Barangkali perkembangan dunia sosial masyarakat saat ini tidak pernah sebegitu dipengaruhinya oleh teknologi. Tetapi abad ke-21 sungguh membuktikan bahwa perkembangan ini sudah terlalu satir sampai-sampai pantas dibuat menjadi ilustrasi satir.

Bukan bertujuan untuk melecehkan, ilustrasi satir justru dibuat untuk menyadarkan dan membangunkan manusia dari mimpi panjang konsumerisme teknologi. Jangan sampai manusia punah oleh teknologi ciptaannya sendiri.

Berikut beberapa ilustrasi satir yang dibuat oleh para ilustrator terkenal dunia. Cermati, pahami dan bangunlah menuju kehidupan manusia yang sesungguhnya.

1Liburan

plus.google.com

Bagi manusia zaman sekarang, liburan yang paling mengasyikkan dan menyenangkan adalah menyendiri dengan smartphone dan media sosial miliknya sendiri. Manusia seolah bebas menikmati ‘pulau pribadi’ miliknya. Ilustrasi ini dibuat oleh Pawel Kuczynski.

2Rahasia

urbanhit.fr

Pawel adalah lulusan Fine Arts Academy dari Poznan, Polandia. Pada karyanya yang satu ini, Pawel ingin menunjukkan bahwa tidak ada lagi tempat yang dapat menyimpan rahasia kamu. Semuanya akan keluar menyebar terbang bebas seperti burung Twitter.

3Belenggu

buzzly.fr

Ilustrasi ini dimuat oleh Makkah Newspaper. Ilustrasi satir yang seolah mengatakan bahwa manusia telah dibelenggu kedua tangan dan kakinya oleh Facebook, Instagram, Whatsapp, dan Twitter.

4Zombie

gorod.lv

Manusia telah menjadi zombie di tengah kemajuan pembangunan. Sepertinya begitulah pesan yang ingin disampaikan oleh Steve Cutts. Steve adalah seorang ilustrator dan animator asal London.

5Peliharaan

factanotoria.com

Steve mempunyai kantor kreatif yang ia beri nama Gleisobar yang memiliki klien terkenal dari berbagai belahan dunia. Sebut saja Coca-cola, Google, Rebook, Magners, Nokia, Sony, dan Toyota.

Dalam ilustrasi satir yang satu ini, Steve ingin mengatakan pada kita untuk tidak menjadi ‘peliharaan’ smartphone dan media sosial. Manusia seharusnya menjadi pengelola teknologi bukan dikuasai oleh teknologi.

6Never Alone

arabictimes.net

Jean Jullien adalah desainer grafis asal Perancis yang saat ini tinggal di London. Pada ilustrasi satir garapannya yang satu ini, ia ingin menunjukkan bahwa manusia saat ini seperti khawatir untuk tidur. Terus membuka mata hanya untuk mengamati dunia maya miliknya.

7Dead Literature

workbook.com

Tamparan keras untuk para akademisi, John Holcroft dalam ilustrasinya kali ini menggambarkan matinya buku sebagai literatur yang terbelenggu oleh paku-paku media sosial. John adalah seorang ilustrator asal Inggris.

Para akademisi harus sadar akan ini dan mengoreksi berbagai hasil karyanya agar benar-benar fakta sesuai ilmu dan pengetahuan yang telah ada. Bukan justru menganggap Google dan berbagai media sosial menjadi sumber rujukan utama.

8Ilustrasi Satir Penjara

hellourban.com

Smartphone dan media sosial telah menjadi penjara, setidaknya itulah yang ingin diungkapkan oleh Latif Fityani. Latif adalah mahasiswa grafis asal Amman, Yordania yang sedang menempuh pendidikan di Philadelphia University.

9Duel, Perang

creativelife.cz

Hal inilah yang benar-benar terjadi di Indonesia. Perlawanan masyarakat pada berbagai isu dan peristiwa yang dilakukan oleh pemerintah dan dianggap tidak sesuai dengan norma di masyarakat dilawan menggunakan Facebook dan media sosial lainnya.

Hal ini bisa jadi hal yang baik tetapi sekaligus hal yang buruk dan sangat berbahaya. Pawel Kuczynski sungguh menggambar ilustrasi satir ini dengan sangat tepat.

Baik karena dapat menjadi bibit untuk melahirkan gerakan sosial, people power, bahkan common enemy atau musuh bersama. Namun, sekaligus berbahaya karena dapat juga disalahgunakan sebagai alat kampanye hitam dan penyebaran isu serta fakta bohong.

Masyarakat lebih memilih jalan pikir yang pendek dan mudah percaya pada suatu hal yang belum pasti.

Kesadaran dan kepercayaan yang prematur dapat menimbulkan konflik antar kelompok masyarakat yang justru disebabkan oleh sesuatu yang belum jelas sebab musababnya.