youtube.com

Inilah Biografi Singkat Pangeran Antasari yang Begitu Menginspirasi

Posted on

Pangeran Antasari lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar pada tahun 1809 dan meninggal di usia 53 tahun. Tepatnya pada tanggal 11 Oktober 1862. Pangeran Antasari diangkat menjadi Sultan Banjar pada tanggal 14 Maret 1862 dan mendapat gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin.

Pangeran Antasari dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional Indonesia sebagai penghargaan atas segala perjuangan beliau dalam memimpin perlawanan rakyat Kesultanan Banjar melawan penjajah Belanda demi mendapatkan kemerdekaan yang paripurna.

Silsilah Keluarga

uswatunast.blogspot.com
uswatunast.blogspot.com

Di masa muda Pangeran Antasari memiliki nama panggilan Gusti Inu Kartapati. Ayah beliau bernama Pangeran Masohut (Mas’ud) bin Pangeran Amir. Sedangkan ibu beliau bernama Gusti Hadijah binti Sultan Sulaiman.

Adik Pangeran Antasari yang bernama Ratu Sultan Abdul Rahman menikah dengan Sultan Muda Abdurrahman bin Sultan Adam yang merupakan pemimpin Kesultanan Banjar sebelum masa Pangeran Antasari. Hanya saja adiknya meninggal terlebih dahulu setelah melahirkan.

Pewaris Kerajaan Banjar

bubuhanbanjar.wordpress.com
bubuhanbanjar.wordpress.com

Pangeran Antasari dalam perjuangannya tidak saja dianggap sebagai pemimpin Suku Banjar. Lebih dari itu, beliau juga merupakan pemimpin Suku Maanyan, Ngaju, Kutai, Sihong dan beberapa suku lainnya yang berada di kawasan aliran Sungai Barito.

Setelah Sultan Hidayatullah ditipu oleh Belanda dengan menyandera Ratu Siti yang kemudian diasingkan ke Cianjur, Pangeran Antasari kemudian melanjutkan untuk memimpin perjuangan rakyat Banjar.

Saat beliau dikukuhkan sebagai Sultan Banjar yang memiliki wewenang sebagai pemimpin pemerintahan, panglima perang sekaligus pemuka agama tertinggi, beliau kemudian menyerukan sebuah seruan yang berbunyi, “Hidup untuk Allah dan Mati untuk Allah”.

Perlawanan Terhadap Belanda

id.wikipedia.org
id.wikipedia.org

Pada tanggal 25 April 1859 Perang Banjar pecah dengan peristiwa serangan pasukan Pangeran Antasari yang berjumlah 300 orang menghancurkan tambang batu bara milik Belanda di Pengaron. Setelah itu, peperangan demi peperangan dipimpin oleh beliau di seluruh Kerajaan Banjar.

Pangeran Antasari sempat memindahkan pusat pertahanannya ke Muara Teweh dan Belanda pun tak bisa menghentikan perjuangan beliau hingga sampai kematian beliau di medan juang. Belanda mencoba berkali-kali membujuk Pangeran Antasari untuk menyerah, namun tidak pernah berhasil.

Bahkan pemerintah Hindia-Belanda sampai menawarkan hadiah kepada siapa pun yang dapat menangkap dan membunuh Pangeran Antasari dengan imbalan sebesar 10.000 gulden. Namun hingga perang usai, tidak ada seorang pun yang mau menerima tawaran itu.

Meninggal Dunia

en.wikipedia.org
en.wikipedia.org

Pangeran Antasari wafat di tengah-tengah pasukan beliau tanpa pernah menyerah, tertangkap ataupun tertipu oleh bujukan Belanda. Beliau meninggal di usia 53 tahun, tepatnya pada tanggal 11 Oktober 1862 di Tanah Kampung Bayan Begok, Sampirang.

Sebelum wafat, beliau sempat terserang penyakit cacar dan paru-paru. Perjuangan beliau pun dilanjutkan oleh Pangeran Muhammad Seman yang juga merupakan putra beliau.

[td_smart_list_end]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *