Tidak hanya soal musik, Rhoma Irama selalu menjadi perbincangan hangt di kalangan masyarakat mengenai kiprahnya yang mengejutkan di kancah seni peran, politik, termasuk kisah cintanya.

Mengapa pria satu ini begitu digemari oleh banyak orang?

Sukses di Industri Musik

fotoaktris.com
fotoaktris.com

Rhoma Irama sudah dikenal sebagai seorang musisi sejak akhir era 60an. Di awal 70an, namanya pun kian dikenal seiring kesuksesannya dalam industri musik.

Dengan mengusung genre dangdut serta kombinasi musik melayu dan India, Rhoma Irama pun cepat digemari masyarakat.

Lagu-lagunya pun mampu sukses. Selain karena iramanya yang enak didengar, lirik lagu Rhoma Irama juga kerap mengandung pesan-pesan moral tentang kehidupan, sosial, religi, cinta dan politik.

Mulai Karir di Dunia Akting

nasional.kompas.com
nasional.kompas.com

Rhoma Irama kemudian baru memulai karir aktingnya di tahun 1976, dengan membintangi film debutnya berjudul Oma Irama Penasaran.

Sejak itu ia mulai aktif di dunia akting. Ia pun membintangi banyak film di akhir 70an dan di tahun 1980an.

Memanfaatkan popularitasnya yang saat itu memang sedang berada di puncak, tak heran banyak rumah produksi film yang menawarinya kontrak film.

Kebanyakan perannya dalam film juga menggunakan nama aslinya, Rhoma Irama, dalam karakter filmnya.

Bahkan banyak film yang menyisipkan nama Rhoma Irama dalam judul filmnya. Langkah tersebut digunakan untuk dapat mengundang penonton menyaksikan film tersebut.

Hal ini tentu seakan menegaskan pengaruh besar Rhoma Irama dalam dunia entertainment Indonesia di era tersebut. Berikut akan kami tampilkan daftar film yang dibintanginya sepanjang karirnya.

Si Raja Dangdut

nasional.kompas.com
nasional.kompas.com

Dalam dunia musik tanah air, khususnya musik dangdut, Nama Rhoma Irama sudah tidak asing lagi ditelinga orang-orang. Ia dikenal sebagai Raja Dangdut Indonesia karena piawai dalam menyanyikan musik dangdut.

Raden Oma Irama yang populer dengan nama Rhoma Irama ini lahir di Tasikmalaya, 11 Desember 1946.

Pada tahun tujuh puluhan, Rhoma sudah menjadi penyanyi dan musisi ternama setelah jatuh bangun dalam mendirikan band musik, mulai dari band Gayhand tahun 1963.

Tak lama kemudian, ia pindah masuk Orkes Chandra Leka, sampai akhirnya membentuk band sendiri bernama Soneta yang sejak 13 Oktober 1973 mulai berkibar.

Bersama grup Soneta yang dipimpinnya, Rhoma tercatat pernah memperoleh 11 Golden Record dari kaset-kasetnya.

Sukses Bermain Peran

kabarrakyat.co
kabarrakyat.co

Kesuksesannya di dunia musik dan dunia seni peran membuat Rhoma sempat mendirikan perusahaan film Rhoma Irama Film Production yang berhasil memproduksi film, di antaranya Perjuangan dan Doa (1980) serta Cinta Kembar (1984).

Daftar film-film Rhoma Irama juga sangat banyak dan sangat laris pada waktu itu. Ia disebut-sebut sebagai aktor yang selalu sukses memerankan tokoh utama yang gagah dan disukai banyak wanita.

Meskipun begitu, film-film Rhoma Irama cukup berbahaya jika ditonton, karena banyak adegan yang kurang pantas. Apalagi jika ditonton anak-anak, wah! jangan sampai deh.

Kiprah Politik

tribunnews.com
tribunnews.com

Rhoma Irama mendeklarasikan partai politik sekaligus menjabat ketua umum pada 11 Juli 2015. Namanya Partai Islam Damai Aman (Idaman).

Hubungannya dengan politik sudah dimulai sejak lama. Pada pertengahan Orde Baru 1970-an, ia berpihak ke Partai Persatuan Pembangunan (PPP), tapi pada pengujungnya, ia pindah ke Golkar.

Selepas perubahan politik Mei 1998, Rhoma menyatakan keluar dari Golkar. Alasannya, ia prihatin atas realitas umat yang terkotak-kotak dan bingung atas banyaknya parpol dan para pemimpin pun saling curiga-mencurigai.

Umat butuh tokoh yang netral, selain tidak boleh fanatik terhadap parpol. Ia berjanji tak akan masuk ke parpol apa pun

Segmen politik yang tengah dibidik parpol Rhoma lebih ke pasar tertutup (captive market) parpol-parpol Islam.

Kendati terbatas, segmen ini masih cukup menjanjikan bagi parpol dengan “tokoh baru”. Yang paling mungkin menjadi pemilih potensialnya adalah konstituen PPP, terutama apabila masa depan persatuan parpol ini tak kunjung jelas.

Partai Rhoma juga berpeluang mengambil konstituen parpol-parpol lainnya, dengan asumsi mereka tengah mengalami stagnasi inovasi dan kreativitas dalam kepolitikannya.

Kini, Rhoma yang biasa dipanggil Pak Haji ini, banyak mengisi waktunya dengan berdakwah baik lewat musik maupun ceramah-ceramah di televisi hingga ke penjuru nusantara.

Dengan semangat dan gaya khasnya, Rhoma yang menjadikan grup Soneta sebagai Sound of Moslem terus giat meluaskan syiar agama.

[td_smart_list_end]