Ini Bedanya Pacar yang Cuma Main-Main dan Laki-Laki yang Serius Menjadikanmu Istri

Posted on

Pilih pasangan hidup yang bakal dinikahi memanglah tidak gampang. Nantinya, dia mesti jadi orang yang ikhlas menggunakan sisa umurnya bersamamu, sebagus atau seburuk apa pun Kamu.

Pilih dia yang layak dipertahankan hingga nanti, tidak semudah mengucap janji yang kelak setiap saat dapat disangkal. Bila sekarang ini Kamu telah bersama seorang yang senantiasa temani hari ke hari, pastinya rasa bahagia menyeruak di hati. Rasa-rasanya dia adalah orang yang pas untuk melakukan sisa hari bersamamu.

Jatuh cinta memanglah kadang-kadang melenakan, sampai rasa-rasanya dia yang senantiasa menyapamu setiap pagi senantiasa tampak sempurna tanpa ada cela. Dia mungkin saja memanglah membanggakan menyandang gelar sebagai pacar, yang siap mengantar jemputmu setiap saat.

Tetapi sudahkah ia juga layak disebut calon suami dambaan? Lantaran pekerjaan seseorang suami tidak cuma dia yang siap mengantar jemputmu atau mengajakmu menjelajah kota di akhir minggu. Lebih dari itu, seseorang calon suami, walau tidak dapat senantiasa menemani, dia tetaplah tidak akan membuat kamu terasa sendiri.

Janganlah tergesa-gesa menentukan kekasihmu saat ini yaitu the one, sedikitnya hingga kamu tahu tentang ketidaksamaan antara pacar yang cuma bakal mempermainkanmu serta dia yang sebenarnya punya niat meminangmu.

Pacar yang mempermainkanmu tidak pernah betul-betul menyempatkan diri untukmu. Sedang dia yang layak jadi suami ikhlas menyisihkan waktu di sela kesibukannya.

Waktu bersama pacar yang cuma mau mempermainkanmu, dia tidak pernah betul-betul menyempatkan diri untukmu. Baginya, kebersamaan denganmu tidaklah yang utama. Dia merasa tidak butuh untuk menyempatkan waktunya untukmu, lantaran baginya bersamamu tidak semengesankan itu.

Sedang dia yang layak jadi suami tidak pernah keberatan menyisihkan waktunya sebentar, cuma untuk bertanya kabarmu. Walau remeh, namun tahu kondisimu merupakan yang paling penting baginya. Ia juga tidak keberatan bila mesti tidur lebih larut cuma untuk dengarkan keluh kesahmu mengenai permasalahan yang Kamu hadapi. Yang paling penting dia tidak bakal membiarkan merasa sendiri, walau dia tidak selamanya bisa ada di sisimu.

Bila dia cuma mau mempermainkanmu, dia akan tiba padamu disaat perlu saja. Sementara calon suami yang baik bakal temanimu baik dalam waktu senang ataupun duka.

Arti dari pernikahan sendiri yaitu menjalani hari bersama-sama orang yang siap lewat suka serta duka bersama. Bila dia cuma datang kala butuh saja, maka telah di pastikan dia bukanlah yang terbaik untuk bangun rumah tangga bersamamu. Dia yang cuma datang waktu butuh, cuma manfaatkanmu untuk kebutuhannya belaka.

Sedang bila ada dia yang bersedia temanimu dalam keadaan apa pun – baik suka ataupun duka, tidak perlu diragukan lagi keseriusannya. Bukan bermakna dia tak membutuhkanmu, namun hubungan kalian nanti bakal berjalan saling memerlukan. Oleh karena itu dasarnya satu hubungan, yaitu kerja sama serta timbal balik.

Waktu Kamu menceritakan sesuatu, pacar yang cuma mempermainkanmu tidak pernah ingin dengarkan ceritamu dengan serius. Sementara calon suami yang baik bertindak sebagai pendengar yang baik sekaligus pemberi nasihat yang baik.

Ada saatnya Kamu butuh saat untuk sharing cerita dengan beberapa orang terdekatmu. Rasa-rasanya dengan menceritakan, beban merasa sedikit terangkat. Tetapi sharing cerita dengan pacar yang mempermainkanmu, Kamu tidak bakal pernah betul-betul didengarkan. Ia tidak akan ingin ribet untuk dengarkan tiap-tiap detil ceritamu.

Beda cerita bila Kamu sharing cerita dengan dia yang layak jadi suami. Dia bakal dengarkan tiap-tiap detil narasi yang Kamu ungkapkan. Tidak cuma itu, Kamu bakal senantiasa terasa tenang dengan anjuran yang didapatkan olehnya.

Yang mempermainkanmu tidak pernah mempunyai rencana hari esok bersamamu, untuk membicarakannya saja dia menghindar. Tidak sama dengan dia yang siap jadi suami, mengarungi hari esok jadi peristiwa yang dinanti.

Membicarakan hari esok dengan pacar yang cuma mempermainkanmu terkadang cuma jadi momen utopia belaka. Ia tidak terlalu tertarik menyusun hari esok bersamamu. Jangankan bersamamu, bahkan juga mungkin saja dia tidak pikirkan masa depannya bakal jadi apa.

Sementara dengan calon suami, dia mempunyai gagasan matang mengenai hari esok. Baik bersamamu serta untuk dirinya. Hubungan kalian tidak lagi terasa percuma. Lantaran dengan semua usahanya, ia mengajakmu untuk berjuang bersama.

Kamu juga tidak masalah bila menggunakan kencan kalian cuma dirumah sambil makan masakan sederhana, lantaran rencana membayar uang muka untuk KPR sudah jadi prioritas kalian.

Berjumpa dengan orangtuamu yaitu hal yang paling dinantikan oleh calon suami dambaan. Sedang pacar main-mainmu malas memantaskan diri di depan orangtuamu.

Berjumpa dengan orang-tua yaitu satu diantara bentuk keseriusan hubungan. Untuk calon suami yang layak Kamu pertahankan, berjumpa dengan orangtuamu pastinya jadi momen yang paling ia nantikan. Hal semacam ini jadi bukti kalau ia serius serta mau mempertahankanmu jadi pendamping hidupnya.

Sedang pacar yang cuma mempermainkanmu, selalu berdalih belum siap untuk berjumpa dengan orangtuamu. Sesungguhnya ia bukannya tidak siap, namun cuma malas memantaskan diri di depan orangtuamu.

Yang akan membangun rumah tangga bersamamu, Kamu bakal terasa aman. Sedang dengan pacar yang cuma mempermainkanmu, harimu tidak pernah dilalui dengan rasa tenang.

Rasa aman nyaman bukanlah hanya karena pasangan yang senantiasa berikan perlindungan. Namun lebih dari itu, lewat sikapnya ia tidak pernah bikin Kamu terasa cemas.

Sesibuk apa pun dia, ia tidak pernah lupa mengabarimu soal kondisinya. Hal ini dapat menunjukkan kalau keberadaanmu baginya begitu penting, hingga ia juga tidak mau membuat kamu cemas tanpa mendengar berita darinya.

Sementara pacar yang cuma mempermainkanmu, bakal bikin hari-hari yang Kamu lewati seperti neraka. Ia tidak memKamung pentingnya peranmu dalam kehidupannya.

Selanjutnya, dia yang siap bangun hari esok bersamamu membuat kamu terasa senantiasa di terima tanpa harus banyak berusaha. Sedang dia yang mempermainkanmu memaksamu beralih sesuai sama yang dia kehendaki.

Ia yang siap bangun hari esok denganmu, senantiasa menerimamu apa yang ada. Tanpa ada terlalu banyak berupaya, Kamu senantiasa diterimanya.

Ia ingin bersamamu dalam kekurangan serta kebaikanmu. Ia tidak menuntutmu jadi sosok yang ia kehendaki, lantaran dirimu sekarang ini yaitu hanya satu sosok yang membuatnya ia jatuh cinta.

Sesaat dia yang cuma mau mempermainkanmu, cuma bakal mengubahmu jadi sosok yang berbeda. Ia juga bakal memaksamu jadi sosok yang dia kehendaki. Ia tidak perduli bila selanjutnya Kamu tidak terasa nyaman dengan sosok yang dia kehendaki.

Sudah temukan sosok yang layak jadi suami? Kamu bakal merugi bila tidak mempertahankannya. Hal baik dalam dirimu juga layak dibagi dengan orang yang baik juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *