Teori konspirasi berpihak pada dunia yang dipenuhi oleh kebohongan tersembunyi terstruktur dan masif. Kebohongan yang melibatkan perang, kontrak sepihak, dan tekanan politik serta teknologi untuk menutup mulut mereka yang mengetahuinya.

Namun, seni selalu menjadi pembuka. Seni tidak bisa diam karena ia adalah kreatifitas. Seni meskipun tak bisa melawan, ia bisa membuatmu sadar untuk melawan. Dan itulah seni yang menggugah.

Namun, untuk mengerti pesan dari ilustrasi di bawah ini, kamu tidak perlu tahu dan pusing untuk memahami dahulu kerangka teori konspirasi. Kamu pasti sudah dapat merasa, bahwa ada yang salah dari dunia ini, ada yang salah dari manusia.

1In A Relationship

boredpanda.com

Sebuah hubungan. Seorang desainer grafis asal Polandia, Sebastian Pytka membuat ilustrasi satir tentang sebuah hubungan. Ia seolah berkata bahwa hubungan antar manusia hanyalah ada karena ‘terbuhung’ lewat sosial media.

Selebihnya, pada kehidupan nyata, hubungan itu sama sekali bukan hubungan.

2Feed

boredpanda.com

Sebastian Pytka juga seolah mengatakan bahwa tahap selanjutnya setelah ketiadaan hubungan sosial adalah kesendirian yang tragis. Bahkan berbagi makan pun dengan meng-upload foto sajian makan ke media sosial.

Faktanya, manusia kesepian. Media sosial memberikan candu pada segalanya, pada hidup manusia. Semua pekerjaan, semua tugas, semua kesibukan ‘diganggu’ oleh media sosial.

3Facebook

boredpanda.com

Barangkali teori sosial harus diubah karena manusia sudah tidak lagi menjadi makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk melakukan interaksi sosial. Namun, jauh melenceng dari itu.

Manusia saat ini membutuhkan sosial media untuk melakukan interaksi sosial media. Kedua tangannya dibelenggu oleh sosial media, manusia menjadi makhluk sosial media. Sebastian Pytka menawarkan pandangan yang pas untuk manusia lewat ilustrasi ini.

4Contract

theawesomedaily.com

John Holcroft seorang ilustrator asal Inggris memberikan kita satu pemahaman yang selalu tak pernah dimengerti oleh para penguasa negeri. Bahwa kontrak pada apapun bukanlah kesepakatan dua pihak, namun belenggu yang menyiksa sepihak.

Saat ini John bekerja di berbagai media populer seperti BBC, The Guardian, Reader’s Digest, dan The Financial Times. Ia adalah seorang ilustrator terkenal yang disegani.

5Congress

rappart.com

Kongres adalah lembaga tertinggi yang memutuskan keputusan besar Amerika Serikat. Keputusan besar? Ataukah satu keputusan pasti? Perang.

Anthony Freda menyajikan ilustrasi satir tentang para congressman ini. Freda pernah menjadi ilustrator di majalah Time, Rolling Stones, Business Week, dan The New York Times.

6Perpetual War

thebeam.org

Freda dengan ilustrasi satir miliknya kali ini seolah mengatakan bahwa perang yang diputuskan oleh para congressman pada akhirnya akan menjadi sebuah perpetual things, perpetual war, perang yang kekal dan abadi.

Lalu, apa solusinya?

7Solution

cafe-babylon.net

Solusinya adalah pemusnahan masal, genosida, bom nuklir. Ilustrasi satir Freda yang satu ini menampilkan seorang pelukis dengan pakaian serupa bendera sebuah negara, kamu tentu paham betul bukan yang dimaksud Freda adalah negara mana?

Si pelukis itu melukis dengan indah, detil, terstruktur dan jelas. Ia melukis pemusnahan masal. Namun, pada kenyataanya rakyat dunia hanya akan melihatnya sebagai pohon musim gugur yang begitu indah.

Konspirasi macam apa yang mampu membuat ledakan bom nuklir menjadi pohon musim gugur yang indah? Tentu saja konspirasi si pelukis.

8Evolution

architecturendesign.net

Barangkali jika melihat teori evolusi yang satu ini, Charles Darwin akan merubah pandangannya tentang evolusi. Darwin akan setuju bahwa manusia akan tetap manusia hingga kapanpun.

Gunduz Agayev menceritakan dengan gamblang lewat ilustrasi satir garapannya yang satu ini, evolusi manusia adalah pada senjata dan senjata. Hingga radiasi nuklir menghancurkan manusia itu sendiri. Kini, manusia memang bukan lagi manusia seutuhnya.

9Ilustrasi Satir, Perang, dan Anak – Anak

architecturendesign.net

Ini bukan ilustrasi Agayev sederhana tentang 4 anak yang berusaha membuang senjata perang ke dalam jurang. Kalau kamu memperhatikannya dengan detil, kamu akan tahu.

Anak-anak ini adalah korban perang. Ada anak berambut pirang dengan satu tangan buntung. Ada anak berkulit gelap dan anak berpakaian putih dengan kaki buatan.

Dan satu lagi anak dengan kaos merah dan celana biru, kamu mengenalnya bukan? Anak Suriah bernama Aylan Kurdi ini? Jika kamu tidak mengenalnya, kamu mungkin akan geram membaca berita tentangnya. Kamu bisa mencari sendiri berita tentang Aylan di internet.