Ikan lele merupakan ikan yang banyak digemari oleh semua orang, tidak hanya orang jawa saja tapi juga hampir seluruh masyarakat di Indonesia, secara ikan ini memang banyak gizinya dan enak buat lauk saat makan.

Selain itu ikan yang mempunyai kumis ini merupakan ikan yang bergizi dan disukai semua kalangan, dari anak kecil sampai orang tua.

Sekarang banyak sekali usahawan muda yang melirik bidang usaha ternak ikan lele karena dianggap sebagai salah satu usaha yang menguntungkan. Secara lele memang tidak ada matinya, banyak yang jualan lele di pinggir jalan dan tiap hari banyak orang yang mengkonsumsi.

Tidak heran jika banyak sekali lulusan sarjana yang fokus dalam membesarkan usaha ternak lele, padahal mereka bukan berasal dari jurusan peternakan ataupun perikanan.

Memang kalau dilihat secara kasat mata berternak lele tidak sulit, seperti memasukkan ikan, dikasih makan dan ditunggu panen. Selain karena untung besar yang didapatkan, beternak ikan ini semakin menggiurkan lantaran tak perlu modal besar untuk memulainya.

Ternak lele dari pembibitan hingga panen memang mudah kok, tidak sulit, tidak pula beresiko tinggi, jadi banyak yang tertarik dengan bisnis kurang lebih 3 bulanan ini, selain itu ternak lele bisa dilakukan dengan modal yang kecil maupun modal besar, jadi tak heran banyak yang suka.

Salah satu tehnik bisnis ternak lele yang sekarang sudah mulai menjamur dan digemari banyak orang adalah ternak lele dengan kolam terpal, kenapa dengan terpal? Karena banyak sekali keuntungan ternak lele dengan terpal dibanding ternak lele dengan kolam tanah dan sudah terbukti untung. Selain mudah dalam mencari medianya, terpal juga tergolong murah harganya, jadi bisa dijangkau bagi siapapun yang ingin bisnis ternak lele walau modalnya minim.

Kelebihan ternak lele dengan terpal yang pertama adalah mudah, yup, dengan media terpal, kolam lele bisa dipindah-pindah sesuai keinginan kita, mau di dalam ruangan atau di luar ruangan bisa, asalkan tempat cukup lebar dan mudah bisa saja dipindah sesuai dengan kemauan kita.

Kelebihan berikutnya dari kolam dari terpal adalah bisa mengatur volume air, karena air tidak bergerak dan tidak ada tambahan secara alami, beda dengan kolam besar yang airnya dari sungai, kolam besar akan teraliri air.

Air yang berada di dalam terpal juga tidak akan kemasukan senyawa lain seperti kolam besar, walaupun airnya seperti itu bagi ikan lele tidak masalah, karena ikan lele termasuk ikan yang punya daya tahan tinggi.

Kelebihan selanjutnya adalah aman dari gangguan hewan atau ancaman hewan pemakan ikan. Seperti ular atau mungkin juga bangau. Atau mungkin juga gangguan manusia atau pencuri ikan, karea kolam bisa diletakkan di pekarangan rumah, depan rumah bahkan bisa di dalam rumah.

Lele yang berada dalam terpal rata-rata akan mempunyai bentuk dan kualitas yang sama, selain gemuk, berisi, juga sehat untuk dimakan, karena pakan yang diberikan juga bahan makanan sehat, beda dengan lele dari kolam besar, lele akan makan organisme yang datang atau tersesat di kolam tersebut.

Kolam terpal juga tidak sekali pakai, jika sudah digunakan untuk lele angkatan pertama, masih bisa digunakan untuk lele angkatan berikutnya hingga 3-4 kali pemakaian, jadi lebih efisisen untuk usaha berikutnya.

Selain itu kelebihan ternak lele di terpal adalah kemudahan saat memanen, saat panen cukup sedikit membongkar terpal, dengan begitu air akan mengucur sendiri, hingga ikan mudah ditangkap dengan jaring atau langsung dengan tangan.

Kelebihan yang terakhir adalah tempat yang digunakan tidak berubah, masih utuh, beda dengan kolam besar, kolam besar harus digali dan ketika sudah tak terpakai akan membentuk suatu lubang besar dan itu sangat disayangkan jika tidak digunakan.

Jika kamu ingin berternak lele, walau kamu pemula kamu bisa kok, tapi lebih baiknya dengan kolam terpal ya, kalau kamu masih bingung bagaimana caranya, yuk pelajari langkah-langkah beternak lele di bawah ini.

1Perkirakan Tempat Untuk Kolam Lele

wawanbikingedelele.wordpress.com

Tentu hal yang pertama harus kamu siapkan adalah siapkan tempat untuk kolam terpal. Tempat ini bisa di dalam ruangan atau di luar ruangan.

Untuk di dalam ruangan usahakan jangan terlalu mepet, ada pergantian udara yang masuk, dan ada sinar matahari walau masih terhalang oleh kaca.

Ruangan tersebut paling tidak ada space ruang 1-2 kaki, hal ini digunakan untuk memudahkan kamu dalam bergerak, selain itu kalau bisa ruangan yang dekat dengan air, jadi kamu mudah jika saat melakukan pergantian air, biasanya untuk kolam yang berada di dalam ruangan itu di gudang atau di garasi mobil yang tidak terpakai lagi.

Jika kamu ingin berada di luar ruangan sebaiknya jangan terlalu jauh dari rumah, bisa di belakang rumah, di samping kiri dan kanan. Jangan terlalu jauh dari rumah, karena jika dekat kamu akan lebih mudah mengontrolnya baik air maupun gangguan hewan liar.

Untuk tempat yang berada di luar ruangan usahakan jangan di bawah pohon, karena jika di berada di bawah pohon, kolam terpal akan cepat kotor, kejatuhan daun setiap hari, belum ranting-ranting yang kadang tidak terlihat atau tenggelam di kolam.

Pilihlah tempat yang rata, tidak banyak bebatuan, jangan juga di tempat yang mudah longsor dan tentunya tempat yang bisa muat untuk kolam terpal.

2Siapkan Terpal dan Buatlah Kolam

blogoinformasi.com

Siapkan terpal yang bisa kamu beli di toko bangunan, belilah terpal yang standart, biasanya terpal all size atau ukurannya sama semua, beli 1 jika kamu ingin 1 kolam tapi jika kamu ingin buat 2 atau lebih maka terpal menyesuaikan, karena 1 terpal itu untuk 1 kolam dan itu sudah standart, bisa saja lebih kecil tapi kurang bagus untuk ikan. Teorinya semakin besar kolam dan semakin sedikit ikan, semakin bagus kemungkinan ikan tumbuh.

Ukur terpal dengan panjang dan lebar yang lebih besar ketimbang ukuran galian tanah. Pastikan bahwa masih ada sisa terpal sepanjang setengah meter yang terlihat dari luar, jangan terlalu minim atau mepet, karena

Sebelum memasang terpal, pastikan terpal dalam keadaan mulus, tidak bolong, tidak sobek dan terhindar dari zat warna, karena jika terpal ada yang cacat maka tidak akan bagus untuk kolam, tidak mungkin banget kan terpal bolong, secara akan di isi air.

Bersihkanlah terpal dengam mencucinya, bagian dalam kolam terpal dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan. Setelah itu, bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan selama satu hari, terpal sudah siap digunakan.

Perlu kamu perhatikan ya, kadang ada terpal yang warnanya luntur ketika kena air dan ini lebih baik bersihkan sampai warnanya hilang, karena luntur itu merupakan cat yang mengandung zat kimia yang tidak baik bagi hewan termasuk ikan.

Setelah terpal siap, siapkan tanah. Pastikan bahwa tanah yang kamu gali sudah bersih dari kerikil dan batu. Sebelum merebaknya penggunaan terpal sebagai bahan membuat kolam lele, jenis kolam yang lebih dulu dikenal dan digunakan adalah kolam tanah dan semen.

Ketika para peternak mulai kreatif dan berpikir maju, mereka menemukan ide efesiensi yang bisa diterapkan di bidang peternakan ikan.

Jenis kolam dengan memanfaatkan lahan sempit dan seadanya, dikenal dengan istilah dan metode baru yaitu kolam terpal. Jenis kolam ini lebih fleksibel dan bersahabat dan mulai juga diterapkan dalam budidaya ikan termasuk ternak ikan lele.

Kolam terpal bisa dimanfaatkan untuk kolam semen, drum, dan pancang-pancang seperti kayu dan bambu (tergantung kreatifitas). Ada yang menggunakan batu bata dan batako juga.

Gunakan perbandingan yang tepat saat membuat kolam terpal. Pembuatannya bisa didasarkan pada ukuran 100 ekor lele per 1 meter persegi luas lahan, ini merupakan standart minimal yang baik jangan di ubah.

Sementara itu, untuk ketinggian kolam, kamu bisa menggali hingga kedalaman 1.5 meter, sementara panjang dan lebarnya bisa disesuaikan dengan bibit lele yang sudah kamu siapkan tadi.

Jika kamu tidak ingin menggali tanah ada cara lain yaitu dengan membuat tatanan batu bata sebagai dinding kolam terpal. Caranya mudah, kumpulin batu bata yang agak banyak, lalu susun atau bentuk kotak seperti kolam, setelah itu pasang terpal di kotak tersebut.

Ingat dalam penyusunan batu bata ini harus rapi agar kuat dan kencang, susunan batu bata paling tidak 2 lapis sehingga tidak mudah ambruk.

Setelah ada kolam, kolam diisi dengan air hingga 20 cm.Setelah kolam sudah terisi air diamkan selama kurang lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton.

Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm setelah ikan berangsung dewasa. Air yang telah ditinggalkan selama seminggu penuh dan diberikan daun-daun seperti daun singkong, atau pepaya. Tujuannya agar air berwarna hijau, air hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan air kolam dan harus dilakukan 25% penambahan dan penggantian air.

3Masukkan Air Plankton

archive.kaskus.co.id

Memang diatas disebutkan bahwa air yang didiamkan bisa timbul plankton tapi ada metode lain yang bisa kamu gunakan untuk memaksimalkan tumbuhnya plankton, yaitu  metode air dicampur dengan kompos sapi lantas dibiarkan selama 3 hari, dan itu dilakukan di luar kolam.

Setelah jadi baru campurkan air plankton buatan tadi ke kolam terpal dan pastikan bahwa Ph air kolammu berkisar antara 7-8. Jangan sampai Ph-nya kurang dari 7 atau lebih dari 8.

4Pemilihan Bibit Ternak Lele

jualbibitlele.wordpress.com

Setelah langkah di atas sudah kamu lakukan, hal berikutnya adalah pemilihan bibit untuk ternak lele. Untuk jenis lele yang bagus untuk ternak adalah lele dumbo, lele dumbo ini lele yang bisa besar maksimal dan mempunyai selera makan yang besar.

Bibit menjadi salah satu perhatian khusus untuk menentukan keberhasilan usaha budidaya ikan lele, terdapat jenis jenis ikan lele populer yang menjadi primadona para peternak lele.

Tetapi walaupun banyak terdapat jenis jenis ikan lele unggulan tetap saja harus kembali memilih bibit bibit yang bagus agar kedepannya dapat berkembang dengan baik dan menghasilkan untung besar dari bisnis budidaya lele.

Untuk itu kamu perlu tahu bagaimana ciri-ciri bibit unggul lele. Ciri-ciri bibit unggul lele yaitu bibit terlihat aktif melakukan oksigenasi, yang dimaksud oksigenasi ini adalah mengambil udara ke atas.

Biasanya ikan dari bawah berenang ke atas untuk mengambil udara untuk bernafas dan kembali ke dalam lagi, hal itu dilakukan beberapa kali dalam 1 menit dan itu menandakan bahwa bibit aktif, bibit aktif inilah yang sehat dan pertumbuhannya akan baik.

Ciri bibit yang unggul berikutnya adalah bibit terlihat gesit, agresif dan cerah, dimana gesit ini saat berenang terlihat cepat, tidak lambat seperti ikan sakit.

Agresif saat ada makanan datang, biasanya ikan sehat memang agresif saat ada yang masuk ke dalam air, dalam sekejab mereka akan langsung tahu makanan dari baunya dan seketika langsung melahapnya.

Tapi beda dengan ikan yang sakit atau stress, ada makanan biasanya gak respon, kadang juga menghindar.

Ciri-ciri bibit unggul yang harus kamu perhatikan selanjutnya adalah ukuran bibit terlihat sama rata, tidak terlalu kecil dan juga tidak terlalu besar.

Bibit unggul yang bagus selanjutnya adalah bibit yang berwarna cerah, tidak terlihat pucat atau terlihat berbeda dengan bibit yang lain, dimana warna ini sangat terlihat ketika bibit menggerombol.

Jika kamu melihatnya tentu akan dapat mengetahui mana yang terlihat beda warna dan itu bisa dipastikan itu bibit yang kurang sehat, tentu itu bukan bibit yang tidak recomended untuk diambil

Perlu kita ketahui dalam membeli bibit, di dalam kolam tidak semua bibit yang dihasilkan jenis unggulan juga unggul semua, tetap harus dipilih pilih lagi dengan beberapa kriteria tertentu seperti diatas.

Ketika membeli bibit unggul ini usahakan memilih sendiri, disortir sendiri, jangan beli dengan kamu tidak tahu bagaimana keadaanya, karena ini sangat mempengaruhi bisnis kamu ke depan.

5Penebaran Benih

sangkutifarm.com

Setelah benih sudah didapat, langkah berikutnya yang pasti adalah penebaran benih ke kolam. Siapkan benih 1000 lele dumbo ukuran 1,5-2 inci”, itu untuk ukuran kolam 2m x 1m x 1m. jika budidaya yang di lakukan dalam kuota yang besar maka penebaran benih kita akumulasikan dengan perbandingan sesuai ketentuan diatas.

Selanjutnya yang harus kamu perhatikan, bibit yang baru dibeli jangan segera dimasukkan ke dalam wadah atau kolam untuk budidaya, tapi harus melalui tahap peredaman yang dapat menyesuaikan benih ikan dengan air di kolam habitat untuk ikan di budidaya.

Kamu bisa melakukan hal itu dengan cara siapkan bak / ember lalu masukan air kolam yang akan di jadikan budidaya ikan kedalam ember/bak kemudian baru masukkan benih lele yang akan di tebar.

Diamkan selama kurang lebih selama 30 menit tujuan agar benih ikan melakukan penyesuaian dengan air kolam bakal budidaya dan untuk menghilang stres ikan setelah di pindahkan dari habitat penangkaran dan akan masuk kehabitat baru.

Setelah 30 menit benih dapat di tebar ke dalam kolam terpal. Untuk penebaran benih baik lakukan pada pagi atau malam hari karena di waktu pagi atau malam hari kondisi air relatip stabil.

6Sortir Ikan Lele

jualo.com

Hal berikutnya agar pertumbuhan lele maksimal, lele perlu disortir lagi. Sortir ini dilakukan setelah lele berumur lebih dari 20 hari, kamu bisa menggunakan bak penyortir berukuran 9 -12 cm

Alasannya dilakukan sortir karena, ikan lele yang lebih kecil akan sulit untuk mendapatkan makanan karena kalah cepat dengan yang lebih besar dan dapat memperlambat laju pertumbuhan ikan sebagian. Oleh karena itu, sejak awal kita harus menyiapkan dua kolam ukuran yang sama dengan tujuan untuk memisahkan ikan yang sudah di lakukan sortir.

Apabila tidak mempunyai lokasi yang cukup luas kita dapat menyiapkan kolam untuk ikan hasil sortir lebih kecil dari kolam budidaya. karena hanya ikan yang kecil saja yang di pindahkan ke kolam hasil sortir (kolam kecil untuk ikan yang kecil) dan kolam yang besar kita gunakan untuk ikan yang besar.

7Hitung Jumlah Bibit Lele

totoharyanto.com

Hitung dulu bibit yang akan kamu tanam dalam kolam tersebut. Pastikan jumlahnya sesuai dengan hitunganmu, karena ini akan berkaitan dengan hasil ketika 3 bulan berikutnya.

Usahakan konsisten pada jumlah awalnya, jika ada faktor yang tidak bisa diusahakan, misal mati itu segera kenali penyebabnya dan segera atasi. Tentu jika jumlahnya konsisten sesuai dengan saat pemberian awal maka kamu akan mendapatkan keuntungan yang banyak, jika yang mati atau berkurang 1-5 ekor saja kemungkinan besar kamu juga masih untung, tapi masalah keuntungan ini kadang tidak bisa diperkirakan, karena harga kadang berubah walau berubahnya tidak jauh.

8Pengaturan Mutu Air

kebun-hydroponik.tk

Setelah lele hidup di kolam terpal, maka jangan lupakan juga proses perawatannya. Salah satu yang mendukung pertumbuhan ikan lele adalah kondisi air. Kita dapat mengatur kondisi air ini, untuk ketinggian air berada pada posisi normal, yaitu 20 cm pada bulan pertama beternak, 40 cm pada bulan kedua, dan 80 cm pada bulan ketiga.

Semakin besar lele semakin banyak air yang diperlukan untuk lele bergerak, jika tidak ditambah akan membuat ikan tumpang tindih dan itu tidak bagus untuk pertumbuhan. Usahakan tidak terbalik atau lebih dari ukuran itu, karena jumlah air juga akan mempengaruhi kualitas ikan lele.

Untuk warna, warna air yang paling baik bagi ikan lele berwarna hijau menunjukkan bahwa mutu air baik untuk keberlangsungan hidup ikan lele karena hewan ternak tersebut tidak menyukai air jernih. Warna hijau ini bisa kita hadirkan selain seiringnya lele mengeluarkan kotoran, karena sisa pakan dan mikroorganisme yang berada di kolam.

Dan perlu kamu tahu bahwa air akan beralih menjadi warna merah, itu tandanya ketika ikan telah dewasa dan siap untuk dipanen. Ingat kalau belum merah tandanya ikan belum siap, biarkan sejenak dan tunggu masa pertumbuhannya.

9Kedalaman Air

pertanian.net

Salah satu faktor ikan mati adalah kondisi kolam yang menguap dan akhirnya airnya surut, dengan kondisi itu ikan juga kurang sehat. Usahakan kolam jangan terlalu dangkal karena penguapan akan membuat kolam menjadi terlalu panas.

Tentunya ini menjadi perhatian yang perlu sekali bagi kita, karena penguapan itu cukup mempengaruhi kondisi ikan. Segera tambahi dengan air lagi sampai batas maksimal seperti di atas.

Dalam mengecek kondisi ini kamu bisa melihat cuaca dalam 1 minggu, jika sekiranya sangat panas kamu harus cek air kolam dalam 2 hari, jika tidak terlalu panas kamu bisa 5 hari sekali

Selain itu kamu juga perlu untuk menambahkan tanaman air seperti kangkung, daun talas dan eceng gondok. Fungsi sebagai tanaman peneduh dan sedikit mengurangi penguapan, karena cahaya matahari terhalang oleh tanaman.

Selain itu tanaman air di atas juga dapat menyerap racun yang terkandung dalam air kolam, sehingga dapat menetralisir racun yang kadang membuat ikan menjadi stres.

10Tingkat Kejernihan Air

lelekita.com

Seperti yang disebutkan di atas bahwan pada dasarnya lele tidak suka air jernih. Hal ini dapat dilihat dari sifat dan bentuk tubuhnya. Ikan lele tidak perlu penglihatan dengan air jernih walau ada pakan saat malam hari, karena mereka mempunyai bentuk tubuh memiliki kumis di sekitar mulut yang berfungsi mengetahui itu makanan atau bukan.

Selain itu, sistem pernapasan ikan lele menggunakan labirin, yang berarti bernapas lele tidak bergantung pada oksigen terlarut dalam air. Dengan demikian, kondisi oksigen minimal lele dapat bertahan hidup air berlumpur tersebut.

Meskipun ikan lele tidak suka air jernih, kita tidak bisa memasukan sembarangan air ke dalam kolam. Bisa jadi kita memasukan air yang mengandung bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit. sebagai penangkalnya yaitu dengan memberikan daun seperti yang disebutkan di atas sehingga air berwarna hijau.

11Pakan Lele

stockisthcs.com

Memberi makan lele dilakukan tiga kali sehari, yakni pukul 07.00 pagi, 17.00 sore, dan 22.00 malam. Jangan memberi pakan terlalu berlebihan karena jika tak termakan oleh lele, sisa makanan tersebut akan mengendap di dasar kolam dan memunculkan penyakit bagi ikan lele.

Ada alternatif pakan lain yang lebih aman dan sifatnya ini alami, yaitu kroto dari semut rangrang, dimana kroto memang merupakan makanan kesukaan ikan lele dan terbukti sangat bagus untuk pertumbuhan mereka, walau tidak bisa dipungkiri bahwa kroto ini sangat mahal harganya.

12Pengendalian Hama dan Penyakit

suryamina.com

Hal berikutnya yang harus kita perhatikan dalam ternak ikan lele adalah pengendalian hama dan penyakit. Hama dan penyakit ini tentu tidak bisa kita acuhkan, karena akan sangat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil produksi ikan selama 3 bulan ke depan.

Hama biasanya binatang yang berang-berang, burung pemakan ikan, kucing, dll. Ada juga penyakit seperti virus dan bakteri, tapi rata-rata virus dna bakteri ini sangat jarang terjadi jika kondisi awal bibit sudah bagus dan sehat.

Untuk pencegahan ini kita bisa memasang seperti penghalang atau pagar, cukup dari paranet atau jaring saja hewan tidak bisa masuk, dengan begitu saja hewan tidak akan masuk ke dalam air.

Kita juga perlu hati-hati terhadap hewan yang jatuh ke dalam kolam, seperti tikus, ayam atau hewan lain, segera bersihkan saja hal semacam itu karena itu bisa saja membawa sumber penyakit di kolam.

Untuk penyakit dapat diberikan obat-obatan yang banyak tersedia di toko perikanan atau toko pertanian, tergantung pada jenis penyakit yang menjangkit ikan lele.

13Panen

m.energitoda.com

Setelah kurang lebih 90 hari atau 3 bulan memelihara ikan lele, maka sudah waktunya untuk memanen. Jika kamu ingin menjual hasil ternak lele, maka sortir terlebih dahulu lele yang berukuran kecil, sedang, dan besar.

Seperti yang disebutkan di atas, jika pertumbuhan lele baik dan sedikit yang mati maka kemungkinan besar kamu akan untung, tapi tidak dipungkiri bahwa itu juga tergantung dengan kondisi harga pasaran ikan lele.

Kamu bisa menjual secara langsung pada konsumen, bisa pada penjual lagi, atau mungkin sudah dibeli oleh rumah makan.

Yup, itulah ulasan lengkap tentang budidaya ikan lele dengan menggunakan kolam terpal, jika kamu ingin mencobanya walaupun dengan modal minim tidak masalah, toh modalnya juga tidak besar dan tentunya bisnis ini merupakan bisnis sambilan yang bisa dikerjakan saat senggang atau santai di rumah.

Bagaimana tertarik mencoba bisnis ternak ikan lele kolam terpal? Semoga bermanfaat ya