Junjungan umat Muslim, Rasul Muhammad SAW terkenal sebagai sosok penyabar yang dimana saat beliau berdakwah banyak sekali tentangan dan serangan musuh, namun beliau tetap tabah dan kuat menjalaninya.

Tak kurang beliau dikucilkan dari keluarga beliau sendiri, dipukul sampai berdarah, diludahi, bahkan harus mengalami banyak penghinaan, namun kemurahan hati beliau menjadikan beliau sebagai pemaaf yang luar biasa.

Tak berhenti sampai di situ, walaupun beliau memiliki isri lebih dari satu, namun beliau menikahi wanita-wanita itu karena untuk mengangkat derajat mereka dan sangat adil pada semua istrinya.

Tak ada suami yang berpoligami paling adil sedunia melebihi Rasulullah SAW.

Selain terkenal sebagai sosok panglima perang yang tangguh, pedagang yang sukses dan jujur, guru agma yang shalih, serta teladan terbaik sepanjang masa, Rasulullah juga dikenal sebagai sosok suami yang romantis lho!

Rasulullah Bermain Boneka Bersama Aisyah

boneka kiki widyasari
feltlucu.blogspot.com

Aisyah ra. terkenal sebagai istri yang paling disayangi Rasulullah SAW, dan merupakan satu-satunya istri yang dinikahi Rasul dalam ststus masih gadis, sedangkan yang lainnya sudah janda semua.

Saat menikah dengan Rasul, Aisyah amsih berusia 9 tahun dan tentunya masih memiliki kegemaran yang seperti layaknya anak-anak.

Dalam sebuah hadits shahih diriwayatkan, suatu hari Rasulullah SAW pulang dari berperang. Tentu bisa kita bayangkan bukan betapa lelahnya beliau.

Namun begitu sampai di rumah beliau melihat ada beberapa benda yang membuat beliau heran sehingga akhirnya beliau memanggil Aisyah. Benda tersebut adalah beberapa boneka pengantin.

“Apa itu Aisyah?”, tanya Rasul. Aisyah menjawab, “Anak-anakku.”. Lalu Rasul bertanya lagi, “Apa yang ada di tengahnya itu?”, Aisyah kembali menjawab, “Kuda.”.

Rasul heran dan bertanya lagi, “Lalu apa yang ada di kedua sisinya?”, Aisyah menjawba, “Itu sayap.”. Rasul heran dan bertanya lagi, “Kenapa kuda memiliki sayap?”.

“Aku pernah mendengar kisah tentang Nabi Sulaiman yang membayangkan kuda memiliki sayap.”, jawab Aisyah. Rasul lalu tertawa sampai terlihat gigi gerahamnya. Lalu Aisyah dan Rasul pun bermain boneka bersama.

Romantis sekali bukan?

Rasul Menggendong Aisyah

9a109be25c83a3bb193737708426a8b6.wix_mp
walimahan.com

Suatu hari Aisyah ingin sekali melihat pertunjukan sekelompok orang Habsyi yang tengah bermain-main di pekarangan. Mereka melakukan banyak pertunjukan yang menarik sehingga membuat banyak orang datang berduyun-duyun untuk melihat.

Aisyah tak bisa melihat dengan jelas pertunjukkannya karena terhalang banyak orang. Melihat istrinya kesulitan, Rasulullah SAW lalu menggendong Aisyah hingga Aisyah bisa melihat dengan jelas pertunjukan orang-orang Habsyi tersebut.

Rasul tidak malu melakukan hal tersebut walaupun banyak orang melihatnya dan beliau adalah seorang junjungan. Justru kemudian Aisyah lah yang merasa bosan dan meminta diturunkan dari gendongan Rasul.

Rasul Ikut Bermain Bersama Kedua Istrinya

adonan-bakso-udang
dentistvschef.wordpress.com

Suatu hari Saudah ra, istri Rasul yang lain, datang ke rumah Aisyah ra saat Rasulullaah SAW sedang berada di sana juga.

Aisyah kemudian memberikan Saudah hidangan berupa kue, namun Saudah mengatakan kue buatan Aisyah tersebut tidak enak. Aisyah kemudian melumuri pipi Sudah dengan adonan kue tersebut.

Saudah yang tidak terima membalas dengan perlakuan yang sama kepada Aisyah. Kemudian Aisyah membalas lagi, pun dengan Saudah, hingga seterusnya.

Rasul yang ada di situ melihat kedua istrinya sambil tertawa dan malah ikut menyemangati sampai ada pemenang ‘lomba timpuk kue’ di antara mereka. Mereka bertiga bercanda bersama dalam suasana romantis yang indah.

Rasul Berlomba Lari Bersama Aisyah

fzyzlstdk4s
gambarwallpaper.fondecranhd.net

Dalam sebuah waktu setelah perang usai, rombongan Rasulullah SAW berjalan pulang kembali ke kampung halaman.

Di tengah perjalanan, dengan keadaan semua orang tentunya merasa letih, Rasul meminta para sahabat berjalan terlebih dulu dari beliau.

Setelah dirasa para sahabat agak jauh dari pandangan, Rasul lalu menurunkan Aisyah ra dari untanya dan menantangnya lomba lari.

Aisyah yang merasa tertantang dengan ajakan Rasul menyetujui dan berlari mendahului suaminya tersebut. Namun karena Aisyah bertambah gemuk, Rasul akhirnya bisa mengejarnya.

Aisyah tidak terima dan terus berusaha menang dari Rasul, pun dengan Rasul. Mereka bercanda dan tertawa bahagia padahal baru saja mereka mengalami kelelahan setelah perang.

Hmm, laki-laki mana yang mampu melebihi keromantisan Rasulullah SAW kepada istri-istrinya ya? Semoga keempat kisah di atas bisa menjadi pelajaran berharga bagi keluarga Muslim di seluruh dunia ini.