Islam, Pemuda dan Dakwah Kampus

Oleh: Joni Akhmad Yusuf

 

Sejak disebarkan oleh Rasullullah SAW dan para sahabat sampai dengan sekarang, agama islam mengalami banyak problematika didalamnya. Meskipun Islam merupakan “Rahmatal lil alamin” agama yang diturunkan Allah SWT sebagai rahmat bagi seluruh alam, namun semakin banyaknya manusia dan kaum-kaum yang kontra dengan Islam. Problemapun muncul, mulai dari fitnah keji yang dialamatkan kepada Islam, adudomba menghancurkan umat Islam, kebijakan – kebijakan negara yang merugikan Islam, hingga meningkatnya islamophobia di masyarakat atas tipu daya musuh Islam dan masih banyak lagi. Saat ini, banyak sekali bahaya yang mengintai kita sebagai kaum muslim, sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam banyak hadits tentang fitnah akhir zaman. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai rasul yang penuh kasih sayang kepada umatnya, tidak hanya memberitahukan tentang fitnah ini saja, tapi juga memberitahukan solusinya. Al-Qur’ân dan sunnah Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan solusi yang tidak bisa ditawar-tawar. Kalau tidak, kesengsaraan mesti akan menimpa. Allah Azza wa Jalla befirman :

Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”. Berkatalah ia, “Ya Rabbku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat ?” Allâh berfirman, “Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan”. [Thaha/20:123-126]

Fitnah-fitnah itu sudah banyak sekali disekitar kita, siap menerkam siapa saja yang lalai. Oleh karena itu, hendaknya kita senantiasa waspada dan menjaga diri. Pada dasarnya agama Islam adalah agama yang penuh dengan kedamaian, sebagai pedoman hidup orang yang tepat, karena hal tersebut telah banyak di riwayatkan dalam Al Quran dan Hadist. Ajaran Islam segala hal diatur dari mulai hal pribadi hingga sistem pemerintahan dengan melibatkan banyak orang, hal ini menunjukan betapa kaffah agama Islam. Namun dari pernyataan ini timbul suatu pertanyaan “Siapakah yang bertugas untuk mengembalikan nama baik Islam sesuai dengan fitrahnya, sesuai dengan kaidah-kaidah ajaranya yang membawa keberkahan bagi seluruh manusia dan alam semesta ini?”

Siapakah orang yang mampu untuk terus memelihara kedamaian Islam ditengah banyak problem yang hingga kini masih belum terselesaikan. Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata: Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah.Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. Tirmidzi). (dari Syarh Hadits Ke-19 Arbain an Nawawiyyah)

Makna ‘menjaga Allah’ dalam hadits di atas adalah menjaga hak-hak Allah, perintah-perintah, dan larangan-laranganNya.Karena Allah sendiri tidak butuh dengan penjagaan siapapun, bahkan Dialah yang Menjaga seluruh makhluk di alam semesta. Dari hadist diatas jelas bahwa pemuda adalah potensi besar yang dimiliki untuk mengatasi berbagai problematika agama Islam yang terjadi saat ini. Meskipun pada dasarnya seluruh umat muslim baik golongan muda maupun tua yang bertanggung jawab untuk menyebarkan agama Islam dan menyelesaikan berbagai problematika umat yang terjadi, namun pemuda lah yang memiliki posisi strategis itu. Pemuda yang memiliki banyak inovasi dan pemikiran yang progresif yang diharapkan mampu untuk mencari solusi di berbagai problem umat yang ada.

Usia muda merupakan usia dengan semangat yang masih membara, energi masih cukup dan stamina tubuh yang masih fit. Tak pantas jika seorang pemuda bermalas – malasan dalam menjalani hidup, terlebih dalam berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk agama, bangsa dan dirinya sendiri.

Pemuda memiliki tanggung jawab terhadap diri, lingkungan keluarga, negara juga agamanya. Islam sangat menghargai kaum muda dalam memperjuangkan kebaikan akan diri dan agamanya, bahkan Allah mengatakan bahwa Dia lebih menyukai seorang pemuda takut berbuat dosa dan memilih taat kepada Allah ketimbang kaum tua.  Remaja merupakan usia di mana seseorang menganggap dirinya masih cukup lama mengarungi kehidupan, sehingga terkadang dapat melakukan hal – hal apa saja yang dirasa ingin dicobanya. Oleh sebab itu wajar jika Allah sangat menyukai pemuda yang takut berbuat maksiat kepada-Nya.

Indonesia yang notabene berpenduduk mayoritas Islam, tak luput dari berbagai persoalan umat muslim, mengharuskan pemuda untuk ikut andil dalam setiap problem solving umat. Pemuda dalam konteks mahasiswa memiliki wadah peranan dalam mengajarkan nilai-nilai Islam yang sesuai dengan kaidah Islam kepada masyaraakat yang belum mengerti betul mengenai keindahan Islam. Wadah tersebut salah satunya adalah Lembaga Dakwah Kampus (LDK)

Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Ialah sebuah organisasi kemahasiswaan intra kampus yang terdapat di tiap-tiap perguruan tinggi di Indonesia. Organisasi ini bergerak dengan Islam sebagai asasnya. Sebagian besar perguruan tinggi di Indonesia pasti mempunyai LDK. Tiap-tiap perguruan tinggi, nama LDK bisa berbeda-beda. Kadang mereka menyebut dirinya sebagai Sie Kerohanian Islam, Forum Studi Islam, Lembaga Dakwah Kampus, Badan Kerohanian Islam, dan sebagainya.

Ditinjau dari struktur sosial kemasyarakatan, mahasiswa dan kampus merupakan satu kesatuan sistem sosial yang mempunyai peranan penting dalam perubahan sosial peri-kepemimpinan di tengah-tengah masyarakat. Sedangkan dari potensi manusiawi, mahasiswa merupakan sekelompok manusia yang memiliki taraf berpikir di atas rata-rata.
            Dengan demikian, kedudukan mahasiswa adalah sangat strategis dalam mengambil peran yang menentukan keadaan masyarakat di masa depan. Perubahan masyarakat ke arah Islam terjadi apabila pemikiran Islam telah tertanam di masyarakat itu. Dengan berbagai potensi strategis kampus, maka tertanamnya pemikiran Islam di dalam kampus melalui dakwah Islam diharapkan dapat menyebar secara efektif ke tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa sebagai ujung tombak perubahan melalui Lembaga Dakwah Kampus (LDK) merupakan sumber rekruitmen generasi Islam Intelektual-Mandiri yang secara tidak langsung mendukung suksesnya perkembangan Islam dan intelektualitas.