restorasinews.com

Indonesia Darurat Narkoba, BNN akan Jadi Setingkat Kementerian

Posted on

Selain LGBT, Indonesia juga sedang dalam keadaan darurat narkoba. Aksi BNN yang sempat membuat masyarakat berdecak kagum menjadikan kewenangan BNN terhadap penyelesaikan kasus narkoba negeri ini semakin didukung oleh masyarakat.

Ramai dukungan tersebut berupa rencana penaikkan status Badan Narkotika Nasional (BNN) menjadi setara dengan Kementerian.

Dukungan dari masyarakat ini seakan menjadi bukti bahwa narkoba merupakan musuh utama yang harus dibasmi karena akan memberi dampak buruk yang sangat besar dan membahayakan keselamatan generasi muda.

Indonesia sedang Terancam

indopos.co.id
indopos.co.id

Narkotika sudah menjadi ancaman berbahaya bagi bangsa. Bahkan statusnya sudah menjadi darurat narkoba.

Mulai dari kalangan anak-anak hingga pejabat pemerintah, bahkan aparat hukum pun banyak yang terlibat. Ironisnya, mereka sangat menikmati barang haram tersebut karena candu yang sulit sekali dihentikan.

Narkoba menjadi musuh nomor satu yang harus mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Melihat prioritas tersebut, ditambah dengan kinerja atau track record aktivitas BNN selama ini yang menuai pujian dari masyarakat, maka tak ayal berbagai dukungan terus mengalir sampai sekarang.

Sayangnya, pemerintah Indonesia seringkali terlalu cepat mengambil keputusan. Entah karena terlalu antusias dengan dukungan masyarakat, atau memang karena sudah ada alasan kuat yang mendasari sebelumnya.

Keputusan besar dan sangat penting ini perlu kecermatan dan kematangan dalam melihat dampak baik-buruknya di masa mendatang.

Bandar Narkoba Bebas Berkeliaran

metrosiantar.com
metrosiantar.com

Para Bandar dan mafia narkoba sudah secara terbuka melaksanakan bisnisnya di Indonesia. Banyak dari mereka yang tidak tersentuh oleh aparat penegak hokum sebab jaringannya yang sudah mengakar kuat dan berada di mana-mana.

Pemerintah akan memperkuat status Badan Nasional Narkotika (BNN) untuk lebih mengefektifkan pemberantasan narkotika. Sebab masalah ini bukan hanya merugikan para pecandunya dalam masalah kesehatan, tapi juga menghancurkan masa depan.

Hebatnya lagi, para pelaku narkotika ini lebih banyak menyasar anak muda. Ketika para anak mudanya mulai kenal, menggunakan, sampai kecanduan narkotika, maka hancur sudah masa depannya.

Jika hancur masa depan anak muda, maka hancur pula masa depan sebuah bangsa.

Tentu hasil kinerja yang baik dari BNN dalam membasmi narkoba di tanah air harus disokong penuh oleh semua kalangan, terutama masyarakat. Sebab, tanpa peran masyarakat, sehebat apapun para petugas BNN, usahanya tidak akan berjalan lancar.

Jadi, kalau hanya mendukung saja, itu tidak berefek apapun. Mendukung harus disertai dengan aksi nyata bahwa seluruh elemen negeri ini, yaitu warga negaranya akan turut membantu BNN melenyapkan para sindikat narkoba sampai ke akar-akarnya.

Peningkatan Status BNN

indodrugs.blogspot.com
indodrugs.blogspot.com

Menteri Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan Kepala BNN akan setingkat menteri.

Banyak wakil rakyat dan politisi yang setuju atas usulan tersebut. Dengan kenaikan status tersebut, maka BNN akan memiliki kewenangan yang lebih luas dalam program pemberantasan narkoba. Budgeting dana pun akan dikelola sendiri.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengatakan bahwa tujuan utama peningkatan status BNN menjadi setara kementerian ialah untuk mempermudah koordinasi.

Kenaikkan status tersebut bukan soal kenaikkan pangkat, meskipun pangkat juga pasti akan berubah. Tapi intinya ada pada ranah kerja yang lebih luas dalam memberantas narkoba.y

Tugas BNN dalam memerangi peredaran Narkoba di Indonesia sangat berat. Penduduk Indonesia berjumlah 250 juta. 125 juta di antaranya usia produktif yang harus diamankan dari narkotik.

Sedangkan personel BNN hanya 4.400 di seluruh Indonesia. Selain itu, belum adanya kantor resmi BNN turut memengaruhi kecepatan petugas dalam mengungkap jaringan narkotik serta keterbatasan peralatan dan anggaran.

Ada yang Tidak Setuju

restorasinews.com
restorasinews.com

Tidak hanya dari para netizen, dukungan terhadap peningkatan status BNN pun muncul juga dari pejabat pemerintah, salah satunya ketua lomisi III DPR Bambang Soesatyo.

Pasti ada pihak yang pro dan kontra dalam sebuah keputusan besar, apalagi ini merupakan keputusan yang sangat perlu kehati-hatian tinggi.

Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond J Mahesa tidak sepakat karena BNN lebih tepat menjadi lembaga independen yang diberikan kewenangan lebih besar seperti Komisi Pemberantasan Korupsi KPK.

Ada kekhawatiran jika nantinya akan ada intervensi terhadap pekerjaan BNN jika menjadi setingkat kementerian. Sebab nantinya BNN masih akan berada di bawah presiden.

Benarkah pemberantasan Narkoba akan lebih baik jika lembaganya sejajar dengan kementerian?

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *