www.huffingtonpost.com

Buah Hatimu Perlu Mendapatkan 5 Imunisasi Dasar Lengkap Sesuai dengan Jadwal yang Telah Ditetapkan

Posted on

Imunisasi dasar merupakan upaya yang dilakukan untuk mencegah terjangkitnya penyakit pada tubuh manusia. Imunisasi dilakukan dengan memberikan vaksin ke dalam tubuh untuk merangsang sistem kekebalan tubuh atas beberapa jenis antigen.

Sebetulnya, imunisasi dapat diberikan pada semua usia, akan tetapi, ada beberapa jenis imunisasi yang efektif jika diberikan pada usia-usia tertentu. Bisa untuk bayi, anak-anak, remaja hingga lansia.

Nah, untuk imunisasi dasar sendiri diberikan pada bayi dan balita. Imunisasi pada bayi ini dapat diberikan melalui jarum suntik atau secara oral. Setelah bayi diberi imunisasi, mereka lebih memiliki daya tahan tubuh yang lebih kebal.

Sehingga bayi-bayi ini dapat beradaptasi di lingkungan baru dengan lebih baik. Imunisasi pun dapat menjaga daya tahan tubuh si kecil. Selain itu, dapat pula mencegah penyakit menular yang berbahaya.

kopralmak.blogspot.com
kopralmak.blogspot.com

Vaksin imunisasi akan bekerja dengan “menipu” tubuh untuk merangsang sistem kekebalan. Di Indonesia, program imunisasi dasar ini telah memiliki jadwal tersendiri. Si kecil pun diharapkan mendapat imunisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Sebagai orang tua, dirimu harus memperhatikan jadwal rutin untuk pemberian imunisasi tersebut. Kamu dapat mengunjungi puskesmas terdekat maupun rumah sakit pemerintah untuk melakukan imunisasi secara gratis.

Imunisasi Vaksin Hepatitis B

www.thetruecare.com
www.thetruecare.com

Virus hepatitis B merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit berbahaya bernama hepatitis B. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan pada hati siapapun yang menderitanya. Jika penyakit ini mengidap pada tubuh, dapat menyebabkan kematian.

Vaksin hepatitis B ini diberikan pada yang bayi yang masih berusia 0-7 hari. Sudah bisa diberikan setelah 12 jam bayi terlahir di dunia. Vaksin ini diberikan secara berkala sebanyak tiga kali untuk mencegah penyakit hepatitis B hingga 75%.

Vaksin hepatitis B yang kedua diberikan ketika bayi berusia 1-2 bulan dan dosis yang ketiga diberikan saat bayi sudah berusia 6-18 bulan.

Imunisasi Vaksin BCG

www.huffingtonpost.com
www.huffingtonpost.com

Imunisasi vaksin Bacille Calmette Guerin atau BCG merupakan vaksin untuk mencegah penyakit tuberculosis (TBC). Sebuah penyakit infeksi Mycobacterium tuberculosis dengan kuman berbahaya yang susah untuk dimatikan.

Imunisasi BCG diberikan kepada bayi yang berusia 1-2 minggu. Nantinya, setelah bayi mendapatkan suntikan BCG ini, pada kulit mereka akan mengalami kemerahan dan benjolan kecil yang menyebabkan munculnya bekas jaringan parut.

Pemberian vaksin ini hanya sekali saat bayi berusia satu bulan. Apabila lebih dari tiga bulan bayi tidak mendapatkan vaksin BCG, maka ia harus mendapatkan uji tuberkulin. Guna uji tuberkulin untuk mengetahui apa si bayi sudah terkena bakteri TBC atau belum.

Jika hasil tes tuberkulin negatif, imunisasi pun dapat diberikan kepada si kecil.

Imunisasi Polio

www.huffingtonpost.com
www.huffingtonpost.com

Polio merupakan penyakit yang dapat menyebabkan nyeri oto dan kelumpuhan pada anak. Untuk mencegah anak menderita polio, berikan imunisasi ini sebanyak empat kali ketika bayi berusia satu hingga empat bulan.

Seorang yang mendapatkan imunisasi polio ini dapat mencegah hingga 90% infeksi polio pada anak.

Imunisasi DPT

healthlevelup.com
healthlevelup.com

Imunisasi DPT adalah gabungan dari tiga vaksin, yakni Difteri, Petussis, dan Tetanus. Difteri merupakan infeksi bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan pada jantung dan saraf.

Pertusis sendiri adalah infeksi bakteri pada saluran udara sehingga dapat menyebabkan penyakit batuk rajan yang menular. Sedangkan Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani yang mampu menyebabkan kekakuan otot.

Imunisasi Campak

gigisusu.net
gigisusu.net

Campak merupakan penyakit kulit menular yang dapat  berakibat fatal pada anak-anak. Imunisasi ini diberikan ketika bayi berusia 9 bulan dan dapat diberikan ulang saat anak masuk SD atau mengikuti program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

Pemberian imunisasi campak ini mampu mencegah infeksi campak hingga 90%.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *