Apa yang kita nikmati saat ini adalah hasil dari kerja panjang para peninggal sejarah. Ilmuwan-ilmuwan yang berjasa telah memberikan banyak warisan kepada manusia hingga saat ini.

Nah, berikut adalah 5 nama ilmuwan muslim sejarah yang telah berhasil menemukan dan membuat beberapa penemuan besar ratusan tahun lebih dulu dibanding rekan-rekan mereka di Eropa.

1Al Farabi

islamandscience.net

Abu Nasir Muhammad Bin Al-Farakh Al Farabi disingkat Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan. Ia juga dikenal dengan nama lain Abu Nasir Al Farabi.

Al Farabi dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad pertengahan. Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan, karya-karya al- Farabi meliputi logika, ilmu-ilmu matematika, ilmu alam, teknologi dan ilmu politik.

2Ibnu Sina

www.chunpage.net

Ibnu Sina dikenal dengan nama Avicena. Di dunia barat ia adalah seorang filsuf dan juga dokter. Lahir di Persia yang sekarang dikenal dengan Uzbeikiztan.

Bagi banyak orang, beliau adalah Bapak Pengobatan Modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal Qanun fi ThibĀ  merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

3Ibnu Rusyd

poetraboemi.wordpress.com

Ibnu Rusyd (Ibnu Rushdi, Ibnu Rusyid, lahir tahun 1126 di Marrakesh Maroko, wafat tanggal 10 Desember 1198) juga dikenal sebagai Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia).

Beliau adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai “Kadi” (hakim) dan fisikawan.

Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas.

Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.

4Al Khawarizmi

www.thefamouspeople.com

Lahir sekitar tahun 780 di Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad.

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar.

Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12.

Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.

SHARE