Bagi seorang muslim, menjadi penghafal Al-Qur’an atau Hafidz adalah hal yang sangat membanggakan.

Bagaimana tidak, seorang hafidz merupakan salah satu amalan yang sangat mulia dan bisa menjamin seseorang masuk surga dengan keududukan tertinggi.

Mungkin di benak sebagian orang sempat bertanya, bagaimana bisa Al-Qur-an dengan ratusan ayat tersebut dapat di hafal?

Itulah kuasa Allah dan keajaiban Al-Qur’an. Tahukah kamu bahwa terdapat hafidz dimana mereka memiliki keterbasan fisik tapi justru mampu menghafal Al-Qur’an.

Inilah beberapa hafidz yang feomenal di dunia.

1Fatih Seferagic, Pemuda Tampan Asal Jerman

alfina30.blogspot.com

Pria ini tidak hanya tampan, ia juga merupakan sosok penghafal Qur’an yang bersuara merdu. Sosok ini sempat menggeparkan dunia maya.

plus.google.com

Saat itu videonya ketika menjadi imam sholat dengan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an tersebar luas di media, sungguh merdu.

Pria kelahiran Jerman, 2 Maret 1995 ini belajar menghafal Al-Qur’an sejak usai 9 tahun. Dan akhirnya ia bisa menjadi ahfidz pada usia 12 tahun. Luar biasa bukan? Selain tampan, ia juga soleh.

2Muadz, Anak Tuna Netra Asal Mesir

www.youtube.com

Muadz adalah anak yang memiliki keterbatasn fisik. Ia tidak dapat melihat seperti manusia nomral. Akan tetapi ia memiliki kemampuan yang sangat istimewa dan mulia yaitu bisa menghafal Al-Qur’an dengan lengkap.

Tekadnya untuk mengafal Al-Qur’an sangatlah besar. Sejak usianya 4 tahun ia mulai menghafal ayat-ayat Allah tersebut.

Semua itu tidak selalu berjalan mudah. Jarak antara rumah Syeich yang mengajarkannya Qur’an dan rumahnya sangat jauh.

Tapi ayah Muadz dengan sabar selalu siap mengantar dengan motornya. Beliau selalu memberikan semangat kepada Muadz.

Sampai pada akhirnya di usia Muadz yangke 11 tahun, ia berhasil menghafalkan Al-Qur’an. Subhanallah.

Muadz saja yang tidak bisa melihat dengan normal mampu dan memiliki semangat tinggi dalam mempelajari serta mengahfal kalam Allah, bagaimana dengan kita yang memiliki fisik sempurna?

3Khalid Abu Musa, Bocah Palestina Penderita Autisme

www.youtube.com

Memiliki anak yang berkebutuhan khusus seperti Autisme memang membutuhkan kesabaran yang luar biasa.

Khalid Abu Musa, meskipun menderita autisme, ia yang saat itu masih berusia 10 tahun telah berhasil mempelajari dan menghafal AL-Qur’an.

Khalid menghafal Al-Qur’an dengan cara mendengarkan ayat-ayat yang dibaca berulang-ulang kepadanya.

Merupakan suatu kebahagiaan dan kebanggaan yang tidak dapat di ungkapan dengan kata-kata, orang tuanya memiliki anak yang bisa menghafal Al-Qur’an.

Kisah Khalid ini dapat menajdi contoh bagi para orang-orang yang menderita autis di seluruh dunia, bahwa mereka bisa.

Pun bagi para orang tua, agar senantiasa sabar dalam mendidik anaknya. Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, selama kita mau berusaha.

4Sayyid Muhammad Husein Tabataba’I, Bocah Iran Peraih Doktor Honoris Causa

www.cangcut.net

Ada lagi  hafidz luar biasa, kali ini berasal dari Iran. Ia adalah Sayyid Muhammad Husein Tabataba’I, seorang anak yang lahir pada16 Januari 1991 ini mulai belajar Qur’an pada usia 2 tahun.

Dan akhirnya menjadi seorang hafidz atau pengahfal Al-Qur’an pada usia 5 tahun. Tidak hanya itu, ia juga mampu menghafal seluruh isi Al-Qur’an serta menerjemahkannya dalam bahasa yang digunakannya sehari-hari, yakni bahasa Persia.

Kemampuannya itu juga kerap diuji oleh para alim ulama. Menajubkan, ia mampu menjawabnya dengan lengkap dan benar.

Seperti ketika ia dites tentang ayat Al-Qur’an secara acak, Sayyid Muhammad Husein Tabataba’I dapat menjawab dan menunjukkan ayat tersebut berada di halaman berapa dan baris berapa, bahkan berada di sebelah kanan ataukiri halaman Al-Qur’an.

Pada usianya yang 7 tahun tepatnya Februari 1998, ia berhasil meraih penghargaan Doctor Honoris Causa dengan bidang Science of Retonation of Holy Quran Colleg Islamic University.

Subhanallah, sungguh luar biasa bukan? Mereka dengan berbagai kelebihan dan kekuranganya dapat menjadi seorang penhafal Al-Qur’an yang sangat mulia.

Rasulullah SAW bersabda, “orang tua pemiliki anak penghafal Al-Qur’an akan mendapatkan pahala khusus, serta dipasangkan mahkota kemuliaan di hari kiamat nanti.”