Inilah 4 Menteri yang Mendapat Teguran Presiden Jokowi Jelang Kocok Ulang Kabinet

Posted on

Tanggung Jawab Pemimpin

Menjadi seorang pemimpin memang tidak mudah. Prestasi seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari kinerja pribadi, tetapi juga dari kinerja anak buahnya. Hal ini lah pula yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Presiden Jokowi tampak perhatian dengan kinerja dan sepak terjang para jajaran menteri pembantunya.

Tidak kurang setidaknya ada empat menteri yang mendapatkan peringatan dari Jokowi. Hal ini menjadi pembicaraan hangat publik karena teguran ini keluar di tengah isu santer kocok ulang kabinet. Lalu siapa sajakah keempat menteri yang mendapat teguran tersebut? Klik Next

Menteri Agraria dan Tata Ruang

Ketika melakukan kunjungan kerja ke Brebes Senin silam (12/4/2016), Jokowi menegur Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Ferry Mursyidan Baldan perihal pengurusan sertifikat yang lamban.

Dalam acara peluncuran Program Kolaborasi Tindakan untuk Ekonomi Rakyat, Jokowi dalam sambutannya memberikan peringatan kepada Menteri ATR. Jokowi yang berusaha memerhatikan pengurusan sertifikat lahan milik petani tampak kecewa karena proses pengurusan sertifikat masih saja ruwet.

“Saya beri peringatan kepada Kepala BPN. Saya tidak mau lagi terlalu lama (mengurus sertifikat), terlalu ruwet. Dari saya lahir sampai sekarang kok mengurus sertifikat lama banget. Apa-apaan ini. Enggak bisa. Jangan diterus-teruskan,” tegas Jokowi.

Jokowi menyatakan bahwa dijaman Teknologi Informasi sudah maju seperti sekarang ini seharusnya segalanya bisa diperoleh dengan gampang dan cepat. Presiden menginginkan tata cara kepengurusan tanah mulai menggunakan mekanisme TI.

Tak berhenti sampai disitu, ketika ada sesi tanya jawab, seorang petani bernama Darkam menanyakan biaya membuat sertifikat lahan. Dia menyatakan kabar yang ia dengar, biaya untuk mengurus sertifikatnya adalah satu juta rupiah. Jokowi langsung terperanjat dan kembali menegur Menteri ATR.

“Wah, gimana ini Pak Menteri? Kok sampai satu juta?” tanya Jokowi heran.

Menteri Pertanian

Masih di acara yang sama, Presiden juga memberikan teguran kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Jokowi meyakini, seharusnya alokasi anggaran Kementerian Pertanian harus difokuskan untuk keperluan petani.

“Kementan harus konsentrasi, apa yang dibutuhkan rakyat. Traktor? Ya, APBN dibelikan traktor. Bibit? Ya, anggarannya dibelikan bibit. Jangan dibutuhkan bibit, yang dibelikan pupuk. Yang dibutuhkan traktor, yang dibelikan bibit, misalnya. Jangan dibolak-balik,” tegas Jokowi.

Namun dalam kunjungan kerja tersebut tidak tampak Menteri Pertanian dalam jajaran robongan. Ada kesempatan dimana Jokowi meminta ajudannya untuk memanggil Amran, namun yang bersangkutan tidak ada. Akhirnya pada kesempatan itu, terpaksa akhirnya jokowi harus memikul sendiri sekarung daun bawang penuh hama untuk diteliti di Jakarta.

Ternyata Jokowi mendapat laporan bahwa Menteri Amran sedang sakit dan tidak bisa ikut dalam kunjungan. Menanggapi hal itu, Jokowi hanya mengangkat bahu.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral

Pada awal maret silam, Jokowi menegur dua menterinya yang saling melempar argumen di muka publik. Hal ini terkait topik kilang gas Blok Masela yang melibatkan Menko Kemaritiman, Rizal Ramli dan Menteri ESDM, Sudirman Said.

Berdasarkan kajiannya, Rizal mendorong Presiden untuk segera mengambil keputusan membangun pengolahan kilang gas Blok Masela di darat. Sebaliknya, Sudirman meminta presiden agar pembangunan kilang tersebut dikerjakan di laut. Adu argumen ini berjalan cukup hangat dan menjadi konsumsi publik.

Berbeda dengan cara menegur ke Menteri ATR dan Menteri Pertanian, Jokowi menyampaikan teguran kepada kedua menteri tersebut lewat Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi SP. Lewat Johan, Jokowi menyatakan bahwa beradu argumen di muka publik bukanlah perbuatan yang tidak etis dan tidak elok.

“Saya kira tentu Presiden punya cara (menegur menteri) yang saya tentu tidak tahu. Tidak hanya dua menteri, tetapi ada beberapa menteri yang juga bersilang pendapat secara terbuka. Ini tidak etis bahasanya, tidak elok-lah,” ujar Johan.

Menteri Lainnya

Tidak hanya empat menteri yang sudah disebutkan sebelumnya, ada juga beberapa menteri yang sempat ditegur presiden dengan cara yang berbeda. Menteri yang mendapatkan teguran tersebut antara lain adalah, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Crisnandi.

Marwan Jafar dikritik lantaran perekrutan pendamping desa dianggap tidak sesuai kualifikasi. Sedangkan Yuddy Chrisnandi dikritik karena dianggap tidak menjalankan semangat Presiden dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dari ketebelece.

Namun, berbeda dengan menteri yang lain, teguran kepada kedua menteri tersebut tidak seterbuka menteri lainnya.

Politik Kerja, Bukan Politik Rencana dan Wacana

Jokowi menegaskan kepada seluruh jajaran menteri di Kabinet kerja bahwa ketika menyusun anggaran untuk APBN Perubahan, agar dalam nomenklatur anggaran menggunakan istilah yang langsung ke inti pekerjaan.

“Hilangkan nomenklatur anggaran bersayap yang absurd. Istilah-istilah pemberdayaan, peningkatan, hilangkan. To the point saja. Fokus pada apa yang kita kerjakan. Konsen saja pada program yang jelas dan bermanfaat bagi rakyat dan menciptakan multiplayer effect kepada dunia usaha dan masyarakat,” tegas Jokowi.

“Politik kita politik kerja, bukan politik rencana, bukan politik wacana. Fokus pada apa yang sudah direncanakan agar terlaksana di lapangan, bisa terwujud, bisa bermanfaat bagi rakyat. Nanti rakyat yang menilai, kita ini sudah bekerja atau belum,” imbuhnya.

Tentang Kocok Ulang Kabinet

Pembahasan tentang kocok ulang kabinet belum selesai. Jokowi terus berkomunikasi dengan wakilnya, Jusuf Kalla, untuk merumuskan hal ini. Ketika ditanya hal apakah yang menjadi pertimbangan presiden dalam kocok ulang ini? Ketika para wartawan menyebut kinerja, Presiden Jokowi menganggukan kepalanya sambil melangkah pergi.

Lalu, menteri manakah yang akan tergeser dalam kocok ulang ini? Apakah benar menteri yang ditegur adalah yang kinerja buruk? Atau jangan-jangan ada menteri yang tidak ditegur tapi berkinerja absurd? Mari kita simak babak selanjutnya pemerintahan Jokowi JK ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *