Menjadi seorang suami bukanlah perkara mudah, namun juga jangan terlalu dinilai sulit juga ya?

Karena memang sudah fitrahnya seorang lelaki adalah pemimpin, maka dalam sebuah fase hidup yang ebrnama pernikahan, seorang lelaki akan menjadi suami, ayah, sekaligus kepala keluarga dan tentunya imam bagi keluarganya.

Kelak Tuhan akan meminta pertanggungjawaban padanya bahwa dia mampu atau tidak dalam hidupnya membawa istri dan anak-anaknya menuju kepada kebaikan di atas jalanNya tersebut.

Nah, disinilah yang biasa menjadi momen rawan para calon suami, yaitu saat mereka tengah menanti yang namanya peresmian halal dari Tuhan tentang status mereka sebagai seorang suami dari anak gadis orang.

Bayangan mau memberi makan apa, memberi rumah seperti apa, menghidupi sekaligus mendidik seperti apa kadang membuat para lelaki galau.

Namun jangan sampai kamu terlarut pada perasaan galau yang kemudian justru membuatmu tidak fokus dan akhirnya kamu mengalami kesusahan saat awal pernikahan nanti.

Jika kamu tak mau mengalami demikian, yuk ikuti 5 kiat sukses menanti detik-detik pernikahan untuk para calon suami berikut ini!

1Perbanyak Mendekatkan Diri kepada Tuhan

adab-waktu-tempat-berdoa-kiki widyasari
rumah-belajar-id.blogspot.com

Jangan sampai persiapan pernikahan membuatmu lalai pada Dia yang telah memberikanmu kenikmatan berupa jodoh yang akan dipertemukan denganmu dalam waktu dekat tersebut ya.

Inilah momen yang tepat untuk menguatkan amal ibadah agar kamu siap menjadi imam yang baik dan tangguh bagi para penumpang nahkoda pernikahanmu kelak. Karena kelak kamu tak hanya akan dibersamai dengan istri tapi juga ada anak-anakmu.

Dan memperbanyak amal ibadah kepada Tuhan juga bukankah menjadi bentuk syukur tak terkira pada Tuhanmu?

2Persiapkan Rumah Terpisah dari Orangtua

tips-mencari-rumah-kontrakan
www.usahaproperti.com

Bagi pengantin baru, memang baiknya memisahkan diri dari orangtua maupun mertua. Karena pada awal pernikahan, itulah masa dimana kalian berdua harus menata visi dan misi pernikahan.

Sehingga lebih baik memang hanya kalian berdua yang memutuskan dan menjalaninya. Kedua orangtua dan mertuamu sudah terlalu banyak berkorban selama hidup kalian, apakah masih akan direpotkan dengan hal seperti ini?

Inilah saatnya kalian mempersiapkan kemandirian, jika tak ada uang membeli rumah maka mengontrak saja, dan jika tak ada uang mengontrak rumah maka bisa mencari kosan sekamar yang murah sekali.

3Banyak Belajar Tentang Cara Mendidik Istri dan Anak

dad-and-son
www.febry.in

Sebagai kepala rumah tangga dan imam keluarga, kamu tak boleh menjadi imam atau pemimpin yang otoriter, egois, dan seenaknya sendiri.

Jadilah imam yang tegas, adil, dan baik. Dimana kamu siap menuntunistri dan anak-anakmu kelak terus berjalan di jalan kebaikan menuju syurga.

Untuk menghindari kelalaian dan kegalauan, bukankah lebih baik mengisinya dengan banyak belajar?

4Belajar Beradaptasi dengan Keluarga Baru

keluarga-besar-foto-bersama-pengantin
www.dakwatuna.com

Pernikahan bukan hanya akan menyatukanmu dengan istri saja, namun juga seharusnya menjadi penyatu keluargamu dan keluarga istri.

Sehingga secara otomatis kamu akan masuk menjadi bagian keluarga istri, pun sebaliknya kamu harus siap membawa istri masuk ke dalam keluargamu.

Nah, sambil menanti waktu pernikahan, lebih baik akrabkan diri dengan keluarga calon pasangan, dan persilahkan calon pasangan mendekat kepada keluargamu.

Agar kelak saat kalian sudah sah, kalian bisa cepat beradaptasi dan terjalin hubungan yang amat harmonis.

5Belajar Menata Pola Keuangan Kelak

persahabatanindahnyawordpresscom3
persahabatanindahnya.wordpress.com

Sebagai kepala keluarga yang siap mencari nafkah, mulailah belajar kepada para senior, bisa kepada ayahmu, calon ayah mertuamu, gurumu, kakakmu, calon iparmu, atau siapapun yang kamu anggap kompeten dalam hal nafkah.

Karena kelak kamu harus bisa menata bagaimana langkahmu dalam mencari nafkah agar istri dan anak-anakmu bisa hidup sejahtera. Jangan berfokus pada nominal, namun berfokuslah pada keberkahan dan kecukupan.

Ajarkan sejak dini pada istri dan anak-anakmu kelak agar bisa hidup hemat namun tetap dermawan, sikap pejuang yang tangguh dalam menghadapi setiap fase kehidupan, dan sikap penyabar dalam meniti jalan kebaikan.

Bagaimana para calon suami, sudahkah kamu siap?