Inilah Alasan Mengapa Film yang Diangkat dari Novel Memiliki Tingkat Kerumitan Jauh Lebih Tinggi Namun Sangat Dinanti-nanti

Posted on

Film atau tontonan drama memang menjadi sebuah hiburan tersendiri yang dapat sekaligus menjadi inspirasi bagi penikmatnya juga.

Sejak zaman dimana belum ada televisi dahulu, seni peran telah banyak dinikmati, yaitu sebagai pertunjukan panggung yang menampilkan banyak adegan yang terangkai menjadi sebuah jalinan cerita.

Menyusul hadirnya radio, mulai banyak sandiwara atau seni peran yang ditampilkan hanya sebagai hiburan suara saja, namun setelah hadir televisi, sandiwara atau seni peran mulai dapat dinikmati dengan visual maupun audio tanpa harus pergi ke panggung.

Dewasa ini, orang-orang tak perlu menancapkan layar besar demi menonton sebuah film yang diputar melalui rol film untuk dinikmati banyak orang secara bersamaan dalam satu waktu. Karena teknologi telah menghasilkan sebuah tempat bernama bioskop.

Hadirnya film demi film kemudian membuat banyak manusia memanfaatkannya sebagai ladang usaha, yaitu para kreator atau bintang film dalam mendapatkan uang atau penghasilan. Mereka berlomba-lomba membuats ebuah karya seni peran yang dapat menarik minat penonton.

Salah satunya adalah film yang ide ceritanya diangkat dari novel, komik, atau cerita yang dicetak lainnya baik fiksi atau non fiksi. Yang menjadikan film tersebut menarik karena tingkat kerumitannya yang dianggap jauh lebih tinggi namun konon memiliki daya jual yang tinggi pula.

Penasaran kenapa? Jawabannya ada di bawah ini:

Film yang Diangkat dari Novel dan Sejenisnya Memiliki Imajinasi yang Luas

ca_the_shire_1024
tithydicted.blogspot.com

Sebuah cerita yang ditulis menjadi novel, cerpen, komik, atau karangan lainnya adalah sebuah cerita berbentuk tulisan dengan tanpa adanya visual atau audio yang dapat ditangkap oleh penikmatnya.

Sehingga penikmat atau pembacanya hanya bisa mengembangkan cerita yang mereka nikmati sesuai dengan imajinasi mereka sendiri-sendiri, dan perlu dikatahui bahwa tingkatan imajinasi satu orang dengan lainnya berbeda-beda lho!

Itulah mengapa para produsen film yang mengambil ide cerita dari novel dan sejenisnya itu perlu membuat idenya segeneral mungkin, dan tidak berusaha menyesuaikan dengan imajinasi pribadi atau beberapa pembacanya. Rumit kan?

Namun ketika telah berhasil membuatnya sesuai dengan minimal ekspektasi sebagian besar pembaca kisah tersebut, film ini bisa dipastikan akan sangat laku keras dan tak berhenti untuk dicari orang, bahkan dalam dekade lama pun masih akan laku ditonton.

Film yang Diangkat dari Novel dan Sejenisnya Susah-susah Gampang untuk Dikembangkan

6-soundtrack-terbaik-film-laskar-pelangi-dac0cf7
antiketombe.clear.co.id

Cerita yang telah ditulis dalam bentuk novel, cerpen, komik, dan sejenisnya memang telah memiliki alur dan plot sendiri, sehingga bagi produsen film yang ingin mengangkat ide ceritanya dalam bentuk audio dan visual perlu mengolahnya sekreatif mungkin.

Jika mau dibuats eperti jalan cerita aslinya, maka bagaimana caranya agar tak mudah ditebak sehingga terkesan datar bagi penonton yang sudah membaca kisahnya terlebih dahulu.

Namun jika ingin mengembangkannya menjadi kreatifitas yang baru, produsen film tak boleh membuatnya melenceng dari ide utama cerita tersebut agar penonton yang sudah membaca kisahnya terlebih dahulu tak kecewa.

Susah-susah gampang ya? Hehehe.

Namun, Film Ini Memiliki Penikmat Jauh Lebih Banyak

maxresdefault
firmadirabil.blogspot.com

Mengapa demikian? Karena kebanyakan produsen film juga tak asal mengambil ide cerita dari sembarangan novel, cerpen, atau karangan sejenis lainnya. Pasti akan diambil dari yang best seller atau memiliki banyak pembaca.

Nah, para pembaca tersebut akan menanti imajinasi mereka dari membaca kisah tersebut lewat tulisan hingga bisa mereka nikmati secara audio dan visual. Maka tak heran jika film seperti ini akan banyak penantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *