Ibadah puasa baik puasa sunnah maupun puasa wajib memiliki tata cara yang sama. Yaitu pelaku harus bersih dari hadats besar, sehat, berakal, dan tentunya Islam (bersyahadat).

Selain itu, puasa sunnah diawali dengan makan sahur dan diakhiri dengan makan buka. Sejak selesai adzan subuh sampai terdengar suara adzan maghrib.

Puasa hakikatnya adalah menahan hawa nafsu, bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus. Sehingga bagi siapapun yang berpuasa namun masih tak mampu menahan hawa nafsunya, puasanya itu tergolong tidak sah.

Puasa wajib Ramadhan adalah ibadah wajib yang harus dijalankan oleh semua umat Muslim yang sudah baligh, berakal, dan mampu. Maksud mampu disini terlebih adalah mampu secara fisik, kuat menjalankan ibadah puasa seharian.

Namun di antara umat Muslim, memang ada beberapa macam orang yang diberikan keringanan bahkan memang diharuskan Allah untuk membatalkan atau tidak berpuasa dahulu di bulan Ramadhan. Siapa sajakah mereka?

1Orang Lanjut Usia yang Sudah Tidak Mampu

mqitt.wordpress.com

Bagi golongan orang lanjut usia, rata-rata secara fisik mereka sudah tidak mampu jika harus melakukan pekerjaan berat atau haru menahan lapar dan haus dalam waktu seharian.

Untuk itu, Allah memberikan keringanan bagi mereka dengan tidak berpuasa wajib di bulan Ramadhan, jika memang mereka telah tidak mampu.

Namun mereka wajib membayar fidyah, atau member makan orang miskin sesuai dengan ketentuan yang telah disyariatkan oleh Islam sesuai perintah dan petunjuk Allah.

2Orang Sakit Menahun

hellenaofficial.blogspot.com

Mungkin juga ada beberapa di antara umat Muslim yang memiliki sakit menahun sehingga harus terus makan dan minum, sehingga tidak bisa menjalankan ibadah puasa, terlebih puasa wajib bulan Ramadhan.

Orang-orang ini bisa saja dari kaum muda, maksudnya yang masih usia muda pun bisa terkena penyakit menahun yang tak kunjung sembuh dan mungkin belum diberi kesembuhan oleh Allah.

Orang seperti ini juga diberi keringanan Allah untuk tidak berpuasa wajib Ramadhan, karena mereka juga tak bisa menggantinya di hari lain, maka mereka bisa menggantinya dengan membayar fidyah.

3Orang Sakit atau Musafir

americanindonesian.wordpress.com

Seseorang yang sedang mendapatkan ujian sakit dari Allah juga diperbolehkan membatalkan puasanya, baik di puasa sunnah maupun puasa wajib.

Pun juga dengan musafir, atau orang yang sedang melakukan perjalanan jauh, karena kondisi fisik yang lemah maka ditakutkan akan jatuh sakit, Allah juga memberikan keringanan pada mereka untuk membatalkan puasa.

Untuk puasa wajib Ramadhan, maka orang sakit dan musafir wajib menggantinya di hari lain, sesuai jumlah hari mereka tidak menjalankan puasa wajib tersebut.

4Wanita Haid dan Nifas

www.wajibbaca.com

Bagi wanita yang mengalami haid dan nifas, Allah melarang mereka untuk menjalankan puasa, baik puasa sunnah maupun wajib di bulan Ramadhan.

Untuk puasa Ramadhan, wanita yang haid maupun nifas harus menggantinya di hari lain setelah bulan Ramadhan berakhir, sejumlah hari dimana mereka tidak berpuasa.

5Wanita Hamil

dakwahislambalikpapan.wordpress.com

Sedangkan untuk wanita hamil, kehamilan tentu rentan dengan kondisi lemah dan sangat butuh asupan gizi yang lebih. Untuk itu, bagi wanita hamil yang tidak kuat, diperbolehkan untuk Allah tidak berpuasa di bulan Ramadhan.

Namun mereka wajib mengganti tidak puasanya mereka itu dengan membayar fidyah sesuai ketentuan bagi fidyah untuk wanita hamil.

Nah, itulah tadi beberapa macam orang yang diberikan keringanan Allah untuk tidak menjalankan atau membatalkan puasanya. Tentu Allah meminta untuk mengganti dengan hitungan yang sangat adil.

Maka jika kita umat Muslim masih merasa bahwa Islam itu berat, tanyakan pada diri kita sendiri apakah kita sudah benar-benar taat kepada Allah kita.