Ada banyak negara di dunia ini, termasuk di Indonesia. Keberagaman yang dimiliki Indonesia seharusnya membuat masyarakatnya lebih menghargai perbedaan.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Beberapa kelompok masyarakat malah saling menghina dan merendahkan satu sama lain. Padahal, penghinaan terhadap agama akan membuat pelakunya terjerat kasus hukum.

Apalagi kalau dilakukan di negara-negara ini, sudah pasti tersandung kasus besar. Inilah 6 negara tersebut.

1. Tiongkok

vibiznews.com

Tiongkok atau Cina merupakan negara yang sangat mengecam penistaan terhadap agama. Label komunis pada negara ini justru membuat pemerintahnya tidak membiarkan pelaku yang melecehkan suatu agama.

Misalnya, Tiongkok pernah membakar buku yang berjudul Xing Fengsu karena berisi tentang budaya seksual. Tiongkok menganggap buku tersebut melecehkan agama Islam. Penulis bukunya pun ditangkap oleh pemerintah Tiongkok.

Mungkin kamu ingat kasus lukisan kartun Nabi Muhammad SAW. Sebuah media massa di Tiongkok menyalahkan media massa di Perancis karena menerbitkan gambar tersebut.

2. Negara Finlandia

giverviaggi.com

Penghinaan terhadap agama akan mendapatkan sanksi berat ketika dilakukan di Negara Finlandia. Pernah ada seorang penulis yang didakwa karena telah melakukan penistaan agama di dalam novelnya Juhannustanssit pada tahun 1964.

Kasus serupa dialami oleh Harro Koskinen. Ia dihukum denda karena membuat gambar babi yang disalib dengan judul Babi Mesiah. Kasus tersebut terjadi di tahun 1969.

3. Negara Jerman

trianeew.blogspot.com

Tindakan tegas dari pihak kepolisian akan didapatkan oleh pelaku yang menghina agama di Jerman. Penistaan agama dianggap sebagai kejahatan serius yang membahayakan masyarakat

Seperti halnya yang dialami Manfred van H pada tahun 2006, ia dihukum karena menghina agama Islam. Pemerintah secara tegas menghukumnya. Bahkan ada beberapa pihak yang mengancam akan membunuhnya.

4. Negara Filipina

goodnewsfromindonesi.org

Dalam undang-undang Filipina, penghinaan terhadap agama disebut sebagai kejahatan terhadap peribadatan. Pelakunya bisa dihukum oleh pemerintah berupa hukunkam kurungan 4 sampai 6 bulan.

Kalau tindakan penistaan tersebut disertai kekerasan, maka pelakunya akan dihukum selama 6 tahun penjara. Bagaimana dengan Indonesia?

5. Negara Malta

eile.ie

Malta memang negara kecil. Namun, negara ini termasuk negara yang menghargai keberadaan suatu agama. Hukumnya tertera jelas dalam undang-undang Negara Malta.

Pelaku penistaan agama diancam hukuman penjara. Alasan mabuk dan bercanda tidak akan bisa melepaskan pelakunya dari jeratan hukum. Segala tindakan yang menghina agama sudah pasti mendapat hukuman.

6. Negara Polandia

sucahyopanji128.blogspot.com

Tidak ada undang-undang khusus yang menyebutkan secara detail tentang penghinaan terhadap agama. Hanya saja, sebuah pasal menyebutkan bahwa pelaku yang menyinggung perasaan umat beragama, orang lain atau tempat peribadatan, akan didenda dan dipenjara selama 2 tahun.

Adanya undang-undang tersebut membuat orang-orang tidak berani sembarangan melontarkan pendapat tentang agama. Pemerintah Polandia akan langsung memberikan hukuman pada pelakunya tanpa pandang bulu.

Satu sisi, hukum tersebut menimbulkan dampak positif. Namun, di sisi lain, adanya hukum itu justru dianggap membatasi kebebasan berbicara dan berpendapat.

Padahal, peraturan dan undang-undang tentang penistaan agama ditujukan untuk menghindarkan pertikaian.

Kadang demokrasi atau kebebasan yang diberikan pemerintah malah membuat orang seenaknya sendiri ketika berbicara. Bahkan menghina agama pun menjadi hal biasa. Inilah yang terjadi di Indonesia.

Perpecahan antar agama sudah sangat terlihat. Terlebih lagi agama Islam yang kian nampak perpecahannya.

Tugas kamu sebagai generasi muda, terapkan sikap toleransi antarumat beragama. Pikirkan baik-baik setiap kata yang hendak kamu lontarkan jika itu tentang agama. Jangan sampai kamu menyinggung perasaan mereka.