Roda perputaran waktu terus bergulir. Zaman telah berganti. Jika pada zaman dahulu sosok perempuan hanya identik dengan dapur, sumur, dan kasur. Namun, zaman sekarang hal itu sudah tidak berlaku lagi.

Perempuan tak sedikit yang menempuh pendidikan tinggi bahkan sampai ke luar negeri. Di rumah tangga mereka juga harus memainkan peran ganda menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik, istri yang penurut, dan pekerja yang hebat.

Namun, emansipasi yang diusung oleh Raden Ajeng Kartini sebenarnya bukanlah emansipasi yang kebablasan. Tak sedikit sebuah rumah tangga harus kandas lantaran sang istri terlalu egois akan kemandiriannya.

Lalu apakah istri mandiri selalu berarti melebihi suami? Jawabannya belum tentu demikian. Ada beberapa pertimbangan agar rumah tangga tetap harmonis meskipun sang istri mandiri dan turut menyumbang sih dalam hal nafkah.

1Tidak Masalah Istri Berpendidikan Tinggi

www.blog.shopious.com

Madrasah pertama anak adalah ibu. Ibulah yang semestinya mengajari si kecil pertama kali berbicara dengan berbagai kosa kata. Ibu pula yang paling paham bahasa si batita yang sering seperti sengauan tak jelas.

Perempuan haruslah menjadi cerdas. Anak berhak mendapatkan pengajaran dari guru yang berwawasan luas. Oleh karena itu maindset bahwa ibu tidak perlu berpendidikan tinggi saat ini harus diubah.

Selain itu istri yang berpendidikan tinggi dapat berpikir jauh ke depan. Tentang pendidikan anak, tentang prioritas pengeluaran rumah tangga, dan tentang pilihan-pilihan hidup lainnya.

Mereka tak cukup berpikir makan apa hari ini, namun juga mempersiapkan bagaimana si kecil menghadapi zamannya yang tentu saja sangat jauh dengan kehidupan zaman sekarang.

2Suami Adalah Pemimpin

www.dreamfile.wordpress.com

Bagaimanapun juga fitrah seorang laki-laki adalah memimpin. Meski istri memiliki penghasilan jauh lebih tinggi dari penghasilan suami, namun tetap saja istri harus taat kepada suami.

Sebagai contoh saat memenuhi tugas dinas luar. Istri harus meminta izin kepada suami. Jika suami tidak mengizinkan maka sebaiknya istri mendelegasikan tugas dinas luar tersebut kepada rekan atau staf di kantor.

Suami tetap menjadi prioritas dibandingkan tugas kantor. Awalnya memang sulit, namun lama kelamaan rekan kantor akan memahami kondisimu.

Dari awal pernikahan apabila kalian sudah memiliki komitmen yang kuat, maka suami juga akan pengertian. Kecuali ada kepentingan yang mendesak sampai ia melarangmu untuk dinas luar.

Meminta izin kepada suami untuk yang akan dilakukan merupakan salah satu bentuk menghargai dan menghormati suami. Jadi selalu minta izinlah kepada suamimu.

3Jangan Lupa Bahwa Kamu Tetap Perempuan

www.debusana.com

Sehebat dan secerdas apapun dirimu, jangan lupa bahwa kamu tetaplah seorang perempuan. Kamu tentu memiliki kelemahan dan memerlukan sosok yang menguatkanmu.

Mungkin di kantor staf membutuhkanmu sebagai wanita yang tegar. Namun saat di rumah, suami dan anak-anakmu tetaplah membutuhkan sosok ibu yang lembut dan penyayang.

4Berkompromi dengan Cita-Cita yang Terlalu Muluk

blog.debusana.com

Kamu boleh merancang cita-cita setinggi langit. Saat berumah tangga kamu harus dapat berkompromi dengan cita-citamu tersebut. Pertimbangkan juga keluargamu yang merupakan harta termahal di dunia.

Sebagai contoh, saat masih muda kamu mengejar cita-cita untuk melanjutkan kuliah di luar negeri. Diskusikan dengan suamimu bagaimana jalan yang lebih baik. Jangan hanya mengejar cita-cita yang tak ada habisnya.

5Ingat Kembali Tujuanmu Hidup di Dunia

www.bahteramahabbah.wordpress.com

“Apabila seorang wanita (istri) itu telah melakukan sholat lima waktu, puasa bulan Ramadhan, menjaga harga dirinya dan mentaati perintah suaminya, maka ia diundang di akhirat supaya masuk surga berdasarkan pintunya mana yang ia suka (sesuai pilihannya).” (HR Ahmad)

www.muslimahcorner.com
www.muslimahcorner.com

Tujuan hidup bukan semata-mata mengumpulkan materi dan mengejar kehormatan. Namun, tujuan hidup yang sebenarnya adalah mengumpulkan amal sebagai pemberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.

Menjadi istri solehah dan ibu yang baik adalah jalan terbaik untuk meraih tujuan hidup tersebut.

SHARE