Dalam sebuah pernikahan tak akan lengkap tanpa adanya sebuah keromantisan, pernikahan akan garing dan tidak ada cinta ketika tidak ada keromantisan. Untuk itu dibutuhkan selalu keromantisan

Rasulullah saw mengajak kita untuk selalu mesra kepada isteri. Rasul pun menakar baiknya pola hubungan itu dengan takaran iman. Semakin tinggi iman seseorang, semakin bagus pola hubungannya dengan isteri.

Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya.

Dan, orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik terhadap isterinya.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih)

Iniah beberapa kemesraan yang dicontohkan rasulullah kepada istrinya yang bisa kita tiru pada istri kita.

1Ciuman Mesra

blog.debusana.com

Ciuman merupakan bukti kemesraan yang terasa dalam walau terlihat sederhana. Inilah yang dilakukan Rasulullah, saat akan keluar rumah atau pulang dari berpergian.

Dari Aisyah r.a., Rasulullah saw. mencium isterinya saat akan pergi menunaikan shalat tanpa berwudhu lagi.” (HR. Ahmad)

Terlepas dari khilafiyah fikih berwudhu karena menyentuh isteri, kemesraan Rasulullah saw ini memberikan sinyal yang begitu kuat pentingnya sekedar mencium isteri. Bahkan, itu dilakukan saat pergi ke masjid yang jaraknya hampir berhimpitan.

2Panggilan Istimewa ke Istri

kabarmakkah.com

Rasulullah saw saat memanggil Aisyah saat usia Beliau sudah hampir enam puluh tahun. Rasul memanggil Aisyah dengan panggilan ‘Humaira’ atau si merah jambu. Sebuah ungkapan cinta yang saat ini yang mungkin digandrungi anak-anak muda.

Tentu di jaman sekarang sangat berbeda sekali, kalau Rasulullah semakin tua semakin meng istimewakan istri, di jaman sekarang kebalikannya.

Kita tahu di jaman sekarang awal pacaran manggil dengan kata “sayang, beb, cinta dan sebagainya, tapi ketika menikah dan setelah lama panggilan sayangnya hilang bahkan jadi panggilan jelek.

3Mandi Bersama Isteri

musmus.me

Rasulullah saw mandi bersama isterinya. Mandi dari bak yang sama, dan dengan gayung yang sama.

Dari Aisyah r.a., “Aku pernah mandi junub bersama Rasulullah saw. dengan satu wadah air. Tangan kami selalu bergantian menyenduk air.” (HR. Mutafaqun ‘alaih)

Bukan hanya dengan Aisyah, Ummu Salamah pun memberikan kesaksian bahwa ia biasa mandi bersama Rasulullah saw.

Pernahkah kamu dengan pasangan kamu melakukannya seperti itu? kalau belum pernah cobalah, lakukan penuh cinta dan keikhlasan insyaALLAH bagus untuk kebaikan rumah tangga kamu.

4Merebahkan Kepala di Pangkuan Istri

plus.google.com

Rasulullah saw yang sibuknya luar biasa saja masih bisa menyempatkan waktu untuk bersantai bersama isterinya. Beliau merebahkan kepalanya di pangkuan isteri.

Inilah yang disampaikan Aisyah r.a. menceritakan pengalamannya saat bersama Rasulullah saw. “Rasulullah saw. menyandarkan kepalanya di atas pangkuanku. Padahal, aku sedang haid.” (HR. Muslim)

5Makan dan Minum Bersama Istri di Wadah yang Sama

blognyateguh.wordpress.com

Makan sepiring berdua bukan berarti hidup susah walaupun itu juga bisa dikatakan susah tapi lebih ke sebuah keromantisan.

Itulah yang dilakukan Rasulullah saw bersama isterinya. Dari Aisyah r.a.,“Aku biasa makan his (sejenis bubur) bersama Rasulullah saw.” (HR. Bukhari)

Rasulullah juga minum bersama dengan wadah yang sama dengan istrinya.

Aisyah mengatakan, “Aku minum dari sebuah gelas, kemudian Rasulullah mengambil gelas itu dan meminumnya di bekas bibir saya. Dan ketika aku menggigit makanan, Rasulullah juga meletakkan mulutnya di bekas bibirku.” (HR. Muslim)

6Rasulullah Sangat Memahami Istri

bobobibi.com

Rasulullah sangat memahami istrinya, saat istrinya sedang marah atau tidak, beliau memahami istri dari kata-kata yang diucapkan istrinya.

Rasulullah saw. pernah mengatakan kepada Aisyah r.a, “Sungguh aku tahu jika kamu sedang senang kepadaku atau sedang marah.

Jika kamu sedang senang, kamu akan mengucapkan, ‘Tidak, demi Tuhannya Muhammad. Tapi jika sedang marah, kamu akan mengatakan, ‘Tidak, demi Tuhannya Ibrahim.” (HR. Muslim)