kaskus.co.id

Ini Dia Cara Cerdas Yusril Ihza Mahendra Ungkap Kebenaran Lewat Ilmu dan Keberanian

Posted on

Sejak awal memutuskan kuliah dan mengambil program studi hukum dan tata negara, tidak sedikit yang mencibir keputusannya tersebut.

Ternyata, begitulah Yusril Ihza Mahendra. Ia memang seorang pemuda yang tak terduga. Bahkan sampai sekarang pun, keberanian yang ada dalam dirinya tidak pernah pudar. Terutama keberanian dalam menyuarakan kebenaran.

Menjadi berani adalah hal yang sulit dilakukan. Ketika seseorang sudah punya ilmu tapi tidak berani, maka tidak akan ada perubahan, kejahatan dan kesalahan akan semakin menjadi hal yang wajar.

Sebaliknya, jika seseorang punya keberanian tapi ilmunya nol besar, maka apa yang mau disuarakan? Landasan teori dan konsep dasar dalam bersuara saja tidak punya, tidak paham, tidak menguasai.

Maka, ilmu dan keberanian perlu porsi yang berimbang. Tidak kurang atau lebih pada salah satunya.

Ditertawakan Teman-teman

lintasnasional.com
lintasnasional.com

Setelah tamat kuliah, dirinya banyak mendapat tawaran dari Departemen Luar Negeri, Serketariat Negara, dan masuk Tentara. Tapi tawaran itu ditolak oleh Yusril, dengan alasan bahwa dirinya hanya ingin menjadi dosen saja.

Teman-temannya kembali mentertawakan keputusannya. Aktivitas Yusril pada saat itu lebih banyak mengajar dan mulai sering menulis.

Dirinya ingin membangun wacana intelektual tentang banyak hal di masyarakat yang kadang-kadang luput dari perhatian orang.

Yusril mengaku, ia tidak ambil pusing terhadap pendapat  orang lain yang seringkali mengatakan jalan yang dia ambil salah. Yusril hanya terus memandang ke depan, konsisten dengan apa yang sudah ia pilih.

Sulit? tentu. Tapi ketika mampu melewatinya, itulah kemenangan sejati. Kesuksesan seseorang dinilai dari seberapa gigih ia mengalahkan dirinya sendiri, mengalahkan kemalasan dan pesimisme.

Lakukan Apa yang Dianggap Benar

itoday.co.id
itoday.co.id

Yusril tidak butuh yang namanya tenar. Ketenaran itu bonus saja. Ia hanya melakukan apa yang dianggapnya benar.

Pokoknya kalau suatu hal itu dianggapnya benar, tentu kebenaran yang berasal dari nurani, bukan manipulasi kebohongan, maka Yusril akan bersuara lantang, sebagaimana suara seorang Ayah membela anaknya yang disakiti orang.

Yusril mengaku ditempa oleh banyak pengalaman, apalagi dirinya dekat sekali dengan tokoh-tokoh dari Petisi 50, seperti Pak Natsir, Syarifuddin, Baharudin Harahap dan lainnya.

Ia gunakan kesempatan emas tersebut untuk menyelami alam pikiran mereka, para tokoh bangsa tersebut, sehingga dirinya tahu bagaimana mereka berjuang bagi bangsa ini.

Berani!

rmolsumsel.com
rmolsumsel.com

Suatu ketika, Yusril ditarik ke Serketariat Negara yang kerjanya hanya disuruh berpikir saja tentang berbagai macam hal. Dalam hidupnya, Yusril selalu berani mengatakan jika memang ada hal yang menurutnya salah.

Karena dirinya selalu berani mengungkapkan hal yang benar, orang-orang lantas menilai apa yang Yusril lakukan sebagai perilaku yang kontroversial. Orang-orang mentertawakan Yusril tapi pada akhirnya malah terperangah.

Semua orang bilang bahwa dirinya sudah tidak waras. Tak jarang juga Yusril mendapat makian, hinaan dan ditertawakan. Tapi pada akhirnya apa yang disampaikan oleh Yusril itu benar.

Prinsip Yusril, jika ada sesuatu yang salah maka ia tidak bisa hanya berdiam diri, tapi harus dikemukakan pandangan pribadi terhadap hal tersebut. Karena kita tahu bahwa itu salah dan kita berkewajiban untuk membenarkannya.

Kekuatan Intelektual

youtube.com
youtube.com

Yusril ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa intelektual merupakan sebuah kekuatan. Ide adalah sumber kekuatan seseorang.

Ide itu bisa menggerakan orang untuk berbuat sesuatu. Misalnya, Pakistan yang konon cerita banyak orang, didirikan atas syair-syair Muhammad Iqbal yang terkenal bisa menggelorakan dan menyadarkan orang bahwa ada Negara baru yang harus didirikan.

Kehebohan terhadap apa yang dia lakukan, menurutnya, mungkin karena banyaknya publikasi terhadap apa yang Yusril lakukan.

Dua Kunci: Ilmu dan Keberanian

konfrontasi.com
konfrontasi.com

Menurut Yusril, semua orang bisa mengungkapkan kebenaran dengan cara masing-masing. Hanya saja, ada dua syarat yang harus dilakukan, dan ini berlaku bagi siapapun jika hendak menyuarakan kebenaran yakni, ilmu dan keberanian.

Kalau punya ilmu saja, tapi tidak punya keberanian, tidak akan bisa menyuarakan kebenaran.

Namun, jika punya keberanian tapi tidak punya ilmu, kita akan jadi preman. Maka, kita harus memiliki ilmu dan keberanian untuk mengungkapkan kebenaran.

Yusril selalu menegaskan, “Ini Negara kita, milik rakyat Indonesia, dan kalau kita tahu sesuatu yang salah jangan kita diamkan!”

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *