Kisah Nabi Musa AS yang diberikan mukjizat oleh Tuhan dengan tongkatnya yang mampu membelah lautan tentu sudah sering kita baca di dalam Al-Qur’an. Nabi Musa AS membelah Laut Merah untuk menghindari kejaran Firaun dan bala tentaranya.

Nabi Musa sendiri sesungguhnya adalah anak angkat dari si Firaun. Sebelum kelahiran Musa, Firaun mendapatkan mimpi bahwa tahtanya akan digulingkan oleh seorang pemuda. Sehingga dia mengeluarkan perintah kejam kepada rakyatnya.

Perintah itu adalah, setiap bayi laki-laki yang lahir di bumi kerajaan Firaun, harus dibunuh!

Tentunya ibu kandung Musa tak kuasa menuruti perintah kejam tersebut. Sehingga atas ilham dari Tuhan, ibu Musa mengalirkannya ke sungai. Dan sampailah Musa bayi tersebut ke istana Firaun dan ditemukan oleh Asiyah, permaisuri Firaun.

Siapa sangka bahwa jalan hidup Musa ternyata justru menjadi anak angkat Asiyah yang amat disayang olehnya. Bahkan Firaun sendiri pun tak kuasa menolak kehadiran Musa di dalam istananya.

Kekejaman Firaun akhirnya dilawan oleh Musa dan saudaranya Nabi Harun AS. Firaun yang marah besar kemudian berusaha mengejar pasukan Musa dan Harun, sampai di tepian Laut Merah.

Tuhan mencintai Musa dan kemudian memberikan mukjizat kepadanya. Saat Musa mengetukkan tongkatnya ke Laut Merah, laut tersebut membelah dan seolah memberi jalan kepada pasukan Musa untuk menyeberang.

Ternyata Firaun dan pasukannya ikut serta menyeberangi belahan laut tersebut, namun sebelum mereka sampai ke tepian, Laut Merah kembali menutup dan tertelanlah ke dasar laut, Firaun bersama para pengikut dan pasukannya.

Nah, pada akhir tahun 1988 silam, seorang arkeolog bernama Ron Wyatt mengklaim telah menemukan berbagai penemuan penting yang bisa menjadi bukti penguat bahwa kisah Musa yang diceritakan sendiri oleh Tuhan dalam kitab suciNya tersebut benar adanya.

Lalu sebenarnya apa saja sih yang ditemukan oleh Ron Wyatt tersebut? Ini dia ulasannya.

1Roda Kereta Pasukan Firaun

musadiqmarhaban.files.wordpress.com

Pada masa itu, tentu peralatan perang kerajaan tak semegah masa sekarang. Jika pada Perang Dunia baik 1 maupun 2 telah dikenal senjata bom atom, granat, pistol, senapan, bahkan basoka. Maka pada masa Firaun tentu barang-barang tersebut belum ada.

Sehingga fungsi tank sebagai kendaraan perang pastinya kala itu dilakukan oleh kereta yang ditarik oleh kuda atau keledai atau hewan penarik sejenisnya. Keretanya pun biasa saja pastinya. Seperti semacam delman mungkin.

Nah, si Wyatt ini mengklaim dirinya telah menemukan sebuah struktur batu karang yang bentuknya jika ditaksir seperti semacam roda kereta perang di masa lampau.

Tentunya setelah berabad-abad, jika kala itu barang-barang pasukan Firaun ikut tenggelam di dasar Laut Merah, maka akan menjadi sebuah susunan karang yang menjadi tempat hidup hewan-hewan laut.

Dan benar! Setalah dilakukan penelitian struktur dengan seksama, ditemukan bahwa memang struktur karang tersebut adalah roda kereta perang yang telah berubah bentuk maupun fungsi tentunya.

2Kerangka Manusia dan Hewan

sathyadi.mwb.im

Selain menemukan roda kereta perang, Wyatt dan timnya juga menemukan beberapa kerangka manusia dan hewan yang disinyalir adalah kuda, di dasar Laut Merah tersebut. Hal ini semakin memperkuat bahwa itu adalah milik pasukan perang si Firaun.

Kerangka manusia dan hewan kuda itu telah membatu dan menyatu dengan berbagai komponen dasar laut sehingga menjadi struktur kerang yang ditinggali oleh beberapa makhluk laut.

Setelah dilakukan serangkaian penelitan, maka ditemukan pula kebenaran bahwa kerangka tersebut positif merupakan milik manusia dan hewan kuda. Dan jumlahnya tidak hanya satu atau dua lho, tapi banyak!

3Poros Roda Kereta Perang

tidakmenarik.files.wordpress.com

Selain roda, poros rodanya pun ikut menjadi hal yang ditemukan oleh Wyatt beserta timnya. Sebuah batu karang dengan struktur berbeda dari biasanya menarik Wyatt dan kemudian dibawa untuk di teliti di Stockhlom University.

Tak hanya poros roda tersebut, namun juga tulang belulang manusia dan hewan yang juga ditemukannya di dasar Laut Merah tersebut. setelah diteliti, ditemukan bahwa umur dari benda-benda fosil tersebut telah berumur sekitar 3500 tahun.

Hal ini menarik karena 3500 tahun yang lalu adalah waktu yang diperkirakan merupakan masa terjadinya peristiwa bersejarah ummat manusia, bahwa seorang Musa telah diberi mukjizat oleh Tuhan untuk dapat membelah Laut Merah dengan tongkatnya.

Maha Besar Allah, Tuhan Semesta Alam. Begitulah jika Dia telah berkehendak maka tak ada satu hal mustahil pun bagiNya. Dan salah satunya, mungkin memang Tuhan menjaga barang-barang fosil itu di dasar Laut Merah.

Tujuannya jelas, pasti karena Tuhan ingin menjadikannya sebuah pelajaran dan bukti, bahwa segala sesuatu yang bathil akan Dia hancurkan. Dan kebaikan selalu menang.