Sudah menjadi kewajiban sekaligus kebutuhan kita untuk berdo’a atau memohon kepada Allah untuk kebaikan hidup di dunia dan akhirat kita. Do’a memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.

Selain kita harus kusyu’ dan memanfaatkan waktu-waktu mustajab yang telah diberikan Allah kepada kita untuk berdo’a, ternyata berdo’a kepada Allah itu harus ada etikanya.

Etika yang dipakai itu yang bisa memperkuat do’a kita agar bisa segera diterima oleh Allah. Seperti misalnya, saat kita meminta kepada orangtua kita untuk diberi uang saku, kita pasti memakai etika yang baik agar orangtua mengabulkan permintaan kita.

Begitupun dengan Allah, Allah menyukai hambaNya yang sopan dan memiliki etika, karena itu adalah salah satu contoh akhlaq seorang muslim.

Nah, kamu pasti ingin do’amu segera dijawab oleh Allah kan? Untuk itu perhatikan 5 etika berdo’a kepada Allah berikut ini:

Banyak Memuji Allah

buletin.muslim or id
buletin.muslim.or.id

Allah menyukai rayuan dari hambaNya yang begitu tunduk patuh, tulus, dan kusyu’ dalam memohon kepadanya. Seperti yang disebutkan dalam hadits berikut:

Rasulullaah bersabda: Apabila kamu selesai shalat, lalu kamu duduk, maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagiNya, dan bersalawatlah kepadaku, kemudian berdo’alah “ (HR At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani).

Berwudhu dan Mengangkat Tangan

kiki widyasari berdoa
belajarislam.com

Allah menyukai kebersihan dan kesucian. Karena kebersihan merupakan sebagian dari iman. Itulah mengapa ketika kita hendak menghadap dan memohon kepada Allah, biasakan diri kita dalam keadaan suci dan bersih hati maupun jasmani.

Dalam sebuah hadits diceritakan, “ Setelah Nabi SAW selesai melakukan perang Hunain, beliau minta air lalu berwudhu, kemudian mengangkat kedua tangannya.” (Muttafaq’alaih).

Selain itu ada etika dalam memohon kepada Allah yang mungkin sudah kita pahami bersama, yaitu mengangkat tangan. Hal tersebut dapat emmudahkan kita untuk lebih kusyu’ saat berdo’a.

Bersungguh-sungguh

kemala-ria blogspot com
kemala-ria.blogspot.com

Etika dalam memohon kepada Allah berikutnya adalah dengan bersungguh-sungguh, tidak dilakukan secara asal-asalan atau dalam keadaan bercanda. Dalam sebuah hadits juga disampaikan:

Rasulullaah bersabda: Apabila kamu berdo’a kepada Allah maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdo’a dan jangan ada seseorang diantara kamu yang mengatakan:

jika Engkau menghendaki maka berilah aku” karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang bisa memaksanya.” (Muttafaq’alaih).

Optimis Allah Akan Mengabulkan

nullifiers-of-prayer
ohmuslim.com

 

Allah tak menyukai hambaNya yang mudah berputus-asa. Seperti juga disebutkan dalam hadits ini:

Berdo’alah kamu kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin akan dikabulkan, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do’a dari hati yang lalai.” ( HR. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al Albani).

Merendahkan Suara

Berdoa-Memohon-Ampunan-dengan-Sungguh-sungguh
abiummi.com

 

Merendahkan suara menunjukkan kesopanan dan ketundukan serta menjauhkan diri dari sikap sombong dan melakukan perlawanan. Sehingga merendahkan suara dapat membuats eseorang lebih berpasrah pada Allah dengan segala kuasaNya.

SHARE