 14 jam. Sementara pada kehamilan kedua hanya butuh sekitar 8 jam saja.

Meski demikian, ibu hamil tetap harus berhati-hati. Pada kehamilan kedua, kontraksi lebih cepat terjadi. Sehingga badan akan cepat syok, nyeri dan bahkan gemetar.

Jika ini terjadi, maka kamu, ibu hamil, dianjurkan untuk segera datang ke rumah sakit guna mendapatkan pertolongan medis.

3Jarak Kehamilan yang Dekat = Stress dan Bayi Prematur

fadilmubarok.com

Stress umum terjadi pada ibu hamil. Tetapi kadar stress pada ibu yang memiliki jarak kehamilan dekat lebih tinggi dibanding yang jarak kehamilannya cukup jauh.

Penyebabnya adalah adanya siklus hormonal. Siklus ini belum kembali normal seperti sedia kala, tetapi sudah terjadi kehamilan lagi.

Pada keadaan ini, stress yang dialami ibu hamil dapat meningkatkan resiko bayi lahir prematur. Resiko yang paling banyak terjadi adalah kelahiran dengan berat bayi yang cukup rendah.

Lalu, berapa jarak ideal kehamilan kedua? Jarak ideal yang aman bagi ibu hamil adalah sekitar 24 atau sampai 35 bulan setelah tubuh mengalami persalinan yang pertama. Pada keadaan ini, kondisi hormon maupun tingkat stress ibu sudah kembali normal.

4Hamil Anak Kedua Terasa Cepat

tipshamilmudah.com

Bagi sebagian orang, kehamilan anak kedua terasa lebih cepat dan singkat. Faktanya, waktu ibu hamil sama saja.

Lalu kenapa terasa cepat? Ini karena ibu hamil akan cenderung sibuk mengurus dan memperhatikan si sulung. Akhirnya, banyak perubahan yang terjadi pada masa awal kehamilan yang terabaikan.

Bahkan tidak jarang, si ibu tidak menyadari jika dirinya tengah hamil. Hal ini karena tidak disadarinya tanda-tanda kehamilan. Hanya perut yang menjadi besar dan mual.

Meski demikian, pada kehamilan kedua perubahan fisik terjadi lebih cepat jika dibanding kehamilan pertama. Ini disebabkan oleh rasa mual dan pegal yang datang lebih awal pada masa kehamilan.

5Dada Panas = Rambut Bayi Lebat

wom.my

Mitos ini sudah berkembang luas di kalangan masyarakat. Tapi mitos ini dibuktikan belum lama ini.

Menurut peneliti di John Hopkis University, mereka menemukan ada hubungan dada si ibu hamil terasa panas dengan rambut bayi. Menurut data, sekitar 82% ibu hamil dengan rasa panas di dada melahirkan buah hati berambut tebal.

wallpapercave.com
wallpapercave.com

Sementara itu, ibu yang tidak mengalami rasa panas atau panas ringan, cenderung melahirkan bayi dengan rambut jarang.

Penelitian menunjukkan adalah hormon yang memengaruhi terjadinya rasa panas di dada saat terjadi pertumbuhan rambut si janin. Menariknya lagi, fakta ini bukan hanya terjadi dalam kehamilan kedua, namun juga kehamilan awal dan kehamilan selanjutnya.

Nah, itulah informasi mengenai sejumlah mitos kehamilan kedua bagi ibu hamil. Semoga bermanfaat.